Senin, 24 Agustus 2009

Under Mosquito's Attack

Kalo bulan Ramadhan tiba suka gak suka aku harus mengeset ulang aktivitas harian. Terutama waktu tidur. Jam 11 adalah waktu dimana aku seharusnya sudah berada di atas kasur (catet ya, kasur! bukan WC) karena jam 3 pagi harus sudah melek buat sahur. Pada malam tadi seharusnya aku sudah sampai di Kepulauan Bahama buat jadi juri pada malam pemilihan Miss Universe 2009 (ngarep). Tapi kepergianku di sabotase oleh sekawanan nyamuk yang tidak tahu untung dan gak ikhlas liat orang seneng.

Satu hal yang paling aku benci ketika pulang ke rumah, disini nyamuk populasinya unlimited. Tidak seperti kontrakan di Semarang, mau berbalut celana pendek dan kaos daleman, nyamuk gak ada selera dengan darah segarku, kalaupun ada aku yakin mereka khilaf melakukannya. Aku berpikir sebanyak itu nyamuk-nyamuk itu kamu bunuh, sebanyak itu pula mereka masuk rumah. Gak ada habisnya. Ada beberapa diantara mereka yang mungkin saja menyambut selamat datang kepadaku. Mereka sudah tak sabar dengan aroma darahku. Dengan mengikat celemek dan mengasah mulut runcing yang menyebalkan itu, malam itu mereka menunggu makan malamnya terlelap.


Aku yang sudah hafal dengan situasi ini biasanya sebelum tidur harus cukup bersiap diri sebelum tidur. Yang wajib pakai biasanya sarung dan sweater lengan panjang. Oh ya, satu lagi kaos oblong putih buat nutupin kepala (Hmmm?!!). Justru yang satu itu penting karena sasaran empuk nyamuk-nyamuk itu buat gangguin tidur adalah sekitar kepala, khususnya kuping. Kain yang kupilih putih warna putih karena nyamuk demen banget sama warna-warna gelap apalagi hitam. Waktu tidur aku pastikan posisi hidung tidak dalam jangkauan nyamuk-nyamuk keparat itu karena gas karbondioksida yang kita keluarkan mengundang perhatian nyamuk. Ribet gila gak tuh?! Well memang begitu keadannya.


Buat aku sendiri, aku sangat selektif terhadap posisi tidur yang enak plus tidak dihabisi nyamuk. Pengen sih niru posisi tidurnya Rasululloh dengan posisi lambung berada di bawah, tapi nyamuk-nyamuk itu yang menghancurkannya. Hmmff...Allah Maha Melihat dan tahu derita apa yang dialami hamba-Nya ini.




Mesti pada bilang, kenapa gak pake lotion atau obat nyamuk bakar atau kipas angin?? Kujawab, aku gak doyan ama yang begituan. Pernah sekali nyoba, hasilnya sukses buat aku gak bisa tidur semaleman. Sepertinya aku memang dari alam suruh beradaptasi pada langkungan bernyamuk seperti ini, No Lotion No Obat Nyamuk Bakar No Kipas Angin. Bener-bener tradisional.

Ketika nyamuk-nyamuk itu mulai menyerang, aku mencoba cuek dengan dengungan sayapnya. Tapi, kalau dirasa begitu dekat, tanpa ba bi bu lagi...
PLLAAKK!!
Nyamuk itu metong gepeng di jidat.
Lagi...
PPLLLAAAAK!!
Satu lagi nemplok di pipi.
Lagi aaah..
PUUCCKK!!
Jidatku sakit karena tamparanku gak ngenain sasaran.

Dan seterusnya, aku gagal buat gepengin mereka. Yang ada malah aku gak tidur-tidur dan rasa sakit di sekitar kepala. Kuputuskan untuk mengakhiri perburuan. Aku khawatir bangun-bangun sekeluarga kaget melihat anaknya punya wajah bengkak dan memerah.

Udah jam 1, dua jam lagi sahur. Cukuplah buat microsleeping, pikirku. Satu dua menit...setengah jam...AAAAARRRRGGGHHH....Gak bisa tiduuurrr!! Damn. Akhirnya aku ikhlas melepaskan kebahagian tidurku pada nyamuk-nyamuk keparat itu. Aku mengibarkan bendera putih kepada mereka, aku menyerah.



Lalu sahur, sholat subuh. Tadarus dikit. Daaaaaaan molooooooorrr....

Bangun-bangun udah adzan dzuhur.
Huuuaaaaaakh....Tidaaaaaak!!
Apa dosaku??!!
kenapa ini terjadi di kehidupanku??!!

Jumat, 21 Agustus 2009

Einstein's Dreams

Category: Books
Genre : Science Fiction & Fantasy
Author : Alan Lightman
Rating : ****



Berne, Swiss, tahun 1905. Seorang kerani muda di kantor paten telah bermimpi tentang berbagai hakikat waktu yang menakjubkan. Ia adalah Albert Einstein, ketika itu ia hampir merampungkan teori relativitasnya. Apa saja mimpi-mimpinya dalam bulan-bulan terakhir yang menentukan itu? Dalam kisah luar biasa karya fisikawan Alan Lightman ini, tiga puluh dongeng menyulap beberapa teori tentang waktu menjadi mimpi-mimpi.

Buku ini menurutku sangat handal dalam hal provokasi tentang hakikat waktu itu sendiri. Setelah membaca buku ini, ingin rasanya memiliki buku ini (karena memang buku hanya buku sewaan). Yang aku baca ini sudah cetakan ketujuh, Oktober 2002. Jadi apakah masih ada di toko-toko buku? Well, can't hardly wait to get this book.

Serius Men. Buku ini cerdas banget. Dari beberapa kemungkinan bentuk waktu yang terbayang di malam-malam itu, ada satu yang tampak meyakinkan. Tapi, tidak berarti mimpi-mimpi yang lainmustahil. Yang lain itu mungkin terjadi di dunia-dunia lain. Di novel itu terbagi menurut potongan-potongan hari, setiap waktu itu menggambarkan mimpi Einstein tentang hakikat waktu di satu dunia. Disitu juga terdapat interlud yang terselip diantara beberapa potongan waktu yang menceritakan Einstein sendiri dan sahabatnya, Besso.

Bagaimana dunia dimana waktu adalah suatu lingkaran yang berulang?
Bagaimana dunia dimana waktu adalah mutlak. Waktu terlihat dimana-mana?
Apa yang terjadi jika dunia akan berakhir pada 26 September 1907?
Bagaimana dunia dimana waktu membawa keteraturan yang kian meningkat?
Apakah ada tempat dimana waktu benar-benar berhenti?
Bagaimana dunia tanpa waktu?
Bagaimana dunia dimana manusia tidak memiliki ingatan?
Bagaimana dunia dimana waktu tidak mengalir utuh, datang bagai kepingan?
Adakah dunia dimana waktu mengalir ke belakang?
Bayangkan satu dunia dengan orang-orang yang hanya hidup satu hari saja!
Bayangkan satu dunia dengan orang-orang yang hidup selamanya!
Apakah benar dunia tanpa masa depan, tiap saat adalah saat terakhir?
Bagaimana dunia dimana waktu adalah sesuatu yang tidak kontinyu?
Bagaimana dunia dimana masa lalu bisa berubah? dan hanya sekedar ilusi?
Seperti apa orang-orang yang berusaha untuk menangkap waktu?

Itu beberapa mimpi-mimpi Einstein.

Ada satu bagian yang membuat aku begitu tertarik,
Di dunia ini ada dua jenis waktu. Waktu mekanis dan waktu tubuh. Waktu yang pertama kaku dan waktu kedua sebaliknya sangat licin. Beberapa orang tidak yakin bahwa waktu mekanis itu ada. Mereka tidak melihat jam, kalaupun ada jam di pergelangan tangan itu sekedar ornamen atau semacam sopan santun bagi yang ibgin memberikannya sebagai hadiah. Mereka mendengarkan detak jantung. Mereka makan saat lapar, mereka bekerja kapan saja ketika mereka terbangun dari tidur.
Lalu, ada beberapa orang yang lain berpikir bahwa tubuh mereka tidak ada. Mereka hidup dengan waktu mekanis. Mereka bangun pada pukul tujuh pagi. Makan siang tepat tengah hari. Memenuhi janji tepat waktu, persis seperti yang ditunjukkan pada jam. Tubuh mereka bukanlah suatu keajaiban, melainkan suatu kumpulan bahan kimia, jaringan, dan impuls saraf. Lapar tak lebih dari gelombang listrik dalam saraf, kesedihan tak lebih dari asam yang menusuk otak kecil.
Ketika dua waktu bertemu, yang terjadi adalah keputusasaan. Ketika dua waktu menjauhi menuju arah berlawanan, hasilnya adalah kebahagiaan. Tiap waktu adalah benar, tetapi kebenaran itu tidak selalu sama.

Selasa, 18 Agustus 2009

In Memoriam With Paskibra SMA

Wow. Guys, tanya, udah berapa lama kalian gak ngikutin upacara bendera?! Atmosfer upacara bendera kemarin berasa ada dimana-mana, mulai dari istana negara sampe di bawah laut Bunaken. Kemudian hatiku gulana ketika mata melihat dan tanya itu menghujam saja di benakku (cailah, bahasanya lebay binti ruwet).

Aku sendiri terhitung sejak kuliah, udah 2 tahun udah gak pernah ngikutin upacara bendera lagi. And You-Know-What, aku dulu jadi anggota Paskibra di sekolah. Anak-anak nyebutnya Paski Smansa (Pasukan Inti SMA N Satu). Paski adalah ekskul paling mentereng dan prestisius di sekolah. Pokoknya, siapa sih yang gak tahu Paski, dan gimana anak-anaknya (Hohoho...Somse!)

Tugas apa aja waktu upacara udah pernah aku jabanin, kecuali dirigen, UUD '45, MC, dan pembawa bendera karena emang tugas cewek. Rasanya tiap upacara bendera mesti dapet tugas mulu, dan berasa hobiiiiiiiii banget tuh yang namanya upacara. Hehehe...Tapi itu cuman berlangsung ketika aku masih di kelas X. Kalo udah kelas XI -jadi senior- kita cuman ngawasin adek-adek junior yang tugas, kita ngadhem dan berlindung dari panasnya matahari di belakang layar, gak ikutan upacara. Hehehe...Dan ketika udah kelas XII kita ya akhirnya ikutan upacara ama temen-temen yang lain.



Perhatikan sesosok lingkaran biru yang ditanda panah. Waspadalah!! Waspadalah!!

Ketika ada momen hari nasional, kita tugas dengan menggunakan baju kebesaran (itu lho pakaian Paskibraka yang serba putih dengan ikat leher warna merah), lengkap dengan sepatu PDH (pantofel) dan atribut-atribut yang nempel di baju dan peci item. Wah eksklusif banget lah.


Pasukan 17 adalah pasukan yang bertugas mengawal pasukan pengibar bendera, aku pernah dapet tuh tugas buat ngerek bendera, dan nyaris sempurna pelaksanannya. Meski kita berkorban dengan latihan terus tiap pulang sekolah, berpanas-panas ria demi keberhasilan upacara (sesaat jiwa nasionalis muncul, hwewehweh).Ada kebanggan tersendiri waktu itu. Apalagi ada pacar yang ngawasin di antara barisan peserta. Perfecto!

Sebenernya kalo mau ngomongin Paski, banyak hal yang begitu menarik buat diceritain, dari mulai dulu perekrutan anggota baru sampe kita punya junior. Satu hal lagi yang bikin aku bangga udah pernah jadi bagian Paski adalah rasa solidaritas yang kuat karena kita sama-sama digembleng dan ngerasain gimana susahnya menjadi anggota Paski. Meski cuman di tingkat sekolah gak sampe Paskibraka yang bertugas menjalankan upacara bendera di istana negara bersama Pak SBY itu, udah cukup banyak kenangan disana.

At least, most of all. Dirgahayu Kemerdekaan NKRI yang ke 64!!
Merdeka!!
Majulah Negeriku!!
Yeeaaaaaaaaakhhhh....!!
(Bawa bambu runcing dan Jerit-jerit ngepalin tangan dan mangap sambil melet)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Opera Van Java

Ada yang sering nonton Opera Van Java (OVJ) di Trans 7?? Aku dan penghuni kontrakan yang lain lebih dari hampir setiap hari setiap jam 8 malem, duduk manis di depan TV. Sebelumnnya OVJ tayang setiap Kamis dan Jum'at, tapi gara-gara kita yang nonton, dinaikkan rating penayangannya jadi Senin-Jum'at (pede abiz).



Kalo ada yang mau gabung di facebooknya, ada di : http://www.facebook.com/group.php?gid=65992392976


Kita diberi sebuah komedi yang cukup segar, karena temanya sandiwara, tapi ada dalang, sindhen, dan wayang-wayangnya. Komedi-komedinya juga menurut kita sangat fresh, beda dengan komedi yang ada sekarang. Yang paling nyeleneh adalah Wayang disitu seringnya bercanda sampe keluar dari alur cerita (mereka nyebutnya benang merah), Aziz yang gagap dan suka disiksa sama wayang lain, dan Dalang yang kadang-kadang ikutan main bersama para wayang. Bener-bener ganjil.




Ada Dalang Parto dan kedua Sindhen Dewi Gita dan Rina, kalo wayangnya ada Sule, Aziz, Andre, Nunung dan mereka semua akan menantang bintang tamu buat jadi wayangnya OVJ. Kemasan acaranya udah cukup buat kita tertawa termangap-mangap jungkir balik gulung gulung sambil ngemuncratin liur kemana-mana. Pokoknya OVJ adalah ritual rutin kita setelah keluar nyari makan.

Oh ya, nanti malem OVJ Eps. 100. Aku kutip dari kabar berita terbaru di facebook group-nya OVJ, nanti malem akan menampilkan :


  • Performance by D'SARAP N Band (Sule, Andre, Parto, Aziz)
  • Performance by JUWITA BAHAR
  • Special apperance by: Olga Syahputra, COk SImbara, Adjie Pangestu, Desy Ratnasari, Risty Tagor.
  • Menghadirkan 7 sketksa komedi....
  • RED CARPET OPERA VAN JAVA
Pokoknya malam minggu kalian bakal ketawa-ketawa nonton OPERA VAN JAVA Special eps. 100

Another Report, aku sekarang udah berada di Solo atau pada koordinat 9 derajat Lintang Selatan dan 115 derajat Bujur Timur (ini orang ngasal banget!). Menghabiskan sisa-sisa liburan yang masih seminggu lebih sebelum akhirnya tahun ajaran baru dan junior baru. Yeeaaaah, seperti apa wajah-wajah mahasiswa baru?! Lepas dari itu semua, aku jadi ngerasa semakin tua aja! atau emang udah tua, udah nggak brondong lagi (ini orang sadar gak sih apa yang ditulis barusan?!)

Dikit aja tulisannya ya, Ntar malem minggu bakalan duduk anteng di rumah..
DagDagh!


Senin, 10 Agustus 2009

Sehari Jadi Chef

WhazzUp everyone?? Fine News?! (baca : Kabar baik?!)...Goat goat, Ehh...Goot Goot.

Huehueueuehh. Ceritanya aku kemarin dengan sok kegantengan mau nyoba gorengin lagi udang goreng yang aku beli waktu jalan-jalan ke Gunung Kidul, tepatnya di pantai Baron dan Kukup. Aku berangkat kesana sama temen-temen kuliahku Ari, Aida, Anita. Disana kita berevolusi jadi mafia kamera karena ngehabisin batere dan memori yang isinya full kita semua. Yeeaaaah...I'm dying for that momment. Tapi berhubung aku belum dapet foto-fotonya, i'll keep on writing to share my adventure soon.

Oke, sampe mana tadi. Masak. Sayang juga kan kalo udang goreng ini dibuang begitu aja karena udah agak mlempem (cariin dong, bahasa indonesianya mlempem itu). Atas saran dari Aida, tuh udang goreng, enaknya digoreng lagi, tapi jangan lagi pake minyak, pake margarin. Akhirnya aku beli margarin dan saos di minimarket terdekat. Udah gitu, aku nyiapin wajan, ngidupin kompor gas, dan masukin tuh margarin. Chef Yudie beraksi!!

Karena ada suara yang gak biasa terdengar dari dapur, temen kontrakanku pada pada heran. Ini pertama kalinya dalam sejarah cowok-cowok Melata (anak-anak penghuni kontrakan), ada cowok masak. Mentog-mentognya kita paling masak mie, lha ini nggoreng, kita dapet kosakata baru hari itu. Dan itu pertama kalinya wajan yang biasanya difungsikan cuma bikin mie, sekarang naik pangkat jadi nggoreng udang. *Si wajan terharu dirinya ternyata berguna juga untuk hal-hal lain selain buat masak mie dan nimpuk orang*

Nyium bau-nya, talenta masak-ku pun semakin berkobar. Meski bau harum itu bukan dari udangnya tapi dari margarinnya, hehehe. tapi, fine yang penting ini udang lebih enak dimakan daripada sebelumnya. Kutambahin saos, biar supaya makin berasa enaknya, Woo-hoo...aku jadi makin semangat!

Ketika aku mau bolak-balikin udangnya, aku mangap ngeliat sisi udang itu udah item gosong. Nhah loh, buru-buru aku angkat itu udang dan masukin lagi yang mau digoreng. Tapi yang ini kayanya terlalu cepat diangkat. AAAARRGGHH....!!

Aku gagal, apa guna aku hidup, lebih baik aku mati! (lebay lu akh!) Tapi diliat dari bau-nya sih enak, gak tahu rasa udangnya, hahaha. Udang itu langsung aku bawa ke ruang tengah sambil ngeliat Pokemon (masih diputer lho, di indosiar). Temen-temenku yang penasaran dengan rasa udang itu, juga ikutan nyicipin. Ari, Cahyo, Rejonk, mang Dhani, semuanya memberikan respon yang sama. NEGATIF!! Rasanya aku pengen bunuh diri pelan-pelan dengan makan terasi.

Tapi aneh, kog bisa habis?! Hanya Tuhan yang tahu.

Oh ya selama aku di Semarang akhir-akhir ini aku jarang makan nasi dan kebutuhan gizi kayanya juga kurang benget. Misal, pagi aku sarapan ketela goreng, karena masih ngerasa kenyang siang gak makan, terus malemnya karena sibuk buat proposal riset, lupa makan, perut kadang dikasih teh hangat atau kopi hangat rasanya udah kenyang. Tadi aja nih ya, aku lagi pengen makan mie, terus minumnya es duren, hummff...gila minum es duren disini sepuasnya cuma bayar satu gelas aja. Aku kembung dan mabok es duren. Dan sampe blog ini diturunkan, aku belum makan lagi.

Pesan Moral :
Kalo udah makan, jangan terus tidur, rasanya makanan di perut itu berasa gak dicerna-cerna. Berasa kenyang mulu.

Rabu, 05 Agustus 2009

Born to Win

Sebenernya gak ada motif apapun kenapa aku nulis ini. Hari ini pengumuman berapa nilaiku semester ini, yaaaaaa...cuman pengen merefleksikan diri dengan hasil yang udah aku dapet ini sebagai penyemangat lagi buat semester depan.

Okay, here we goes. Malem tadi baru ngehabisin buku "Born to Win", bukunya bagus. Point-point yang ada di buku itu yang beberapa menurutku inspiring banget, aku tulis disini sebagai pengingat kalo-kalo aku lupa dan sebagai penyemangat buatku. Semoga tulisan berikut juga bisa melakukan hal yang sama bagi temen-temen.

Lets Begin.
Buku ini ingin membantu Anda mulai berpikir positif, kreatif, dan inovatif karena sikap positif ini dapat memberikan hasil menakjubkan dalam hidup Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalani kehidupan dengan antusiasme, keceriaan, ketulusan, dan kejujuran. Ini hanya beberapa senjata dalam gudang senjata sikap positif. Sikap merupakan pembeda antara pemenang dan pecundang.

1. Mulailah Membangun Pabrik Pikiran Positif.
Jaga pikiran Anda, mereka menjadi kata-kata Anda. Jaga kata-kata Anda, mereka menjadi tindakan Anda. Jaga tindakan Anda, mereka menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda, mereka menjadi sifat Anda.
Jika kita memikirkan sesuatu yang membahagiakan, kita akan bahagia. Jika memikirkan sesuatu yang menyedihkan, kita akan sedih. Mereka yang ingin bahagia, melatih benak mereka untuk menciptakan pikiran yang bahagia.
Pikiran dan hati adalah aset terbaik. Kita jangan menggunakan pikiran dan hati sebagai keranjang sampah untuk hal-hal yang sepele yang setiap hari disajikan oleh teman, rekan kerja, keluarga, orang yang kita sayangi. Lebih baik kita memilih yang terbaik buat pikiran dan hati kita dengan mendengarkan kaset-kaset, buku-buku motivasional.

2. Sang Pemenang Tidak Pernah Menyerah
Karena kebanyakan dinding yang menghalangi kita hanya ada di dalam pikiran kita. Rintangan adalah hal-hal menakutkan yang Anda lihat ketika Anda memalingkan wajah Anda dari tujuan Anda.

3. Usirlah Perasaan Kelabu Anda dengan Tawa
Banyak dari kita "senang" memicu "luka diri". Kita tahu bahwa tidak ada yang lebih murah dan mudah dihasilkan daripada tertawa. Tetapi kita masih lebih suka menghasilkan stres. Putuskanlah untuk mengusir rasa khawatir Anda dengan tawa, maka masalah Anda akan menghilang.

4. Rapikan yang Berantakan
Secara mental, saya membuat daftar mengenai apa yang memenuhi pikiran saya. Kadang saya menuliskannya. Kemudian saya membuat kalkulasi mental untuk dapat melihat dengan lebih jelas apa yang dapat dan tidak dapat saya lakukan. Dari situ saya diberi tahu apa yang akan memberi saya kebahagiaan dan apa yang membuat saya stres.
Pada malam hari, sebelum tidur, kita mengosongkan saku baju kita dan menyingkirkan beberapa hal. Saya mengosongkan pikiran saya yang tidak saya perlukan dan segala sesuatu yang melukai saya. Pencucian mental secara harian ini akan membantu kita mengosongkan 6-9 % benak kita untuk menjadi tempat bagi gagasan-gagasan yang baru dan lebih baik.

5. Sebagian Besar Masalah Sebenarnya adalah Karena Tidak Adanya Gagasan.
Jika kita menghadapi terlalu banyak masalah yang menyebabkan stres, Anda dapat melakukan hal-hal berikut : Berpikir bagaimana pemecahannya, Bertanya pada diri sendiri dan orang lain bagaimana melakukan sesuatu dengan cara lebih baik, dan Lakukan sekarang juga!

6. Memulai dari Diri Sendiri.
Ubah diri Anda sebelum Anda mengubah orang lain.
Bandingkan diri Anda hanya dengan diri Anda sendiri. Jika Anda harus membuat perbandingan, lakukan terhadap orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan dengan Anda. Membandingkan seberapa baik diri kita dengan seberapa baik orang lain adalah BERBAHAYA kecuali Anda memiliki rasa percaya diri dan kematangan.

7. Cintai Diri Sendiri
Kegagalan bukanlah karena terjatuh tetapi karena diam di tempat. Kegagalan bukanlah akhir dari impian; hanya sebuah awal. Kegagalan mengajarkan keberhasilan jika Anda terbuka terhadap gagasan-gagasan baru dan menganggap kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan.
Harga diri juga sangat penting bagi saya. Saya memastikan bahwa saya merasa OK terhadap diri saya...untuk kebanyakan waktu. Saya mencapainya dengan mengingatkan diri saya tentang keberhasilan-keberhasilan saya sendiri selama bertahun-tahun dan menyimpan daftar keberhasilan saya sendiri selama bertahun-tahun di tempay yang mudah dijangkau!

8. Hitung Berkahmu
Berbahagialah dengan sesuatu yang Anda miliki sementara berupaya untuk memperoleh apa yang Anda inginkan. Ingatlah, saat-saat sulit tidak akan bertahan lama, hanya orang yang tangguhlah yang dapat bertahan.
Belajarlah Mencintai Sesuatu yang Anda Lakukan.
Balas dendam itu seperti menggigit seekor anjing karena si anjing pernah menggigit Anda.
Orang yang bahagia, bukanlah orang dengan seperangkat keadaan tertentu, tetapi orang dengan seperangkat sikap tertentu.

9. Saya OK Kamu OK
Untuk mengatasi rasa takut bertemu dengan orang yang baru, tempat baru, situasi baru, ingatlah bahwa Anda tidak perlu mengetahui sebanyak yang Anda kira. Ajukan pertanyaan terbuka yang membutuhkan lebih dari sekedar jawaban "ya" atau "tidak". Anda akan mendorong orang lain untuk berbicara; dengan cara ini Anda dapat mengurangi stres dan tingkat keyakinan diri Anda akan meningkat.

10. Jadilah Seperti Anak, Bukan Kekanak-kanakan.
Berteriaklah setiap kali Anda merasa stres. Dari anak kecil kita belajar untuk "berteriak" jika ia tidak menyukai sesuatu atau jika ia amat menyukai sesuatu.

-----------------------------------------

Okay Brotah n Sistah...
Thanks 4 U'r attention!

Senin, 03 Agustus 2009

Insomnia dan Ke-Parno-anku akan Sesuatu

Udah hari ke-3 di bulan agustus dan udah tiga hari ini penyakit kalongku kambuh lagi. Gak pernah bisa tidur di malem hari dan itu berakibat pagi dan siang aku habisin buat tidur. Bener-bener hari yang bikin aku gak produktif sama sekali. Malem hari aku hanya berusaha buat tidur dan tidur biar pagi siangku bisa buat ngerjain proposal riset. But, this effort doesn't work

Insomnia is not fun.

Sangat nyiksa, ketika malem hari kamu pengen cepet-cepet tidur tapi gak bisa. Mlungkar-mlungker kesana sini di atas kasur nyari posisi tidur yang enak, tapi gak membantu. Belum lagi gangguan nyamuk yang gak punya hati (emang gak punya, gimana sih!). Yang kamu denger cuman bunyi-bunyi lokal yang ada di sekitar kamu, suara detak jam, jangkrik, cecak, nyamuk, dan harmoni suara alam lainnya (Cailaaaaahh...bahasanya!)

Ini nih yang bikin aku rada parno. Aku hanya bisa tidur dengan ruangan yang temaram, gak terang juga gak gelap banget. Sewaktu insomniaku kambuh, sikap parno-ku juga ikut-ikutan kambuh. Kadang aku gak sanggup buat buka mata ketika aku nyari posisi uwenak di kasur. Parnoku disini, dengan penerangan kamar yang remang-remang bikin aku bergidik sendiri kalo-kalo ada jin yang pengen Late Night Hai sama aku. (What? Say Hello? Never imagine..)Aaaaaarrrrgghhh...Tidaaaaaaaak!!

Di malem tiga hari yang lalu, aku habisin buat baca buku. Dua hari yang lalu, cuman bisa meratapi aku yang gak bisa merem-merem di kasur, dan kemarin malem, nonton tipi semaleman. Its extremely doesn't fun. Aku udah nyoba beberapa cara sesuai dengan yang Ibuku bilang, minum susu, masak mie, habis itu kenyang --> ngantuk. Tapi saran itu gak berhasil buat aku.

Malem ini, aku nyoba buat tidur lebih awal. Paginya mau nyoba jogging di Manahan. Semoga berhasil! Do'akan Saya! Haahaa...(Mbah Surip mode On)

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers