Senin, 25 Februari 2013

Financial Planner for My Own

Financial Planning, Golden Egg in Nest
Financial Planning?

Rasanya lebih dari 5 tahun sejak blog ini dibuat belum pernah aku membahas soal perencanaan keuangan.
Terus kenapa tiba-tiba nulis tentang financial planning?

Semua berawal ketika aku masih kerja di Jakarta, setahun yang lalu. Aku tertarik dengan program radio “Financial Clinic” di Hard Rock FM yang dipandu oleh @mrshananto. Dari situ aku mulai mengenal betapa pentingnya financial planning. Meski dulu pendapatan belum seberapa tapi paling enggak aku sudah memulai menghitung pengeluaran rutin, pribadi, transportasi, dan pengeluaran untuk menabung / invetasi. Jadi paling gak aku sudah bisa mendefinisikan siapa aku dan bagaimana kemampuan ekonomiku ketika menjalani gaya hidupku saat itu.

Lalu bagaimana dengan aku yang sekarang? 
Saya single tapi not available. Umur 24 tahun. Saya mempunyai aset lancar di tabungan. Tidak mempunyai beban utang / kredit baik jangka menengah atau jangka panjang. Saya memiliki pendapatan tetap, bonus, dan THR. Dan saya masih bisa menjalani gaya hidup saya yang sekarang dengan gaji yang saya terima tiap bulannya.
Aku merekomendasikan kalian yang ingin  mendiagnosis kesehatan keuangan kalian sendiri dari link berikut :
Karena, dengan tahu kesehatan keuangan kalian sekarang berarti sudah satu langkah di depan menuju kebebasan finansial (financial freedom). Aku sendiri sudah membuat kalkulasi bagaimana mengatur portofolio pengeluaranku sendiri setiap harinya. Dan ini rule of thumb-nya : Gak usah muluk-muluk, alokasikan sejak gaji diterima MINIMAL 10% untuk tabungan / investasi.
Ketertarikanku dalam hal finance mulai mengenalkanku akan berbagai macam instrumen investasi. You know, the enemy of all human being is inflation. Kita harus berlari lebih cepat dari laju inflasi itu sendiri. Oleh karena itu, menabung saja tidak cukup. Suku bunga tabungan yang begitu rendah (kurang lebih 2,5% per tahun) sedangkan laju inflasi yang tinggi (menurut target Bank Indonesia sebesar 4.5+1% per tahun) meyakinkanku kalau menabung saja tidak cukup.
Terakhir, sebagai referensi tambahan mengenai bagaimana mengelola keuangan : Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin by Ligwina Hananto
Lewat bukunya, @mrshananto menyampaikan pesan kepada golongan menengah Indonesia (aku, kamu yang membaca ini, dan semua anak muda Indonesia) sudah saatnya kita harus “melek finance”. 
Untuk Indonesia yang Kuat by Ligwina Hananto

Buku ini menonjolkan dorongan semangat bagi golongan menengah Indonesia, golongan yang tejepit diantara inflasi dan gaya hidup, konsumtif dan minim investasi, untuk menjadi golongan yang kuat dan mampu menopang hidupnya sendiri. Definisi mengenai golongan menengah dan cara menyelamatkan masa depan golongan ini juga dibahas dengan lengkap dan menarik.

Lets Become Financial Planner for Your Own!


Related Post :

1 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers