Kamis, 19 Februari 2009

Yudie Lebih Melek Buku

Ada kenikmatan tersendiri ketika aku asik membedah tiap2 kata yg tercetak dalam setiap buku yg kubaca. Apalagi sekarang lagi rajin2nya ngeblog. Tujuanku membaca disini pengen memiliki lebih banyak perpustakaan kata2 yg tentunya ngaruh ke keberagaman tulisan yg akan nongol di blog ini, biar gak monoton gitu kata2 yg ditulis. Semakin banyak referensi berarti makin bagus kan, dan membiarkan aku semakin menuju otentisitas dan originalitas diriku sendiri.

Semingguan ini sebenarnya pengen memperdalam riset yg pgen aku lakuin. Tapi ketika dihadepin pada dua pilihan, Babi Ngesotnya Raditya Dika di tangan kiri dan Fermentation and Biochemical Engineering Handbook-nya Vogel di tangan kanan. Waduh, serba dilematis. Setelah membaca , , , ,menimbang, , , , mengingat, , , , maka diputuskan. . . . . Babi Ngesot dulu aaah! Hahaha...tertawa kecut. Sampe sekarang buku Vogel masih belum kebuka2, huhuhu...

Dari aktivitas membaca ini, aku mulai melek buku meski sebenernya agak telat. Dari situ aku tahu Raditya Dika yg udah aku baca keempat bukunya : Kambing Jantan (yg udah jadi filmnya, nunggu tayang), Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, dan terakhir Babi Ngesot (paling favorit). Baca bukunya bikin hidungku kembang kempis nahan tawa dan kadang bisa ngakak terkekeh-kekeh. Kemudian Ferdiriva yg bukunya Cado-Cado (Catatan Dodol Calon Dokter), lumayan lucu, agak jayus, garing (in my opinion, lho!) tapi paling gak aku tahu gambaran mengenai kehidupan KoAss menghadapi pasien2nya. Lanjut, Arham Kendari yg ngepublish catatan2 blognya lewat bukunya Jakarta Underkompor. Kalo yg ini lucunya khas Arham bget. Beitewei, thanks ya mas udah approve blog multiply-ku. Selain buku2 komedi kaya tadi, aku juga seneng baca buku2 berat, kaya yg barusan aku kelar bacanya Rectoverso-nya Dewi Lestari yg mengkolaborasi antara album lagu dan bukunya yg merupakan prosa dari tiap lirik dalam albumnya. Satu hal ttg buku ini, Cuakep Abizz!!. Pinter bget ngolah kata, dan memandang suatu hal dari sudut pandang yg jarang orang memaparkannya karena disitu dalam 11 cerpennya, gak banyak aku temuin Dee berlaku sebagai orang ketiga di luar cerita.

Dua hari kemarin aku main ke tempatnya Ari, temen sekontrakan aku di rumahnya di Ngawi. Aku naik bis jurusan Solo-Surabaya, ternyata bis2 suroboyonan itu sopirnya ugal2an, pada ngebut2 semua padahal di dalam bis itu ada stiker yg tertulis jelas disitu "Bila Sopir ngebut/ugal2an, mohon SMS 0815 510 ****". Aku jadi semakin heran tatkala kutanya salah seorang penumpang disampingku dimana bis ini bener2 dalam kecepatan tinggi.

"Pak, gak khawatir apa bis ugal2an kaya gini?!" tanyaku. Lalu bapak itu menjawab dgn perasaan gelisah.

"Waduh mas, saya lebih khawatir kalo nyampe terminal kemaleman, justru bis ini lajunya gak kenceng2 amat mas" ujarnya agak kecewa dan seolah pgen neriakin sopirnya biar lebih punya taste!! (eh salah lebih kenceng nyopirnya!!)..Buset ni orang, berarti stiker itu gak ngefek dong! Pengen aku jerit,

Pak kita sekarang lagi gak pengen nyetor nyawa ke akherat sekarang!!

Arrrghh... keluarkan aku sekarang!!

0 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers