Sabtu, 17 September 2011

In Memoriam with Mbah Tukiyat

Kejadiannya terjadi begitu cepat. Kabar estafet itu pun sampai juga ke Jakarta. Jumat siang ketika masih di kantor, dapet telepon dari Rita, adikku bahwa Mbah Tukiyat baru saja meninggal dunia. Gleg…aku langsung terdiam, masih ga percaya. Pada akhirnya aku harus mengikhlaskan beliau menghadap sang Khalik.

Ini masih bulan Syawal, hari pertama bulan itu aku masih bersama beliau dan  sempat sungkem saling bermaaf-maafan dan mendoakan buat kesehatan beliau. Setelah itu kemudian bersama keluarga besar merayakan Hari Raya Idhul Fitri.

Mulanya aku mendapat berita bahwa beliau sempat jatuh dan tulang pada bagian kakiya harus ditangani di RS Ortopedi di Solo. Berangkatlah mbah ditemani keluarga ke Solo dan menginap di rumahku. Aku di Jakarta. Selang seminggu Mbah sudah meninggal dunia.

Sekarang aku hanya tinggal di kost saja, berdoa dan selalu mengupdate kabar Mbah yang rencananya akan disemayamkan hari ini Sabtu, 17 September 2011 pukul 11:00.

 

image

SESUNGGUHNYA KAMI KEPUNYAAN ALLAH DAN KAMI KEMBALI PULA KEPADA ALLAH DAN KAMI PASTI KEMBALI KEPADA TUHAN KAMI. YA ALLAH! CATATLAH MAYAT INI PADA SISI ENGKAU DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG YANG BAIK, DAN JADIKANLAH CATATANNYA DALAM GOLONGAN YANG TERPUJI.

Melalui tulisan ini, aku ikut mendoakanmu selalu Mbah. Selamat jalan Mbah Tukiyat, aku berharap tulisan ini seakan ikut bersama keluarga lain yang mengantar hingga ke pemakaman.

 

Related Post :

Pengakuan Aku Ikan Sapu-Sapu yang Nyasar

Flight From Past To Present



0 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers