Rabu, 24 Juni 2009

Cepu is the Oil City

Dua hari kemarin, aku dapet kesempatan bareng mahasiswa yang ngambil mata kuliah Teknologi Minyak Bumi dan Gas Alam buat berkunjung dan ngeliat langsung proses pengolahan migas di Cepu. Mata kuliah ini sebenernya mata kuliah pilihan di semester VI, sedangkan aku baru semester IV. Saat itu aku jadi perwakilan aja sih dari Himpunan Mahasiswa, karena ini kesempatan langka, aku ngemis ngemis buat dapetin satu kursi disana dan tentunya ngerogoh kocek dikit lah. Hehe..

Kunjungan pertama kita ke Sumur Minyaknya dulu di daerah Ledok, Cepu. Kita disambut lalu langsung diantar menuju ke lokasi sumur sumber minyaknya. Beberapa sumur disana udah ada sejak zaman Belanda, jadi umurnya udah 100-an tahun, dan belum abis. Dulu jumlahnya sampe 2000an sumur tapi sekarang yang masih produktif dan masih ekonomis tinggal 19 lokasi sumur, beberapa sumur yang lain dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar karena Pertamina EP yang mengelola sumur-sumur tersebut menilai sudah tidak ekonomis lagi secara produksi.


Pengambilan minyaknya menggunakan pompa. Prosesnya begini, karena minyak disini viskositas (kekentalan) cukup tinggi maka di dalam sumur diinjeksikan air untuk ngurangin viskositasnya, baru dipompa ke atas. setelah diambil, minyak ini disebut Crude Oil (minyak mentah) karena belum diolah. Crude Oil ini dialirkan ke unit separasi (pemisahan) untuk misahin air yang diinjeksikan tadi dengan minyaknya. Masih inget pelajaran SD?? kalo air dan minyak khan gak saling larut (minyak di atas dan air di bawah). Air tadi direcycle masuk ke sumur lagi dan crude oil tadi dialirkan ke scrubber lalu ke tanki penyimpan. 
 

Sumur ini udah dari jaman Belanda, dan gak tahu kapan habisnya...
Kita ngelanjutin perjalanan ke Pusdiklat Migas Cepu. Lhaaa...disini nih, lokasi pengolahan crude oil tadi menjadi kerosin, solar, bensin, aspal, dll. Kita briefing sebentar sebelum masuk lokasi kilang. Kita diajak masuk ke control room dimana semua unit operasi dipantau di ruangan ini. Setelah itu, kita ngeliat unit-unitnya, mulai dari Heat Exchanger, Furnace, Destilasi Atmosferik, Pompa, Evaporator, Kolom Fraksinasi, Stripper, Kondensor, Cooler, Separator, Tangki Penyimpan, dll. 

Di depan unit destilasi atmosferik...
Kalo ini Heat Exchanger
Produk yang dihasilkan dari crude oil ini adalah kerosin (minyak tanah), solar, residue untuk bahan bakar industri, PH Solar buat Wax Plant, dan Pertasol (Pertamina Solvent). Kapasitas produksi mencapai 400.000 liter/hari. 

Yep, kurang lebih begitulah mulai cara pengambilan minyak dari sumurnya sampe pada pengolahannya sampe ngasilin minyak tanah di rumah-rumah kalian itu dan solar buat mesin-mesin diesel. 

Hehe...gak papa ya kalo aku posting ini, itung-itung postingan penyela.

0 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers