Minggu, 21 Maret 2010

2 Tahun Nge-Blog Bro, Ibarat...

Dua tahun ibarat stasiun TV, masih belum menemukan paket acara yang bisa menaikkan rating. Mereka masih meraba segmen pemirsa yang akan menjadi target. Jadwal acara yang masih belum matang, pagi dan siang diisi dengan siaran yang apaan tahu. Dua tahun mengisi diary online aku masih berusaha untuk berteman dengan semua blogger dan mengenalkan bahwa aku disini juga mempunyai sesuatu yang sama dengan kalian : blog. Aku berusaha untuk mempersembahkan sebuah cerita, kontemplasi yang aku harap bisa memberikan “something” kepada kalian dan aku share kepada kalian semua. Kadang masih suka moody, susah untuk secara rutin untuk mengisi blog ini, suka gak tentu kapan bisa menemukan bahwa akan ada blog yang diposting hari ini *Aiihh...jujur sekali!*

Dua tahun ibarat sebuah, masih sedikit perabot yang menjejali rumah. Banyak space yang tersedia sebelum akhirnya kembali sumpek karena ketidakseimbangan antara barang terbuang dengan barang yang dibeli masuk rumah. Dua tahun mengisi jurnal online, masih sedikit konten yang mengisi blog ini. Artinya orang gak akan lama ngubek-ubek blog ini untuk mencari tahu apa saja isinya *Sok! Sapa juga yang mau ngobok-obok blog-ku*. Unless, di multiply mungkin sedikit banyak ku posting foto, video, kalendeer, dll tapi so far yah...masih sederhana lah. Hehehee.....

Dua tahun ibarat orang pacaran adalah masa ketika cukup banyak hal yang sudah dilewati bersama. Seneng, nangis, sebel, ribut gak jelas, marah...sudah pernah dialamin. Dan jika memang niatnya serius untuk sesuatu yang lebih mulia suatu hubungan itu maka pacaran akan membuat kita semakin kuat dan dewasa. Dua tahun ngisi blog sudah cukup banyak emosi yang tercipta ketika proses penciptaan setiap tulisan. Dari mulai sedih, broken, down *hahahaa...i always remember that* sampe sukacita, bahagia, jatuh cinta.

Dua tahun ibarat sebuah bayi, masih imut-imutnya, ngegemesin *wow...kaya yang punya dong!* yaa....masih suka ngiler, cengeng, minta perhatian biar disayangi, dihibur, diajak main. Dua tahun ngeblog ini adalah waktu dimana aku masih imut-imutnya *beli kresek ke toko terdekat, mau muntah khan?* Blog ini masih minta perhatian ke empunya yang punya blog nih, yang notabene akhir-akhir ini sedikit jarang menyapa dan mendekatkan diri dan hati di blog-ku tercinta. *kalian boleh bayangin aku sekarang lagi meluk dan nyium laptop*.

At least...Tuan BloggerYangBaruNgeblogDuaTahun atau seterusnya disebut Tuan BYBNDT akan make a wish.....
 
*komat-kamit*

Amien!!!!


Lalu, thanks to teman-teman blogger yang aku kagumin semangatnya buat berbagi ke kita-kita, hehehe...

See U.

Kamis, 18 Maret 2010

Jenuh Nulis


Nulis, nulis, nulis dan nulis … yep! kata itu cukup bisa menjelaskan tentang apa yang aku kerjakan di waktu-waktu sekarang. Hari ini aku sudah harus mengumpulkan PKM Gagasan Tertulis tentang bioetanol gel, proposal penelitian yang gak bisa diremehin, business plan untuk Program Mahasiswa Wirausaha UNDIP, dan tugas-tugas makalah yang gak pernah absen untuk membuat laptopku selalu on. Sampai kadang kata “nulis” menjadi gambaran kegiatan yang membosankan dan monoton.

Sekarang jam 02:31. Aku belum tidur dan sepertinya tadi aku menakar kopi sedikit berlebihan jadi bisa dilihat jam segini aku masih segar bugar, mata masih kinclong, tapi wajah sudah kucel dan berminyak.

Sebenarnya banyak tulisan yang belum sempat aku post disini, masih berupa tulisan kasar dan aku belum sempat untuk membacanya lagi untuk dipublish. Tulisannya masih belum siap, paling gak itu menurutku. Baru belajar dari Mas Sulak bahwa menulis buruk itu tetap lebih baik daripada hanya merenungi tulisan yang gak berkembang. Awal tulisan meskipun alurnya melompat-lompat, kacau, kalimat-kalimatnya sama sekali tidak indah, dan paragraf demi paragraf bisa tidak saling bersambungan tapi itu bisa kita perbaiki setelahnya khan? Makanya aku sedang merencanakan waktu yang tepat buat diposting (buzzyeet...kayak tulisan yang dibaca berjuta-juta umat aja ni bocah)

Oh ya, tanggal 21 Maret ini blog ini akan genap berumur dua tahun lho! Dua tahun itu kalau dianalogikan sebagai bayi, masih suka ngompol, ngiler, cengeng, minta perhatian biar disayangi, dihibur, diajak main (silahkan dihubung-hubungkan, aku juga gak ngerti maksudnya apa). Oke, sekarang mau belajar dulu, nanti jam 8 ada dua kuis.

Adios.

*kucek-kucek mata dan ngacak-acak rambut*

Senin, 01 Maret 2010

Akhir Weekend yang Menyenangkan dan Awal Semester Baru

Semalam terasa begitu menyebalkan karena besok paginya yang artinya hari ini semester baru dimulai dan semuanya kembali hanyut dalam rutinitas. Dosen kembali ngajar dan kita menyimak. Dosen kembali memberi tugas dan sebagian dari kita teman-temanku mengerjakan tugas dan sebagian lagi tinggal meminjam hasil pekerjaan dari sebagian teman kita ini. Para aktivis kampus kembali berhiruk pikuk dengan proker, rapat, rapat dan rapat. Intinya dunia kampus mengalami keseimbangannya kembali. Warung-warung makan, internet, dan tempat fotokopi mulai ramai kembali dihinggapi para calon sarjana. Jalanan sekitar Tembalang kembali meriah. Ada yang jalan kaki, bawa motor sama teman atau pacar, bawa mobil dan angkot sarat penumpang yang berebut masuk kampus.

Waktu aku di bangku sekolah aku benci minggu malam karena besoknya mesti harus masuk sekolah, meski sekarang sudah gedhe dan sudah jadi anak kuliahan rasa benciku sama minggu malam, tetep aku masih benci. Apalagi minggu kemarin adalah minggu melancong buatku. Bareng anak-anak Melata, kita main ke daerah Batang. Disana kita pergi ke perkebunan teh Pagilaran, mata kita disegarkan dengan hamparan pohon teh di sepanjang jalan. Buatku, ini pengalaman pertama main-main ke perkebunan teh dan aku menemukan kenyataan bahwa tak hanya uang segepok yang membuat mata ini jadi ijo :p.
















Acara main-main berlanjut ke Pantai, sebenarnya gak ada yang menarik dari pantai utara karena selain view-nya kurang, ombaknya juga gak keren. Benar juga, datang kesana ternyata pantainya kotor dan gak layak buat main air apalagi buat berenang buat kemanusiaan. Sepanjang garis pantai tumpukan sampah teronggok disana-sini, sempet juga kita menemukan beha (Entahlah, silahkan tafsir sendiri).Ini sama saja dengan pantai Marina atau Maron yang ada di Semarang, batinku. Disana kita cuma melihat nelayan hilir mudik mencari ikan (ya iyalah, masa mau nyangkul).



















Sorenya kita langsung balik ke Tembalang, apesnya kita kehujanan di jalan pas di Alas Roban dan gak bawa jas hujan. Setelah di Semarang, aku balik ke Solo dan di daulat oleh ayah buat jenguk kakek di Pacitan. Selain ke rumah kakek, aku sama Windi adikku juga main ke rumah Paklek (baca:Om) disana dan mumpung disini kita iseng main ke Pantai Teleng Ria, yah tetap merasa sangat beda antara pantai utara dan pantai selatan, disini main selancar jadi logis untuk dilakukan. Setelah itu kita ternyata diajak ke Banyuanget, kita berendam air panas alami dari gunung. Wah aku merasa begitu rileks dan bebas berenang disana, pokoknya manteb lah! Di Pacitan, kota 1001 Goa banyak sekali objek wisata yang mesti dicoba, pantainya banyak, goa-nya apalagi dan pemandian air panas. Setelah cukup puas acara jalan-jalannya, aku langsung harus balik lagi ke Semarang untuk beres-beres kost karena anak-anak Melata akan pindah ke sarang rumah baru (sambung posting selanjutnya).














Sekarang ucapkan selamat datang kepada semester baru dan keeping show the best action!

File foto banyu anget diambil dari sini

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers