Jumat, 18 Juni 2010

Visiting Surabaya

Sebagai mahasiswa tingkat tiga macam diriku ini sudah saatnya disuruh melek tentang terapan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari di kampus dalam kehidupan nyata. Sebelum benar-benar terjun ke lapangan seperti Kerja Praktek (KP) sebagai pemanasan ada yang namanya Studi Industri dimana kita akan melihat dan belajar langsung alat dan proses yang ada dalam pabrik. Di angkatanku, kita mengadakan Studi Industri di kawasan Surabaya dari tanggal 8-11 Juni kemarin. First excited thing that i’ve got, bisa menelusuri jalan pantura dari Semarang-Surabaya, artinya aku akan melihat pantai di sepanjang jalan Rembang-Tuban. Pasti view-nya bagus. Inilah akibat terlalu kebanyakan menempuh perjalanan ke suatu daerah lewat jalan selatan. 
 
Bad luck-nya, bus-nya sumpek gila. Bus pariwisata yang manusiawi kapasitasnya paling banyak 44 orang, itu saja sudah susah selonjor apalagi ini diisi 48 orang jadi makin SUUUSYYAAAAAh selonjoor bung! Apesnya lagi dapet nomor kursi dimana posisi kursinya tepat di depan pintu belakang bus. Maaanttaaaafffh! Aku bisa jadi kenek sambil melambay-lambay keluar jendela jika bus pengen minggir atau nyalip dan tentunya dapat komisi dari travel, hehehe... Tapi beruntunglah dari semua kursi, punyaku lah yang bisa selonjor karena tepat di bawah undakan kalo mau naik bus. Sinting. Karena perjalanan berangkatnya malam, alhasil pas sampai Rembang-Tuban aku cuma bisa melihat bias sinar rembulan yang dipantulkan oleh riak pantai *hasyaaah, bahasanya!* Kamu tahu, aku orang yang susah sekali tidur kalau dalam perjalanan. Jalanan tidak pernah membosankan buatku, apalagi kalau tengah malam, jadi makin kelihatan rapuh *Uuuukkhhh...langsung muka dibedakin pake semen*

image 
Setan-setan penunggu kursi belakang

 
Dan inilah rangkaian acara yang aku dan teman-temanku ikuti :

1. Kunjungan PT Petrokimia Gresik
image 
Sebelum keliling liat pabrik

PT Petrokimia Gresik adalah industri yang yang bergerak di bidang pengadaan pupuk di Indonesia. Jangan salah perusahaan ini menjadi salah satu penyokong bagaimana Indonesia menjadi swasembada pangan. Ratusan ribu ton pupuk berbagai jenis dihasilkan perusahaan ini dan anak perusahaan ini ternyata banyak sekali, tidak hanya pabrik pupuk saja misalnya pestisida, benih (seed), dan banyaklah. Setelah disambut di Balai Diklat Petro kita diajak berkeliling pabrik dan ternyata pabrik ini besar sekali. Mereka punya dermaga pelabuhan sendiri sehingga kapal-kapal pembawa bahan baku ini langsung berhubungan langsung dengan pabrik. Dari kapal bahan baku dibawa dengan belt conveyor untuk padatan dan pipa untuk cair dan gas. Gak tanggung-tanggung conveyor yang ada di sana bisa mencapai berkilo-kilo meter, puaanjaaaaang banget .

image
Pasokan bahan baku dari kapal dibawa dengan conveyor ini (warna kuning)

2. House of Sampoerna
image
Cover Boy Tertunda

Dari kawasan industri Gresik kita lanjut ke Surabaya dan mengunjungi House of Sampoerna. Kita murni main-main aja disini. Yang keren disini adalah ketika kita diperlihatkan bagaimana ratusan ibu-ibu disana melinting rokok Dji Sam Soe (hanya Dji Sam Soe, kalau rokok filter pakai mesin tentunya) dengan kecepatan supersonik *lebay*. Kita seperti diperlihatkan sebuah video bagaimana ibu-ibu ini melinting rokok dengan Fast Play Speed alias dipercepat beberapa kali, padahal kita melihat langsung bukan lewat video. Sayang, kita gak diperkenankan mengambil foto disana. 

Malemnya kita mengadakan acara Malam Keakraban bersama dosen dan para alumni yang sukses. Di acara itu menjadi kesempatan kita bisa berkumpul satu angkatan dalam satu ruangan, karena maklumlah mahasiswa yang tergolong mau lulus tahun depan ini *Amiiiiiiiinnnnn!!!* sudah susah kalau mau berkumpul apalagi mata kuliah yang diambil juga sudah berbeda-beda tergantung nilai dan minat. 

Setelah serangkaian sambutan, diawali dengan karaoke. Aku, Reza, Cahyo (anak-anak Melata) sudah merencanakan mau ber-featuring dengan Kepala Jurusan kita Pak Abdullah. Kajur kita akan menyanyikan lagunya Chrisye – Damai Bersama-Mu dan kita diminta menghafal nada dan liriknya. Voila! saat kita maju ke depan kita sukses menodai lagunya Chrisye, kita dan Pak Abdullah gak ada yang hafal lirik, tempo, dimana intro, reff, interlude, everything! Padahal sudah ada contekannya, tapi tetep ancur, bubrah, malah jadi ger ger an yang nonton. Ada yang cekikikan, ada yang ketawa lebar meliat kita berempat meratapi contekan yang ada di tangan tanpa tahu kapan kita nyanyinya. Eeewww….

Itu adalah 3 menit penuh siksa buat kita, dimana sebagai karaoke penutup kita malah menghancurkan suasana malam itu. Kita nyanyi sambil terbata-bata dan suara kami bertiga mengaburkan suara Bapak Kajur kita. Kita saling berpandangan seolah tidak percaya apa yang terjadi dan tidak  berani melihat Bapak Abdullah yang mungkin juga menahan malu karena tidak hafal juga lagunya. Huhuuhuhuhu…Akhirnya lagu berakhir dan Bapak Abdullah berkata,
“Sudah selesai lagunya ya…??”
“Mohon maaf ya, gak ada yang hafal…”
Krik…krik…krik!
p.abdullah-reza-cahyo-yudi
Ada contekan, tidak bisa nyanyi. Ada yang lebih aneh dari ini??

3. PT Tjiwi Kimia Tbk
First impression ketika tiba di pabrik ini adalah areal yang ditempatinya mungkin sama luasnya dengan satu kelurahan. Waktu menuju ke gedung serbaguna pun harus muter-muter mengelilingi pabrik. Setelah sampai kita disambut sama pihak Humas disana dan dipresentasikan profil perusahaan mereka.  Ternyata perusahaan ini skalanya sudah internasional, 80% produksi di ekspor ke luar negeri dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketika aku bertanya pun komentar yang utarakan adalah betapa perusahaan ini memiliki integritas yang tinggi, semua bidang menjadi konsern perusahaan. Satu contoh, pedagang yang sering berjualan disana pun diberi seragam dan mereka hanya bisa masuk lokasi pabrik ketika jam istirahat.

Kemudian kita diajak melihat pengolahan limbah khususnya kertas disana. 60% areal pabrik dikhususkan untuk pengolahan limbah mengingat limbah industri kertas pada umumnya masih menjadi masalah lingkungan. Disana limbah dilakukan treatment tiga tahap mechanical, chemical, dan biological (microorganism). Foto dibawah ini adalah proses aerasi pada limbah untuk memberikan suplai oksigen kepada bakteri untuk memecah limbah organik agar aman ketika dibuang ke lingkungan.
 DSCN0124
Aerasi pada pengolahan limbah

4. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Kata orang WBL ini bisa dibilang Dufan-nya Jawa Timur, dan benar kalian bakal tidak menyesal pernah datang kesini. Ada lebih dari 50 wahana permainan dan rekomendasiku datanglah dari pagi hari jika ingin benar-benar puas dan mencoba semua wahana disana. Pokoknya seru disana dan WBL jadi kunjungan terakhir kita. Malam harinya kita pulang kembali ke Semarang.
Foto dulu sebelum main

Unjuk gigi, siapa yang menang??

Cah Olo minta nomor togel

Related Post :
Visiting Surabaya The Pics 

4 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers