Pages

Minggu, 05 Desember 2010

Dibalik Cita Rasa Nasi Goreng “Inovatif”

Rangkaian acara Lustrum IX (45 tahun) Teknik Kimia UNDIP kemarin sudah berasa seru semanjak pagi hari, ketika itu diadakan jalan sehat bersama seluruh mahasiswa, dosen, karyawan, laboran, dan alumni-alumni yang datang pada pagi itu. Kebanyakan dari mereka khususnya kita mahasiswa punya satu tekad, niat, dan semangat yang sama : doorprize. Lumayan lah ada sepeda, modem, TV, printer, dan masih banyak lagi. Ada juga ember, seperangkat alat mandi dan cuci, paling gak yang dapet setelah dapet punya motivasi lebih untuk mandi 2 x sehari dan gak lagi mengenakan baju kuliah yang sama 4x berturut-turut selama seminggu. 

Acara kemudian diselingi dengan lomba membuat nasi goreng. Dosen dan alumni banyak yang memberi andil dalam lomba ini, tak terkecuali siapa lagi kalau bukan dosen fisika dan PAP kita, dosen pembimbing penelitianku, salah satu guru besar teknik kimia, dosen dengan basis penggemar di semua segmen angkatan, siapa lagi kalau bukan Prof. Dr. Ir. Bakti Jos, DEA *terdengar tepuk tangan dan teriakan histeris mahasiswa*.


























Pak Jos bikin nasi goreng?? Waow. Sejak awal beliau sudah mencuri banyak perhatian mahasiswa. Sedikit-sedikit dari cara beliau membuat nasi goreng sudah membuahkan tepuk tangan dan decak kagum. Jika dilihat nasi goreng buatan beliau begitu merah merekah, that’s looks so hot!! Bibir angelina jolie yang bengkak terus dilipstik-in merah pun kalah hot sama nasi goreng ini.

-= It’s Time to Show =-
Setelah dosen dan alumni selesai berlomba membuat nasi goreng, tiba-tiba ada pengumuman untuk lomba membuat nasi goreng ini juga diikuti tiap angkatan, dan namaku disebut… Oh GOD!! *suara petir diikuti gempa bumi terdengar dari kejauhan*.
Aku maju dengan ragu tapi temen-temen meyakinkan aku,
“Udah Yud maju aja, tinggal nyampur-nyampur aja kog..”
Huahaha…aku langsung PD maju ke depan tanpa menyadari bahwa nasi goreng buatanku nanti sangat boleh jadi akan membahayakan nyawa juri dan orang-orang yang ikhlas merelakan lidahnya dimasuki benda asing yang jauh dari enak *lebay*.
Waktu lomba pun dimulai.
Aku : (Minyak goreng kutuang)
Temen-temen : Yudiiiiii kebanyakan!!…
Aku : (Kubuang minyaknya di bawah meja begitu saja)
Temen-temen : Yudiii…masukin bumbunya!
Aku : (Kuturuti kemauannya)
Temen-temen : Kurang banyak..!
Aku : AAAARGGGGGGGGHHHHHH!!! (Mulai gak sabaran)
Temen-temen : Yudiiii….Iris bawangnya!
Aku : (udah mulai kikuk campur bingung nurutin apa yang mereka bilang)
Temen-temen : Yudiiii…bumbunya gosoooongg, cepetan!! Arrhh…udah! gak usah ngiris bawangnya! Masukan nasi cepet!
Aku : (keringetan dan mulai panik)
Temen-temen : kasih kecap dan saos, awas kebanyakan!
Cahyo : Dirasain dulu Yud….
Aku : (mencampur nasi dan mengaduk-aduk dengan sedikit emosi..tanpa memperdulikan apa yang Cahyo bilang)
Temen-temen : Sekarang masukin telurnya, yudiii…
Aku : (kupukul telurnya…langsung PECAH berantakan, penonton histeris melihat atraksi berbahayaku. Kucoba lagi, akhirnya berhasil meski diikuti dengan tawa penuh kenistaan mereka)
Temen-temen : (pada kerja bakti membantu bikin hiasan dari tomat, timun, dan sayuran lainnya. Harusnya sih gak boleh, tapi mereka sudah gak ikhlas kalo aku yang lagi-lagi harus buat hiasannya juga)
Aku : (mencetak nasi goreng ke mangkok)
Juri : Tinggal 2 menit lagi!!
Temen-temen : Ayo, taruh di piring! (semua berebut ngasih hiasan, Alfin menyisipkan uang 5.000 di hidangan dengan maksud untuk menyogok juri, tapi ternyata ide-nya gak berhasil)

Voiilllaaa!! 
Nasi Goreng "Inovatif"



















Nasi goreng “Inovatif”-nya akhirnya jadi.
 Sebelum dihidangkan kita berfoto dulu. Tak lupa aku berdoa agar juri tetap mendapatkan kesehatan setelah mencicipi nasi goreng kami. Kita gak berani mencicipinya lhoo…baru setelah juri yang mencicipi baru aku berani mencicipi karena penasaran sama nasi goreng buatanku itu. Dan sodara-sodara sebangsa dan setanah air…tahu gak rasanya??!
H.A.M.B.A.R!!
Dan ternyata gak beracun lhoohh! hahaha… Sedikit menyesal tadi kenapa aku gak mencicipi dulu tadi biar tahu apa saja bumbu yang kurang.

Dari pengalaman kemarin, bagi siapa saja yang pengen aku buatin nasi goreng, aku akan mendemokannya buat kalian for free!! Hohohoho… 
SELAMAT ULANG TAHUN KE-45 TEKNIK KIMIA-ku!!
MAJULAH SELALU.


Related Post :


Minggu, 21 November 2010

Everytime I “Turn Her On”

Seminggu tanpa laptop bagaikan bakso tanpa daging, dunia tanpa wanita, atau hidup tanpa masalah. Hambar, tanpa rasa, no passion. Beberapa minggu kemarin, karena laptopku dibawa Mini_Cornetto buat menyelesaikan laporan KP di Pertamina Cilacap, jadilah hidupku tanpa lepi di sampingku, huhuhu…Sleepy smile.
Mungkin ada yang sadar betapa kita gak akan bisa survive, tanpa hp, laptop, dan gadget lain. Thus, I wondered how we manage our works before it came. Dan kali ini mungkin aku baru sadar ternyata aku dan laptop telah terjalin sebuah hubungan yang belum seorang pun pernah merasakannya *Tsaaaahhh…!*Laughing out loud
Duh, jadi pengen nyium laptop dan mengajaknya makan malam Left hugRight hug.
Lanjuuuut. Could it be LOVE?? We can not live without her. The days are so grim if she was not there. We are so count on her because she's always there beside us? *
image
Lihatlah betapa gejala-gejala dibawah membuat kita menyadari peranan “dia” dalam hidup kita *sekedar catatan aku lebih suka menulis laptopku dengan kata “dia” atau “her” untuk memberikan efek dramatis Embarrassed smile :
  • Ketika bangun tidur, hal pertama yang aku lakukan adalah turn her on Red lips
  • Aku suka sekali ketika jari-jariku membelai dia,  sering kutekan dan kupencet di bagian tubuhnya pelan karena aku memang membutuhkannya.
  • Dari dia, aku tahu banyak hal di luar sana seperti materi kuliah, tugas-tugas, dll. Pinter lah!
  • Ketika lagi suntuk dia selalu nyanyi buatku dan tahu lagu apa yang aku suka. Loveable!Red heart
  • I’m regularly checking for messages from her.
  • Aku tahu kabar dan status teman-temanku dari dia.
  • Dan bagian ini yang paling aku suka, kadang aku suka tiduran dekat dia kadang pula dia ada di atas dadaku *ouuch!*
  • Aku juga suka memangku dia ketika kita sedang berada di luar kamar atau hangout di hotspot area.
Bukankah terdengar romantis dan so lovely?? Again, could it be LOVE??
image
Aku mencari apakah ada istilah computer addict di google, dan ternyata ada. Banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kecanduan bisa dibaca disana. Tapi, jawabannya belum bisa memuaskanku. Pada akhirnya, aku mendapatkan kesimpulan yang sederhana… It has NO LIFE! Mereka gak punya semangat, cinta, cemburu, nafsu. Lepiku hanya bisa melakukan yang memang dia diprogram oleh pembuatnya. Sampai kamu nangis darah, mengarungi antartika, gak akan bisa laptop membalas cinta yang kamu berikan.
Akhirnya bisa sedikit tenang, setelah dua jam yang lalu berpikir tentang ini yang mungkin buat orang lain gak penting. Tapi buatku, ini sedikit mengusik pikiranku.
Now, back to facebook, twitter, gaming, doing task. My Laptop I’m coming Computer.
Oh ya, Selamat Hari Raya Idul Adha ya! Semoga apa yang kita korbankan membuktikan ketakwaan kita.

Related Post :

Jumat, 22 Oktober 2010

Ketidakberuntungan Hari Ini

Menurutku, Hal paling males dalam hidup adalah ketika harus kehilangan kunci. Mau kunci motor, kunci kamar, kunci pagar *kunci kulkas kalo sedang lapar barangkali?!*  semuanya menjadi menyebalkan ketika aku bener-bener lupa terakhir kali dimana itu kunci adalah gak keren. Serasa hidup ini berubah menjadi kelabu karena being stuck mondar-mandir ngelacak kemungkinan kunci itu tertinggal atau terjatuh.
Peristiwa ini terjadi setelah aku selesai piket jaga laboratorium dan berniat pengen pulang. Sore itu di kampus hujan dan aku nekat hujan-hujanan lari menghampiri motor kesayanganku. Sampai di motor baru kusadari aku tidak mendapati kunci motorku di kantong celana belakang dimana biasa aku letakkan kunci itu. Akhirnya aku balik ke lab mungkin tertinggal disana dan hasilnya nihil. Posisi sekarang aku sedikit panik tapi aku mencoba stay cool. Aku cari di kantin, mungkin saja waktu makan siang tadi. Ternyata gak ada yang nemu. Kemudian nanya ke Pak Kari penjaga kampus juga gak nemu. Aku cari di kelas juga gak ada. Gak kerasa sudah jam setengah enam, kampus mulai gelap, hujan masih turun. Dalam keadaan sedikit kuyup dan kelelahan mencari itu aku menjadi semakin paniiiikkk!!!
Things turns worst ketika kunci motor itu jadi satu sama kunci kamar. Lengkap berarti sudah gak bisa pulang, kalo pulang pun gak bisa masuk kamar…AArrrrrgghhhh!! Untung masih ada Willy yang juga jaga lab hari itu praktikan, aku minta tolong dia untuk nyari tukang kunci yang bisa bantuin bikinin kunci yang ilang itu. Unfortunately, semua tukang kunci sudah tutup. Aku pergi ke bengkel motor ternyata pada gak bisa benerin. Kepanikanku sekarang berubah semakin histeris. Dihadapanku sekarang tersedia 2 pilihan :
1. Pulang ke kost karena sudah capek dan meninggalkan motor yang terparkir bebas tanpa ada yang ngawasin. Resikonya cuman sangat boleh jadi hilang kalau-kalau ada maling yang kurang beruntung dan gak ada kerjaan lain selain maling *ada gitu maling yang jadi dosen?!*  nyasar ke kampus dan mengambil motor tak bertuan itu.
2. Gak pulang dan menginap di kampus sambil ngawasin motor dengan resiko sakit flu yang sedang aku derita makin parah ditambah masuk angin.
Akhirnya aku mengadaptasi kedua pilihan itu dengan menghubungi Pak Kari untuk minta ijin motorku bisa dimasukkan ke dalam gudang bahan kimia di kampus. Setelah selesai memindah motor aku akhirnya bisa sedikit tenang pulang ke kost.
Di kost, tugas nyusun makalah dan presentasi belum juga selesai. Aku harus ngebut nyelesain makalah pada malam itu juga di ruang tengah. Namun, karena aku sudah kelelahan malam itu, aku pun mau mengistirahatkan badan dulu sebelum ngelanjutin nyelesein makalahnya. Kost disini bagian balkon dan ruang tengah tidak ada pintunya, jadi angin dingin malam mengalir dengan bebasnya masuk ke ruang tengah. Aku tidur di ruang tengah sementara angin dengan dinginnya masuk ke ruang tengah. Awalnya aku menggigil dan hidung mulai meler, aku takut ini penyakit makin bikin keadaan makin parah *kog jadi serem gini ya ceritanya…* Tapi karena saking kelelahannya, aku pun pulas tertidur sampai adzan subuh membangunkanku.
Menuju Balkon
Pagi itu jadi hectic karena makalah masih belum selesai maski sudah dikerjakan secara kelompok. Meski badan sedikit menghangat, tapi mau gak mau makalah dan powerpoint sudah harus selesai. Soal nanti pas maju presentasi gak tahu apa yang dipresentasikan itu urusan nanti, yang penting kelar. Emergency soalnya. Akhirnya makalah selesai tapi powerpoint belum kelar dan kita harus maju. Aku, Cahyo, dan Agung karena kita sudah terbiasa berorganisasi dan bericara di depan orang, kita presentasi seperti orang kalap entah temen-temen ngerti apa gak tentang apa yang kita utarakan. Kita ngomong dengan tempo cepat seolah-olah kita seperti sudah expert, padahal pengetahuannya cethek abis.
Hari ini batas terakhir pengumpulan PKM. Untungnya urusan proposal sudah minta tolong Yudha buat ngurus semua. Tapi ternyata semua belum berjalan seperti yang diharapkan, format cover PKM-ku masih salah. Artinya aku harus benerin cover dan menjilid kembali proposalnya. Huuuuuuuuaaaaakhh…kerja 2X itu sangat melelahkan. Belum lagi sudah mepet sholat Jum’at. Aku bergegas pergi ke tukang fotokopi menggunakan motor yang udah dibikinin kuncinya pagi harinya. Tapi motor…motorku…ban depannya bocor! Kyaaaaa!!
Bodo amat dah, meski masih sedikit ada angin di bannya, aku paksakan buat berangkat jilid PKM sambil nambal motor sekalian sholat Jum’at. Peribahasanya sekali dayung 2-3 pekerjaan terlampaui dan akhirnya…Alliswell…Alliswell..semuanya berjalan semestinya dan sepulangnya dari kampus, aku manggil tukang kunci yang tadi benerin kunci motorku. Selesai, aku ambruk di kasur busa di kamar dan ngulet-ngulet dengan senyum dengan najongnya… :). Muuaahahahaa…Room Sweet Room!
Rasanya lega banget sudah melewati semuanya hari ini.
Alhamdulillah… ^,^

Minggu, 26 September 2010

Great August in Chevron Pacific Indonesia Part 1

Masih segar dalam ingatanku ketika hari-hari libur semester kemarin aku melakukan kerja praktek (KP) di PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI). Sebuah kebanggan dan Kenangan tak terlupakan ketika aku dan Alfin untuk pertama kalinya naik pesawat *hahaha…suer! gak bohong* dan mendulang ilmu sebanyak-banyaknya di perusahaan pemroduksi minyak mentah terbesar buat Indonesia itu (40% crude oil Indonesia diproduksi oleh Chevron).

Chevron Rumbai, Riau
Pose dulu di depan gerbang

















Disana aku juga ketemu dengan anak-anak yang KP dan Internship Program juga dari ITB, ITS, UI, UNRI, UPN, dan UNAND. Kita tinggal di mess selama menjalani training sebulan itu dan tantangannya selama 3 minggu kita training sambil menjalankan puasa Ramadhan. Sayang banget sebenernya karena fasilitas yang ada disini cukup komplit dari mulai voucher makan di foodcourt sampai tempat-tempat olahraga seperti pool, billiard, bowling, fitness, golf, dll. Dan berhubung puasa, tiap hari bawaannya pengen cepet balik ke mess dan menanti dengan sabar waktu berbuka puasa.
Simpang Raya, Chevron Minas
Simpang Raya, Chevron Minas

Ada Bowling Center

Ada Billiard Center













































Oh ya ngomong-ngomong soal waktu, di Riau dan Semarang beda waktunya hampir 45 menit (Semarang lebih awal). Jadi ketika di rumah buka puasa jam setengah 6-an, di Chevron hari masih sore menyengat. Namun, paling suka pas sahur, imsaknya jam 5 jadi bisa langsung siap-siap masuk kerja *meski akhirnya tetep tidur habis sahur, ;p*.
Kita mendapat training selama sebulan di Chevron, 3 minggu di beberapa bagian perusahaan yakni:

1. HES (Health, Environment and Safety)

HSE Chevron Minas Indonesia















2. Gathering Station IV (stasiun pengumpul crude oil dari reservoir minyak Minas area IV

Gathering Station Chevron Minas Indonesia















3. Welltesting facility ( pemeriksaan reservoir minyak)

Welltesting Facility Chevron Minas Indonesia
















4. Chemical Engineering Process and Treatment ( demulsifier, corrosion inhibitor, reverse demulsifier, scale inhibitor)

Laboratory Chevron Minas Indonesia 














5. Wellwork Operation ( pemeliharaan sumur minyak)

Wellwork Operation Team Chevron Minas Indonesia
















6. Submersible Pump System ( berhubungan dengan pompa minyak)

Photo dulu di kantornya






















7. Wellsite ( bikin program yang berkaitan dengan pengeboran minyak)


















8. Technology Support Laboratory


Technology Support Laboratory Chevron Minas Indonesia
















9. Minas Project Surfactant (big project-nya Chevron untuk lapangan minyak Minas menggunakan teknologi surfaktan)


Surfactant Polymer Project Chevron Minas Indonesia

















10. Reservoir management team ( kita berkunjung ke RMT Area 123, dan Kota Batak dan Petapahan), disana kita ketemu sama alumni Tekim UNDIP juga, Mas Ficky ‘99


Main Office Chevron Minas Indonesia
Foto dulu sama alumni

















Banyak ilmu yang kita dapet selama menjalani Practical Training di Chevron, khususnya disiplin ilmu di luar teknik kimia yaitu Geologi, Geofisika, Perminyakan,dll sesuai dengan sektor usaha PT. CPI yaitu exploration company. Selain ilmu akademik yang kita dapet, kita juga banyak dapet ilmu motivasi yang berhubungan dengan karir kita nanti setelah lulus. Mereka adalah contoh sebuah pencapian karir yang sukses. 

Mereka suka sharing pengalaman kerja mereka sebelum mereka settle menjadi pegawai disini. Mereka juga suka ngasih masukan ke kita ketika nanti setelah lulus tentang what should and what shouldn’t to do in our carreer.

Apa saja itu??

[Nyambung ke part 2…]

Jumat, 10 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Dear fellow readers, friends & families…
I would like to wholeheartedly say :
kartu_lebaran_1431h
"Happy Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriyah"
"Minal Aidin wal Faidzin"
"Please forgive our physical and spiritual wrongdoings. Let us all share the happiness, laughter, joy and excitement in this everlasting moment with our beloved families and friends. May we become better human beings with all the good deeds we have practiced during Ramadan.
It is a celebration and a starting point for us to have a new heart and soul to realise how important it is to maintain silaturahmi (good relations) with everyone we know, have respect for others and start a new life with good will. May Alloh The Almighty bless us all.
Taqoballahu minna wa minkum wa shiyama wa shiyamakum.
Eid Mubarak 1431H!
May the day filled with peace, joy & prosperity.
Image’s source:
http://www.isdaryanto.com/kumpulan-ucapan-lebaran-bahasa-inggris

Senin, 26 Juli 2010

Happy Birthday Mini Cornetto

Mini Cornetto turns 21 TODAY!!

 happy birthday mini cornetto
I wish you love and laughter,happiness and cheer,
I hope that you’ll have fun today… And throughout the coming year.
I hope your aspirations will become reality…
I hope you’ll be exactly what you really want to be.
But most of all I hope this birthday’s better than the rest…


…From your a special person who deserves the very best of you…

Kamis, 15 Juli 2010

After This Final Exam

Kerasa banget ngisi jurnal harianku ini jadi semakin langka. Istilahnya sekarang bukan lagi jurnal harian, lebih tepatnya jurnal bulanan. Liat aja akhir-akhir ini tiap bulan cuma satu dua biji posting yang bisa aku tempel disini. Aku juga minta maaf jika sekarang aku semakin jarang blogwalking bales berkunjung ke blog-blog punya temen-temen semua dan yang sudah ngasih komentar. Maaf…maafkan aku blogger kuper ini :(
Cukup banyak hal yang terjadi selama aku tidak nge-Blog sebulan ini. Please just lets your mouse scroll down :
1. Melata Berduka
Tanggal 3 Juli hari sabtu kemarin kita dapet kabar dari Ari, anak Wisma Melata bahwa Ayahnya meninggal dunia. Kejadiannya pukul 01.45 dan kami diberitahu baru jam 6 pagi. Kita langsung  ngabarin teman-teman lewat jarkom dan jika ada yang ingin ikut melayat bisa berkumpul di Wisma Melata. Tantangannya sekarang adalah jarak yang harus ditempuh, Semarang-Ngawi adalah jarak yang gak deket. Aku taksir bisa makan waktu 5 jam perjalanan. Jumlah yang ikut 9 orang.
Awalnya kita sudah dipusingkan tidak adanya mobil yang bisa disewa, karena jika travel akan makan biaya besar. Apalagi weekend susah banget nyari mobilnya, akhirnya kita naik bus secara estafet : Semarang – Solo – Ngawi. Akhirnya kita berangkat jam 12 siang dan sampai di Ngawi jam 8 malam, artinya 8 jam perjalanan, jauh dari perkiraan. Molor abis. Kita juga sempat ada acara terlantar di terminal Solo gara-gara penuh. Yang ini melas abis.
Meski kita gak ikut pemakamannya, paling gak kita bisa datang ke rumah duka atas nama solidaritas (berasa kaya serikat pekerja aja). Sampai di rumahnya Ari dia cerita awal mula penyakit hipertensi yang diderita ayahnya. Sampai pada poin ketika Ayahnya diajak minum kopi hingga penyakitnya kambuh. Seperti sebuah peringatan buatku yang sering neguk kopi (meski kopi instan) ini, aku jadi harus berpikir ulang buat minum kopi 3 x 24 jam *buussssseeet*.  
Oh ya ada kejadian mengerikan ketika kita balik ke Semarang. Sewaktu naik Bus Sumber Kencono menuju Solo sekitar jam 2 an dini hari tiba-tiba ada yang melempari kaca bus dengan batu. Sontak, aku yang duduk paling depan kaget mampus ketika kaca samping sopir pecah berantakan dan batu itu nyelonong aja masuk bus. Aku yang duduk paling depan kena pecahan kaca itu. Semua penumpang kaget, dan awak bus langsung berhamburan keluar mencari orang cari masalah itu, tapi berhubung jalanan sepi dan tidak ada kendaraan lain yang bisa buat ngejar, akhirnya awak bus cuman bisa mengutuki orang iseng tadi. Motifnya sampai sekarang gak jelas. Kalau mau bayangin lagi rasanya merinding juga.
2. Ujian Semester
Well ujian minggu ini udah kelar. Tinggal nunggu nilainya aja yang nongol berapa aja. Pesimis atau optimis? Ya pokoknya setelah susah payah berjibaku dengan materi ujian rasanya setelah ujian kelar enaknya gini tinggal berdo’a yang lebih khidmat dan khusyuk lagi supaya Alloh lebih memperhatikan dan merawat nilai-nilaiku dengan baik. Minta do’anya juga ding sama yang sempet baca tulisan ini, hehehe :)
3. Tragedi Cucian Basi
Layaknya anak kost yang didera ujian dobel-dobel kaya aku kemarin menjadikan kamarku menjadi kurang manusiawi untuk ditinggali, buat arena mandi kertas mungkin lebih pantas karena sampai lantai penuh dengan kertas. Yang juga sering lalai mendapat perhatian adalah : cucian. Weekend yang kemarin mumpung libur kesempatan buat nyuci baju yang udah overload di keranjang. Udah deh tuh aku taruh di ember kasih air tinggal main CS, hehehe…Sampai beberapa hari kemudian Mang Dani nyuruh buat ngurusin tuh cucian, alamak lupa!!
Kulihat air cucian sudah berwarna merah tua. Aaarrgghhh…bodong, ada satu celana yang luntur dan ketika dideketin aroma harumnya got tercium nyengat. Secara ilmiah aku sudah menerapkan teknik fermentasi pada cucianku ini dan memang sukses dengan indahnya, busuk sekali saudara saudara! Haaauuuffftt…perlu berkali-kali dibilas, dikasih deterjen, dan pewangi. Ketika sudah ngerasa mendingan baunya ilang, kutinggal bentar buat belajar ujian. Tapi semua sia-sia ketika aku tertidur dan keesokan paginya cucianku kembali membusuk lagi. Krik Krik Krik!
4. Kata-kata Bijak Muncul dari Suara yang Dibuat Rendah
Semakin banyak yang bilang ketika kamu berbicara di depan publik, presentasi di depan audiens gunakan suara terendahmu karena mencerminkan sebuah kematangan, kebijaksanaan, penguasaan, penghormatan terhadap orang lain. Benarkah itu? Aku pikir ketika kita menggunakan suara terendah, kita bisa menguasai emosi dan memilah-milah kalimat yang bisa lebih mudah dipahami orang lain. Bukan dengan pikiran yang menggebu-gebu yang segera diutarakan tanpa memilah-milah kata agar orang lain lebih mudah pengertiannya. Pernah aku mengalami hal demikian ketika berbicara di depan, suaraku tinggi, ritme omonganku cepat, dan akhirnya kecepatan  mulut ini tidak bisa menyesuaikan kecepatan otak. Aku jadi ngomong begitu random, se-random otak ini. Yah, its just my point of view, different people different opinion.
Truly thats not all, but maybe next time in more wordstorm i’ll write it down for you.
Met Weekend bagi yang udah ujian…!

Related Post :
Ujian Mid Semester dan Sepatu Kets
DegDegSer Nunggu Pengumuman Ujian
Kala Musim Ujian Datang

Jumat, 18 Juni 2010

Visiting Surabaya

Sebagai mahasiswa tingkat tiga macam diriku ini sudah saatnya disuruh melek tentang terapan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari di kampus dalam kehidupan nyata. Sebelum benar-benar terjun ke lapangan seperti Kerja Praktek (KP) sebagai pemanasan ada yang namanya Studi Industri dimana kita akan melihat dan belajar langsung alat dan proses yang ada dalam pabrik. Di angkatanku, kita mengadakan Studi Industri di kawasan Surabaya dari tanggal 8-11 Juni kemarin. First excited thing that i’ve got, bisa menelusuri jalan pantura dari Semarang-Surabaya, artinya aku akan melihat pantai di sepanjang jalan Rembang-Tuban. Pasti view-nya bagus. Inilah akibat terlalu kebanyakan menempuh perjalanan ke suatu daerah lewat jalan selatan. 
 
Bad luck-nya, bus-nya sumpek gila. Bus pariwisata yang manusiawi kapasitasnya paling banyak 44 orang, itu saja sudah susah selonjor apalagi ini diisi 48 orang jadi makin SUUUSYYAAAAAh selonjoor bung! Apesnya lagi dapet nomor kursi dimana posisi kursinya tepat di depan pintu belakang bus. Maaanttaaaafffh! Aku bisa jadi kenek sambil melambay-lambay keluar jendela jika bus pengen minggir atau nyalip dan tentunya dapat komisi dari travel, hehehe... Tapi beruntunglah dari semua kursi, punyaku lah yang bisa selonjor karena tepat di bawah undakan kalo mau naik bus. Sinting. Karena perjalanan berangkatnya malam, alhasil pas sampai Rembang-Tuban aku cuma bisa melihat bias sinar rembulan yang dipantulkan oleh riak pantai *hasyaaah, bahasanya!* Kamu tahu, aku orang yang susah sekali tidur kalau dalam perjalanan. Jalanan tidak pernah membosankan buatku, apalagi kalau tengah malam, jadi makin kelihatan rapuh *Uuuukkhhh...langsung muka dibedakin pake semen*

image 
Setan-setan penunggu kursi belakang

 
Dan inilah rangkaian acara yang aku dan teman-temanku ikuti :

1. Kunjungan PT Petrokimia Gresik
image 
Sebelum keliling liat pabrik

PT Petrokimia Gresik adalah industri yang yang bergerak di bidang pengadaan pupuk di Indonesia. Jangan salah perusahaan ini menjadi salah satu penyokong bagaimana Indonesia menjadi swasembada pangan. Ratusan ribu ton pupuk berbagai jenis dihasilkan perusahaan ini dan anak perusahaan ini ternyata banyak sekali, tidak hanya pabrik pupuk saja misalnya pestisida, benih (seed), dan banyaklah. Setelah disambut di Balai Diklat Petro kita diajak berkeliling pabrik dan ternyata pabrik ini besar sekali. Mereka punya dermaga pelabuhan sendiri sehingga kapal-kapal pembawa bahan baku ini langsung berhubungan langsung dengan pabrik. Dari kapal bahan baku dibawa dengan belt conveyor untuk padatan dan pipa untuk cair dan gas. Gak tanggung-tanggung conveyor yang ada di sana bisa mencapai berkilo-kilo meter, puaanjaaaaang banget .

image
Pasokan bahan baku dari kapal dibawa dengan conveyor ini (warna kuning)

2. House of Sampoerna
image
Cover Boy Tertunda

Dari kawasan industri Gresik kita lanjut ke Surabaya dan mengunjungi House of Sampoerna. Kita murni main-main aja disini. Yang keren disini adalah ketika kita diperlihatkan bagaimana ratusan ibu-ibu disana melinting rokok Dji Sam Soe (hanya Dji Sam Soe, kalau rokok filter pakai mesin tentunya) dengan kecepatan supersonik *lebay*. Kita seperti diperlihatkan sebuah video bagaimana ibu-ibu ini melinting rokok dengan Fast Play Speed alias dipercepat beberapa kali, padahal kita melihat langsung bukan lewat video. Sayang, kita gak diperkenankan mengambil foto disana. 

Malemnya kita mengadakan acara Malam Keakraban bersama dosen dan para alumni yang sukses. Di acara itu menjadi kesempatan kita bisa berkumpul satu angkatan dalam satu ruangan, karena maklumlah mahasiswa yang tergolong mau lulus tahun depan ini *Amiiiiiiiinnnnn!!!* sudah susah kalau mau berkumpul apalagi mata kuliah yang diambil juga sudah berbeda-beda tergantung nilai dan minat. 

Setelah serangkaian sambutan, diawali dengan karaoke. Aku, Reza, Cahyo (anak-anak Melata) sudah merencanakan mau ber-featuring dengan Kepala Jurusan kita Pak Abdullah. Kajur kita akan menyanyikan lagunya Chrisye – Damai Bersama-Mu dan kita diminta menghafal nada dan liriknya. Voila! saat kita maju ke depan kita sukses menodai lagunya Chrisye, kita dan Pak Abdullah gak ada yang hafal lirik, tempo, dimana intro, reff, interlude, everything! Padahal sudah ada contekannya, tapi tetep ancur, bubrah, malah jadi ger ger an yang nonton. Ada yang cekikikan, ada yang ketawa lebar meliat kita berempat meratapi contekan yang ada di tangan tanpa tahu kapan kita nyanyinya. Eeewww….

Itu adalah 3 menit penuh siksa buat kita, dimana sebagai karaoke penutup kita malah menghancurkan suasana malam itu. Kita nyanyi sambil terbata-bata dan suara kami bertiga mengaburkan suara Bapak Kajur kita. Kita saling berpandangan seolah tidak percaya apa yang terjadi dan tidak  berani melihat Bapak Abdullah yang mungkin juga menahan malu karena tidak hafal juga lagunya. Huhuuhuhuhu…Akhirnya lagu berakhir dan Bapak Abdullah berkata,
“Sudah selesai lagunya ya…??”
“Mohon maaf ya, gak ada yang hafal…”
Krik…krik…krik!
p.abdullah-reza-cahyo-yudi
Ada contekan, tidak bisa nyanyi. Ada yang lebih aneh dari ini??

3. PT Tjiwi Kimia Tbk
First impression ketika tiba di pabrik ini adalah areal yang ditempatinya mungkin sama luasnya dengan satu kelurahan. Waktu menuju ke gedung serbaguna pun harus muter-muter mengelilingi pabrik. Setelah sampai kita disambut sama pihak Humas disana dan dipresentasikan profil perusahaan mereka.  Ternyata perusahaan ini skalanya sudah internasional, 80% produksi di ekspor ke luar negeri dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketika aku bertanya pun komentar yang utarakan adalah betapa perusahaan ini memiliki integritas yang tinggi, semua bidang menjadi konsern perusahaan. Satu contoh, pedagang yang sering berjualan disana pun diberi seragam dan mereka hanya bisa masuk lokasi pabrik ketika jam istirahat.

Kemudian kita diajak melihat pengolahan limbah khususnya kertas disana. 60% areal pabrik dikhususkan untuk pengolahan limbah mengingat limbah industri kertas pada umumnya masih menjadi masalah lingkungan. Disana limbah dilakukan treatment tiga tahap mechanical, chemical, dan biological (microorganism). Foto dibawah ini adalah proses aerasi pada limbah untuk memberikan suplai oksigen kepada bakteri untuk memecah limbah organik agar aman ketika dibuang ke lingkungan.
 DSCN0124
Aerasi pada pengolahan limbah

4. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Kata orang WBL ini bisa dibilang Dufan-nya Jawa Timur, dan benar kalian bakal tidak menyesal pernah datang kesini. Ada lebih dari 50 wahana permainan dan rekomendasiku datanglah dari pagi hari jika ingin benar-benar puas dan mencoba semua wahana disana. Pokoknya seru disana dan WBL jadi kunjungan terakhir kita. Malam harinya kita pulang kembali ke Semarang.
Foto dulu sebelum main

Unjuk gigi, siapa yang menang??

Cah Olo minta nomor togel

Related Post :
Visiting Surabaya The Pics 

Jumat, 28 Mei 2010

LKTI SEJAWA FILM SIM BEM UNS 2010

Atau terjemahan dalam bahasa orang pinter *Suer, awalnya aku kagak tahu singkatan itu artinya apa* adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Jawa Festival Ilmiah Mahasiswa Studi Ilmiah Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2010. Aku Alhamdulillah kemarin diumumkan menjadi salah satu dari 10 finalis yang karyanya wajib dipresentasikan di hadapan reviewer (info pengumumannnya finalisnya disini). Dari 217 karya tulis yang masuk ke panitia lomba, aku bersama tim-ku menempati peringkat 5, sebuah modal awal yang aku pikir bagus untuk dekat kepada juara karena penilaian tidak tergantung dari karya tulisnya saja tapi juga dari presentasi yang dipaparkan. Finalis yang maju presentasi berasal dari IPB, UNY (2 tim), UNDIP (3 tim), UI, UNIBRAW, STAIN Purwokerto, dan UNS. Setelah DegDegSer maju presentasi dan harus berjibaku menjawab pertanyaan-pertanyaan reviewer kemarin, akhirnya hari ini akan diumumkan siapa yang terbaik.

Keikutsertaanku mengikuti lomba karya tulis ini awalnya berniat untuk mengisi waktu setelah stress setelah ujian mid semester, mumpung belum banyak materi yang disampaikan. Kesempatan ini kugunakan untuk membuat karya tulis terlepas dari hingar bingarnya kuliah. Dari facebook group Forum Studi Teknik aku membaca ada sebuah lomba karya tulis yang diadakan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertemakan tentang kearifan lokal (local wisdom). Tema yang diangkat adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya manusia Berbasis Kearifan Lokal untuk  menghadapi Era Globalisasi”. Kedengaran sama sekali tidak ada kaitannya dengan bidang ilmu yang aku tekuni sekarang, Teknik Kimia, tapi aku pikir tak ada salahnya mengikutinya karena memang waktunya cukup buat kami menyusun konsep dan karya tulisnya. Deadline pengumpulan karya tulisnya tanggal 15 Mei 2010 dan aku membaca pengumumannya itu tanggal 1 Mei 2010, artinya dua minggu kami harus berhasil menyusunnya.

Kalau konteksnya membicarakan kearifan lokal, banyak ide yang ingin aku sampaikan lewat karya tulis apalagi di kotaku sendiri, Solo, banyak menyimpan warisan kearifan yang bisa dijadikan materi dibanding Semarang yang menurutku nilai-nilai budayanya sudah tergerus oleh obsesinya untuk menjadi kota metropolitan.  Namun, diantara kearifan lokal yang aku tahu ada satu kearifan lokal yang menarikku, bukan di Solo tapi justru ada di Pulau Bali. Nyepi, banyak orang Jawa mungkin melihatnya tak lebih seperti hari libur atau tanggal merah. Tapi lain suasananya ketika kamu ada di Bali. Satu pulau serempak tenggelam dalam keheningan, kontemplasi, tanpa suara, tanpa listrik dan tanpa keluar kemana-mana.  Dan dari sana ternyata masyarakat Bali telah mengurangi emisi karbondioksida sebesar 20.000 ton, sebuah angka yang tidak sedikit. Kita tahu bahwa gas karbondioksida menjadi salah satu penyumbang besar adanya peningkatan suhu bumi dan dari global warming ini ada efek domino yang ditimbulkan disana dan ini tidak bagus untuk bumi (baca The Coming Global Storm atau nonton film The Day After Tomorrow).

Kembali ke konteks kearifan lokal Nyepi, bayangkan ini menjadi sebuah gerakan global dengan melepaskan aspek teologis dan mengambil esensinya untuk kepentingan ekologis. Kami tidak harus melakukan Nyepi seperti mereka, tapi yang dilakukan adalah selama beberapa jam tertentu untuk tidak menggunakan kendaraan, listrik, barang elektronik, intinya berhenti berasap. Dari konsep tersebut sebenarnya sudah ada kelompok pemerhati lingkungan di Bali yang menyuarakan ini, mereka menamakan gerakan ini adalah “World Silent Day”. Namun, sampai sekarang gerakan ini masih kurang masif dan mengglobal karena mungkin masih banyak tabrakan kepercayaan dari agama selain Hindu. Oleh karena itu dari permasalahan ini kami angkat dan kami coba memberi masukan.

Syukurlah ternyata karya tulis kami lolos menjadi finalis. Pengumuman finalis diumumkan tanggal 23 Mei lewat pesan singkat dan website. Kami diundang dan diwajibkan untuk mempresentasikan karya tulis kami di hadapan juri di Auditorium UNS tanggal 27 Mei. Cuma lima hari kami diberi waktu. Di grand final kami akui cukup kelabakan menjawab pertanyaan reviewer mengenai kemungkinan adanya “kepentingan” kelompok tertentu yang memanfaatkan gerakan ini untuk memberikan keuntungan kelompoknya. Sesi tanya jawab adalah momen yang paling membuatku berdebar-debar dan cukup membuat ciut nyali, meskipun aku berusaha keras untuk mengalihkan perasaan ini agar aku masih bisa jernih menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. But finally, we did.

Setelah acara presentasi malam harinya finalis diajak untuk jalan-jalan ke kota Solo menikmati wisata kuliner Galabo dan melihat wayang orang di Sriwedari. Akhirnya pengumuman juara dilakukan hari ini. Sayang, kami tidak bisa menjadi juara pada kompetisi ini. Juara pertama dipegang UI, juara kedua dan ketiga dari UNDIP (syukurlah ada dua wakil dari civitas kami yang menang). Walaupun kalah, tapi buat aku ini pengalaman berharga karena aku bertemuu dengan orang-orang yang pemikirannya sungguh tidak biasa.

Sepertinya tulisanku ini aku sambung lagi di posting selanjutnya. Cukup banyak pengalaman dan perasaan yang timbul setelah LKTI ini, dan nanti akan aku posting lagi. Sampai detik ini aku sangat bersyukur mendapat pengalaman emosi seperti ini dan aku berharap semangat ini akan terus ada dan membuatku terus berkarya. Buat teman-teman finalis, panitia terimakasih dan aku harap kita akan berjumpa lagi di kompetisi lainnya di tempat dan waktu yang spesial.

Amin.


Jumat, 21 Mei 2010

Lovely Balcony

Sudah tiga bulan kami anak-anak Melata menempati rumah kontrakan baru ini. Kami semua tinggal di lantai dua dimana rumah kontrakan ini sampai sekarang belum memiliki nomor. Spot bagus yang menjadi favoritku tepat berada di balik jendela kamarku ini ... balkon. Malam ini, dingin udara yang masuk melalui jendela telah membangunkan aku. Kututup jendela, samar terlihat kerlip lampu kota yang jauh dan kabut yang menghalangi pendaran sinar lampu. Kuputuskan untuk keluar kamar, dan duduk di balkon.

Malam terasa semakin tua, semakin dingin, dan semakin gelap. Kurasakan rindu datang meggoda bagi siapa yang malam ini sedang sendiri dan aku mulai takut dihangati rindu. Aku rindu kamu. Setengah cangkir minuman telah kuhabiskan, aku ingin kamu disini...di depanku...kita tersenyum dibalik cangkir yang kita minum lambat-lambat. Sederhana ya?! seperti penelusuran rumit tentang apa yang sebenarnya aku inginkan dan berakhir dengan suatu penjelasan sederhana...Aku hanya ingin kamu disini.

Oh entah kapan kamu mulai mengganggu di saat aku berpikir di malam-malamku. Hatiku meradang memikirkanmu ketika aku tahu kamulah yang mengisi hati ini. Kamu yang telah melengkapi sebagian hati yang sebelumnya pernah hilang. Kamulah yang menemaniku menata lagi kepingan yang sebelumnya tercecer hingga sempurna. Aku takkan meragukan khayalanku tentangmu selama hati ini membairkanmu ada didalamnya. Dingin malam kuat membuatku terjaga. Aku membayangkan lagi diriku ketika aku duduk di balkon ini, kamu berjalan melintas di bawah, betapa menyedihkan karena aku sendiri hanya bisa melihatmu pergi.

Aku tidak mengerti mengapa matamu itu bisa merangsangku membentuk bayangmu di otakku. Bisakah aku balik menghantuimu? Berklamuflase di dinding kamarmu dan mengintip di balik gantungan pakaianmu. Mengawasimu dengan satu kepasrahan bahwa tanganku tak bisa menyentuhmu. Hanya suara dan tatapku yang mampu menemanimu. Oh, aku masih tidak mengerti...Jika kamu bukan satu-satunya, mengapa kutempuh berjengkal-jengkal tanah jauhnya untuk menjemputmu? Jika kamu bukan satu-satunya, mengapa aku pernah memimpikan kamu menjadi istriku? Jika kamu bukan satu-satunya, mengapa namamu selalu menggema di kepalaku? Jika kamu bukan satu-satunya, mengapa aku sering mengandalkanmu? Jika kamu bukan satu-satunya, mengapa aku masih bertahan hingga saat ini?

Oh darling, i want to surround you with my arms. This night is never be the same without you. The night grow old and you are always looking so cold. For this time maybe i forget the real world that i knew but magically when i think of you i don’t rather sad. 

I miss you



Related Post:

Jumat, 02 April 2010

Tentang Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh dan Antek-Anteknya

Tentang Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh


Sepertinya humor Indonesia baik di TV maupun buku-buku yang dipajang di toko buku sekarang memiliki satu kejangkitan yang sama. Di layar kaca, acara komedi sekarang berbau rusuh, penuh timpuk-timpukan, seperti orang mabuk, dan semua berantakan. Ada lagi yang bikin aku sedikit kurang menyukai komedi di TV kita sekarang, main ngatain orang seenak udhel-nya (baca: pusar). Ya, begitulah...jurus ampuh membuat lelucon adalah “menyerang”. Orang akan tertawa melihat satu orang bisa menyerang dan menjatuhkan lawan mainnya. Dan memang cara ini memang cara yang paling mudah dan aman dalam berkomedi, gak perlu susah-susah mutar otak bagaimana membuat lelucon yang benar-benar lelucon. Seolah tidak ada cara lain melakukan komedi selain menyajikan adegan-adegan yang saling serang dan saling mengacau satu sama lain. Misalnya :
“Eh, muke lu udah kaya gaplek!”
“Biji kedondong, diem lo! Balik aja lo ke neraka sono!
“Eh kampret, sakit gila lo!”


Dan itu pula lah yang terjadi ketika kita baca-baca buku komedi, penulis memasukkan adegan-adegan timpuk-timpukan, mukul, jitak,dll untuk menegaskan bahwa disana ada adegan konyol yang penulis ingin ceritakan disana. Seolah penulis-penulis komedi sekarang sudah tak mampu menahan diri mereka untuk mbanyol karena mereka pengen sesegera mungkin pembaca langsung tertawa dari halaman pertama. Ada panci melayang dari kejauhan, menampar wajah orang dengan setrum nyamuk atau saling cakar atau lempar, pokoknya adegannya rusuuuuuuuuh aja. Kejangkitan yang sama pada buku-buku komedi kita yaitu dengan mudahnya para karakter didalamnya menjatuhkan, mengolok-olok orang lain. Lucu sih emang lucu, tapi buatku efek komedinya hanya sementara dan setelah itu, dalam hatiku : “kog kasar banget ya?! menohok banget ejekannya?!“. Lalu, rasa lucu itu hilang dan setelah itu lupa.



Kadang juga diceritakan adegan-adegan yang menurutku kurang masuk akal. Mungkin (ya mungkin, karena aku juga gak tahu maksud penulisnya) biar semakin lucu dan variatif dalam berkomedi, tapi sekali lagi yang ingin kutanyakan, “Apa iya mereka benar-benar melakukan hal konyol seperti itu?? Apa ini ada di kehidupan nyata??”. Kadang aku membacanya masih berpikir adegan ini gak masuk akal. Meskipun di cover, kata pengantar, endorsement, jelas tertulis bahwa apa yang ditulis disini 100% berasal dari pengalaman sehari-hari penulis, buatku ini muskil untuk dimasukkan ke logika. Aku ambil cuplikan dari bukunya Raditya Dika, Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang (2008) :
 
“Ada juga kepercayaan yang tidak menganggap anjing itu binatang haram. Contohnya saja, kepercayaan tetangga Tabib yaitu agama bernama Jipay, yaitu kepercayaan yang menyembah biji pepaya. Ritual keagamaannya simpel banget, taro biji pepaya di atas papan lalu sembahlah. Tabib pernah suatu waktu ngelewatin rumah tetangga Tabib itu eh malah disembah. Monyet, Tabib dikira biji pepaya!”


Bukan ingin mendiskreditkan Raditya Dika, banyak teman-teman disini termasuk aku sendiri juga menyukai buku-bukunya. Di blog-nya dia sebenarnya sudah meng-image-kan dirinya seperti itu, hal-hal absurd adalah image yang ingin dilekatkan pada dirinya. Tapi, bukankah gaya-gaya tulisannya banyak dipakai oleh penulis komedi saat ini?? Seingatku setelah kemunculan buku-bukunya yang best seller itu, mulai menjamur buku-buku yang bergenre sama yang ada bau-bau : Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh, Lebay, Konyol, dll. See??! Jadi terkesan monoton dan gersang akan kreativitas. Dari penerbit juga seolah mereka ingin cepat melempar buku-buku komedi yang sedang laris manis saat ini, jadinya mungkin kualitas yang ingin ditunjukkan jadi seolah kurang diperhatikan disini.



Semua sepakat bahwa lelucon yang benar lelucon itu membutuhkan kecerdasan logika. Meskipun komedinya absurd tapi semuanya haruslah bisa masuk logika. Dan logika itu paling punya sarat makna dan hikmah dari lelucon yang ingin ditampilkan. Lihat saja Kesenian-kesenian lokal yang bertema komedi, mereka melucu untuk mengkritik kehidupan sosial, politik, membeberkan hal yang bukannya membiasakan kebenaran tapi malah membenarkan kebiasaan, dll dimana disitu ada pesan yang ingin mereka sampaikan diantara tawa penonton.



Dan ternyata satu kenyataan yang baru kusadari bahwa hal ini sebenarnya gak hanya buku atau acara komedi saja, tapi juga industri perfilman negeri ini dimana sekarang semakin monoton saja genre film yang nampol di bioskop kalo gak film horor ya film tentang cinta-cintaan. Apakah sebenarnya kita itu miskin ide? Sampai muncul ide-ide cerita yang sekarang makin monoton ini? Kalau gak seperti itu apakah jalan pintasnya dengan mengkloning ide cerita dari negari lain? Semoga saja tidak.

Minggu, 21 Maret 2010

2 Tahun Nge-Blog Bro, Ibarat...

Dua tahun ibarat stasiun TV, masih belum menemukan paket acara yang bisa menaikkan rating. Mereka masih meraba segmen pemirsa yang akan menjadi target. Jadwal acara yang masih belum matang, pagi dan siang diisi dengan siaran yang apaan tahu. Dua tahun mengisi diary online aku masih berusaha untuk berteman dengan semua blogger dan mengenalkan bahwa aku disini juga mempunyai sesuatu yang sama dengan kalian : blog. Aku berusaha untuk mempersembahkan sebuah cerita, kontemplasi yang aku harap bisa memberikan “something” kepada kalian dan aku share kepada kalian semua. Kadang masih suka moody, susah untuk secara rutin untuk mengisi blog ini, suka gak tentu kapan bisa menemukan bahwa akan ada blog yang diposting hari ini *Aiihh...jujur sekali!*

Dua tahun ibarat sebuah, masih sedikit perabot yang menjejali rumah. Banyak space yang tersedia sebelum akhirnya kembali sumpek karena ketidakseimbangan antara barang terbuang dengan barang yang dibeli masuk rumah. Dua tahun mengisi jurnal online, masih sedikit konten yang mengisi blog ini. Artinya orang gak akan lama ngubek-ubek blog ini untuk mencari tahu apa saja isinya *Sok! Sapa juga yang mau ngobok-obok blog-ku*. Unless, di multiply mungkin sedikit banyak ku posting foto, video, kalendeer, dll tapi so far yah...masih sederhana lah. Hehehee.....

Dua tahun ibarat orang pacaran adalah masa ketika cukup banyak hal yang sudah dilewati bersama. Seneng, nangis, sebel, ribut gak jelas, marah...sudah pernah dialamin. Dan jika memang niatnya serius untuk sesuatu yang lebih mulia suatu hubungan itu maka pacaran akan membuat kita semakin kuat dan dewasa. Dua tahun ngisi blog sudah cukup banyak emosi yang tercipta ketika proses penciptaan setiap tulisan. Dari mulai sedih, broken, down *hahahaa...i always remember that* sampe sukacita, bahagia, jatuh cinta.

Dua tahun ibarat sebuah bayi, masih imut-imutnya, ngegemesin *wow...kaya yang punya dong!* yaa....masih suka ngiler, cengeng, minta perhatian biar disayangi, dihibur, diajak main. Dua tahun ngeblog ini adalah waktu dimana aku masih imut-imutnya *beli kresek ke toko terdekat, mau muntah khan?* Blog ini masih minta perhatian ke empunya yang punya blog nih, yang notabene akhir-akhir ini sedikit jarang menyapa dan mendekatkan diri dan hati di blog-ku tercinta. *kalian boleh bayangin aku sekarang lagi meluk dan nyium laptop*.

At least...Tuan BloggerYangBaruNgeblogDuaTahun atau seterusnya disebut Tuan BYBNDT akan make a wish.....
 
*komat-kamit*

Amien!!!!


Lalu, thanks to teman-teman blogger yang aku kagumin semangatnya buat berbagi ke kita-kita, hehehe...

See U.

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers