Kamis, 17 Juli 2008

Lets Think It Over!

Pernah nggak sih kita berpikir begini :

Ketika kita meminta, "Tuhan ambillah kesombonganku dariku."
Tuahn berkata, "Tidak, bukan Aku yang mengambil tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika Kita meminta "Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat."
Tuhan berkata, "Tidak, jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ketika Kita meminta, "Tuhan beri aku kesabaran".
Tuhan berkata, "Tidak, kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika Kita meminta, "Tuhan beri aku kebahagiaan."
Tuhan berkata, " Tidak, kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ketika Kita meminta "Tuhan jauhkan aku dari kesusahan."
Tuhan berkata, "Tidak, penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."

Ketika kita meminta, " Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Tuhan berkata, :Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika kita meminta, "Tuhan bantu aku mencintai orang lain, sebesar cinta-Mu padaku.
Tuhan berkata, "Akhirnya engkau mengerti anak KU"

apakah ini sering terjadi di kehidupan kita?
Pasti.

Kadang kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil.
Sudah susah payah meanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam tidak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan, ratusan lamaran telah kita kirim, tapi tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi jusru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.

Kita berharap diberi pasangan hidup yang bai da sesuai, tapi justru berakhir dengan penolakan dan kegagalan. Orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun justru kebutuhan yang terus meningkat.

Kadang permintaan kita adalah yang terbaik karena menganggap kita mengetahui dengan pasti apa yang dibutuhkan TETAPI Tuhan jauh lebih mengetahui keadaan kita melebihi dari apa yang Kita pikirkan karena Dia adalah Sang Pencipta dan Dia tahu dengan pasti apa akibat bila permintaan kita dikabulkan Nya sedangkan diri Kita masih belum siap menerimanya.
Kita akan semakin jatuh, semakin jauh dari pada-Nya dan akan membanggakan kemampuan diri sendiri dan tidak berharap sepenuhnya kepada-Nya.

Berbahagialah bila doa anda belum dijawab karena Tuhan akan membimbing dan menguatkan kamu sehingga pada saat kamu diberkati oleh-Nya, bibir dan mulut kamu nggak bakal berhenti bersyukur dan memuji kebesaran nama-Nya

Mungkin doa kamu tidak terkabul sekarang
Tapi Tuhan tahu kapan mengabulkan doa-doa mu
Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Selasa, 01 Juli 2008

Tips Menulis

Menulis itu sebenarnya asyik, apalagi fleksibilitas dari segi waktu
dan tempat, membuat kegiatan ini sebenarnya bisa jadi profesi yang
mungkin banget. Sebenarnya lagi, menulis juga nggak ribet amat. Dan beberapa kendala
mungkin bisa diantisipasi.

Beberapa tips ini mungkin bisa sedikit membantu.

1. Banyak baca, so pasti ya?:)

2. Mencintai Bahasa, senang utak utik kata, bikin eksperimen utk ganti
ungkapan2 usang yang sudah terlalu sering kita dengar. Dekat2 dengan
KBBI juga akan memperkaya kosa kata, paling nggak bisa meminimalisir
kebuntuan karena kehabisan kata2.

3. Buka mata dan telinga, hidupkan panca indra kita, coba latih
kepekaan, dengan kepekaan ini hal2 yang sederhana sebenarnya muncul sendiri.

4. Diskusi, jangan malu diskusi dengan siapa aja, suami, bahkan anak,
kakak, teman sahabat, penulis? Ketika menemukan hambatan bercerita.
Dengan diskusi nggak jarang kebuntuan bisa terpecahkan. Paling nggak
merangsang berpikir atau melihat dengan sudut pandang lain

5. Gabung dengan komunitas menulis. sekarang ini banyak, dari yang ada
pertemuan rutin seperti Forum Lingkar Pena, ada juga yang melalui
mailing list seperti pembacaanadia@yahoogroups.com di mana kita bisa
diskusi dengan pengarang2 dan sesekali posting tulisan kita untuk uji
kemampuan, biar dpt masukan dari teman2 lain juga.

6. Gabung ke milis2 lain juga berguna, ini bisa jadi cara baca yang
lain utk tetap update dengan permasalahan2 di sekitar kita.

Lainnya?
Hm, memulai dengan pengalaman selalu lebih mudah. Lainnya lagi, mulai
dengan dunia yang kita cintai atau kita kuasai sehingga jika mentok,
paling nggak bahan bakar utk survive lebih banyak.

Jangan lupa Menulis untuk diselesaikan, kasih wkt terhadap tulisan2
kita yang hanya sepotong itu untuk menemukan endingnya. Seperti karya
lain, maka tulisan hanya bisa menjadi sebuah karya jika sudah
diselesaikan.

Stok sabar sangat diperlukan. Nikmati setiap prosesnya. Sebab begitu terbit tidak banyak yang bisa kamu lakukan lagi. Jadi kalau mau menambah gizi tulisanmu, lakukan semaksimal mungkin. Tulisan yang tergesa-gesa tidak akan memuaskan, tidak hanya bagi pembaca tapi juga bagi kamu yang menulisnya.

Benar utk pertama tulislah dengan hatimu, jangan terpaku pada aturan2 yang dibuat orang2, kalau itu membuat ruang bergerakmu makin sempit. Bebaskan dirimu untuk berekspresi dengan jujur. Tentu bukan bebas yang bablas.

Setelahnya jangan cepat mengirim file tulisanmu ke media, ttp endapkan beberapa saat kemudian kembali dengan kaca mata editor. Ya, jadilah editor pertama bagi tulisan2mu.

Sertai juga dengan ngotot:) dan berdoa. Cari motivasi terbesar yang
kira2 akan menggerakkan jari jemari kita lebih cepat. Menulis lebih
banyak, menulis setiap hari, apa saja, merupakan latihan mengungkapkan
gagasan, termasuk nulis hal2 ringan di diary, milis atau blog.

Ingat, apa pun profesi kita sekarang, selalu bisa dilekatkan dengan
profesi menulis. Dengan itu pula kita bisa mengabadikan dunia2 lain
yang kita cintai, berbagi pikiran, pengalaman terhadap orang
lain, hingga semoga sebagian dari kita akan tetap abadi, sekalipun
usia berakhir. Lebih banyak yang bisa dikenang anak cucu kita, insya
allah:)

selamat menulis:)

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers