Selasa, 16 Februari 2010

Like A Reed

Sepertinya aku masih dipihaki ketidakberuntungan setelah apa yang aku dapat di periode waktu kemarin. Another failure? Mungkin. Aku baca lagi postinganku yang “Kenapa Ya Beberapa Hal Jadi Berat Buatku” dan bagaimana merasa lebih baik setelah baca “At least Aku Mencoba Ngeyakinin Beberapa Hal”. Aku setengah hati masih belum meyakini ternyata kegagalan-kegagalan ini sudah terjadi dan berulang. Jadi begini polanya, gagal --> bercermin diri --> semangat lebih baik, begitu kan?? Tapi ironisnya yang terjadi padaku bukannya fast forward to be better tapi malah rewind to be fail. Jadilah beberapa waktu belakangan adalah dimana aku menikmati lelahnya diriku tentang tidak mudahnya kehidupan ini. Kawan, nilai kuliah semesterku kemarin keadaannya sekarat.

Seketika di pikiranku berputar film berupa flashback apa-apa yang telah aku lakukan selama ini, begitu tergambar disana. Lalu, menjelma menjadi perasaan kecil, tak berguna, lelah berharap, kehilangan mood dan semangat untuk berjuang lagi. Seperti yang terjadi pada Ikal di novel Sang Pemimpi, aku telah mengecewakan ayahku. Aku kembali pulang ke rumah dan belum bisa memberi sesuatu yang membanggakan mereka. Rasanya sesak sekali, udara semakin terasa menusuk, ingin aku sembunyi, tapi aku tahu sifat lemah ini hanya sementara. Cukup kunikmati kelemahan ini sebentar dan tetap ingat untuk segera bangkit.

Aku sadar bahwa akulah satu-satunya orang yang bertanggungjawab terhadap diriku sendiri. Aku tidak bisa menyalahkan awan mendung jika hujan datang mengguyur dan aku kuyup oleh penyesalan. Pada akhirnya aku yang harus mengubah ceritaku dan semoga dunia pun kan berubah dan mengubah perilakunya untukku. Caranya? simpel, sepertinya aku harus melebihkan usahaku, ibadahku, doaku dan mengurangi perilaku yang tidak menunjukkan rasa pengormatan dan kesyukuran akan kualitas-kualitas terpuji (terdengar seperti ucapannya Mario Teguh?? Hmm...yah sedikit mendapat influence dari beliau). Mungkin terlihat terlalu general ya, detail-detail mengenai caraku diatas cukup aku tulis di otakku saja.

Lalu...seperti rumput liar, ia gemulai diterpa angin dan badai, tegar bertahan. Aku ingin jadi lebih kuat dan bereaksi anggun ketika masalah menghadang. Kemarin dunia tak seperti yang kumau, tapi tidak untuk seterusnya. Keyakinan-keyakinanku yang telah kutulis sebelumnya masih tetap kupegang, Sebagaian besar hal yang ditakutkan itu tidak pernah terjadi dan kebanyakan hal yang didengar tentang keburukan itu tidak pernah terwujud. Suatu saat nanti aku hanya tinggal mengingat rasanya mendapat masalah beginian, tanpa harus mengalaminya. So, ngapain dipikirin terus.
Keep spirit and take the best action!

Wah...sudah lama aku gak merasakan tulisan yang begitu mengalir seperti ini. Aku temukan lagi titik di dalam rumah ini yang bisa buat aku cozy seperti sekarang, ruang tamu. Seperti ngobrol dengan seseorang yang paling membuat kita nyaman untuk berbicara lugas dan meluapkan segalanya. Aku tersenyum.

Better feel today, friends. Now, i wanna be reed if the wind blows.

1 comments:

Posting Komentar

Tolong, biarkan aku mencarimu...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers