Kamis, 15 Juli 2010

After This Final Exam

Kerasa banget ngisi jurnal harianku ini jadi semakin langka. Istilahnya sekarang bukan lagi jurnal harian, lebih tepatnya jurnal bulanan. Liat aja akhir-akhir ini tiap bulan cuma satu dua biji posting yang bisa aku tempel disini. Aku juga minta maaf jika sekarang aku semakin jarang blogwalking bales berkunjung ke blog-blog punya temen-temen semua dan yang sudah ngasih komentar. Maaf…maafkan aku blogger kuper ini :(
Cukup banyak hal yang terjadi selama aku tidak nge-Blog sebulan ini. Please just lets your mouse scroll down :
1. Melata Berduka
Tanggal 3 Juli hari sabtu kemarin kita dapet kabar dari Ari, anak Wisma Melata bahwa Ayahnya meninggal dunia. Kejadiannya pukul 01.45 dan kami diberitahu baru jam 6 pagi. Kita langsung  ngabarin teman-teman lewat jarkom dan jika ada yang ingin ikut melayat bisa berkumpul di Wisma Melata. Tantangannya sekarang adalah jarak yang harus ditempuh, Semarang-Ngawi adalah jarak yang gak deket. Aku taksir bisa makan waktu 5 jam perjalanan. Jumlah yang ikut 9 orang.
Awalnya kita sudah dipusingkan tidak adanya mobil yang bisa disewa, karena jika travel akan makan biaya besar. Apalagi weekend susah banget nyari mobilnya, akhirnya kita naik bus secara estafet : Semarang – Solo – Ngawi. Akhirnya kita berangkat jam 12 siang dan sampai di Ngawi jam 8 malam, artinya 8 jam perjalanan, jauh dari perkiraan. Molor abis. Kita juga sempat ada acara terlantar di terminal Solo gara-gara penuh. Yang ini melas abis.
Meski kita gak ikut pemakamannya, paling gak kita bisa datang ke rumah duka atas nama solidaritas (berasa kaya serikat pekerja aja). Sampai di rumahnya Ari dia cerita awal mula penyakit hipertensi yang diderita ayahnya. Sampai pada poin ketika Ayahnya diajak minum kopi hingga penyakitnya kambuh. Seperti sebuah peringatan buatku yang sering neguk kopi (meski kopi instan) ini, aku jadi harus berpikir ulang buat minum kopi 3 x 24 jam *buussssseeet*.  
Oh ya ada kejadian mengerikan ketika kita balik ke Semarang. Sewaktu naik Bus Sumber Kencono menuju Solo sekitar jam 2 an dini hari tiba-tiba ada yang melempari kaca bus dengan batu. Sontak, aku yang duduk paling depan kaget mampus ketika kaca samping sopir pecah berantakan dan batu itu nyelonong aja masuk bus. Aku yang duduk paling depan kena pecahan kaca itu. Semua penumpang kaget, dan awak bus langsung berhamburan keluar mencari orang cari masalah itu, tapi berhubung jalanan sepi dan tidak ada kendaraan lain yang bisa buat ngejar, akhirnya awak bus cuman bisa mengutuki orang iseng tadi. Motifnya sampai sekarang gak jelas. Kalau mau bayangin lagi rasanya merinding juga.
2. Ujian Semester
Well ujian minggu ini udah kelar. Tinggal nunggu nilainya aja yang nongol berapa aja. Pesimis atau optimis? Ya pokoknya setelah susah payah berjibaku dengan materi ujian rasanya setelah ujian kelar enaknya gini tinggal berdo’a yang lebih khidmat dan khusyuk lagi supaya Alloh lebih memperhatikan dan merawat nilai-nilaiku dengan baik. Minta do’anya juga ding sama yang sempet baca tulisan ini, hehehe :)
3. Tragedi Cucian Basi
Layaknya anak kost yang didera ujian dobel-dobel kaya aku kemarin menjadikan kamarku menjadi kurang manusiawi untuk ditinggali, buat arena mandi kertas mungkin lebih pantas karena sampai lantai penuh dengan kertas. Yang juga sering lalai mendapat perhatian adalah : cucian. Weekend yang kemarin mumpung libur kesempatan buat nyuci baju yang udah overload di keranjang. Udah deh tuh aku taruh di ember kasih air tinggal main CS, hehehe…Sampai beberapa hari kemudian Mang Dani nyuruh buat ngurusin tuh cucian, alamak lupa!!
Kulihat air cucian sudah berwarna merah tua. Aaarrgghhh…bodong, ada satu celana yang luntur dan ketika dideketin aroma harumnya got tercium nyengat. Secara ilmiah aku sudah menerapkan teknik fermentasi pada cucianku ini dan memang sukses dengan indahnya, busuk sekali saudara saudara! Haaauuuffftt…perlu berkali-kali dibilas, dikasih deterjen, dan pewangi. Ketika sudah ngerasa mendingan baunya ilang, kutinggal bentar buat belajar ujian. Tapi semua sia-sia ketika aku tertidur dan keesokan paginya cucianku kembali membusuk lagi. Krik Krik Krik!
4. Kata-kata Bijak Muncul dari Suara yang Dibuat Rendah
Semakin banyak yang bilang ketika kamu berbicara di depan publik, presentasi di depan audiens gunakan suara terendahmu karena mencerminkan sebuah kematangan, kebijaksanaan, penguasaan, penghormatan terhadap orang lain. Benarkah itu? Aku pikir ketika kita menggunakan suara terendah, kita bisa menguasai emosi dan memilah-milah kalimat yang bisa lebih mudah dipahami orang lain. Bukan dengan pikiran yang menggebu-gebu yang segera diutarakan tanpa memilah-milah kata agar orang lain lebih mudah pengertiannya. Pernah aku mengalami hal demikian ketika berbicara di depan, suaraku tinggi, ritme omonganku cepat, dan akhirnya kecepatan  mulut ini tidak bisa menyesuaikan kecepatan otak. Aku jadi ngomong begitu random, se-random otak ini. Yah, its just my point of view, different people different opinion.
Truly thats not all, but maybe next time in more wordstorm i’ll write it down for you.
Met Weekend bagi yang udah ujian…!

Related Post :
Ujian Mid Semester dan Sepatu Kets
DegDegSer Nunggu Pengumuman Ujian
Kala Musim Ujian Datang

2 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers