Pages

Tampilkan postingan dengan label konyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konyol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Ini Hasil Jadi Cilegon City Tour Guide

Weekend ini aku jadi pemandu wisata buat Mr. Lee Won Ki dan Mr. Lee Yong Jin (yeah semua dipanggilnya Mr.Lee). Kita melancong ke Pantai Pasir Putih Sirih di Anyer. Dan upah jadi cilegon city tour guide adalah ini :

Chamisul Soju
  • Satu soju kotak (name refer to the kotak)
  • Cash 2 SGD (Dollar Singapore)

Related Post :

 

Selasa, 16 Agustus 2011

Selalu Menghibur

Bakal kangen suasana kelas seperti ini…

tumblr_lh2gf4YiUM1qfm827o1_500


Selasa, 05 Juli 2011

Belajar Acak dan Melata Corporation

Hell yeah!
Aku sudah berusaha buat tidur jam 2 tadi dan sudah kuijinkan mataku yang telah berat ini untuk menutup hingga akhirnya adzan subuh menjadi peluit buatku untuk menyudahi perjuanganku untuk tertidur. Sesuatu yang tidak menyenangkan ketika kau sedang berusaha menenangkan otakmu setelah berjibaku dengan materi ujian semester semalam. Pikiran sudah kucel namun mata masih berbinar jernih tanpa mengantuk sedikitpun. Caffein yang kuteguk telah membunuhku.
Sesuatu yang random yang sering aku dapati ketika belajar ujian adalah :
  • Pertama aku langsung menembak buat balajar soal-jawab –> bingung dengan rumus yang tercantum pada penyelesaian –> buka textbook –> belajar example problem dari textbook –> berpikir contoh soal ini gak bakal keluar ujian dan berpikir untuk menelan mentah2 rumus yang ada. Confused smile
  • Pelajaran moral yang aku dapat ketika duduk di bangku SMP : “Ketika belajar jangan pernah melayani pikiran-pikiran atau hal-hal kecil yang tidak ada hubungannya dengan yang dipelajari”. Teori! susah juga buat dilakukan! Ada saja yang diperbuat seperti ngupilPointing up, mondar-mandir, dan ini yang bahaya : Online. Facebook, twitter, lowongan pekerjaan (tsaaaah!). Aku sarankan matikan semua hal yang erat kaitannya dengan dunia maya untuk kebaikan belajar. Berpikirlah untuk kebaikan duniawi dulu lah kawan.
  • Tertidur ketika sedang menggebu-gebu buat belajar dan terjaga ketika menggebu-gebu buat tertidur.
Doakan dapet IP 4 ya semester ini, aku membutuhkan nilai itu untuk perjuanganku selanjutnya nih, karir. Aku berharap banyak dari ujian semester terakhirku ini.
Oh ya, berhubung Melata Corporation ada Ari yang sudah kerja, Dito yang lagi ramai diinterview, Rejonk yang sibuk memperjuangkan menjadi Abang None Jakarta 2011, artinya sudah susah sekali buat kumpul komplit. Maka agenda foto bersama Melata Corporation menjadi agenda yang penting dan mendesak.
Maaf beribu maaf buat Rejonk yang tidak ada di foto ini. Beliau masih di Jakarta waktu pemotretan ini. Tidak ada muatan kepentingan berbau perpecahan. Kita sampai kakek-kakek gendut jelek nanti tetap berdelapan! Melata!
Melata (4)
Top Manager Suju Fried Chicken Hot smile
Melata (1)
Eksklusif banget!Thumbs up


Related Post :
Ujian Mid Semester dan Sepatu Kets
Aku Presiden Melata



Sabtu, 11 Juni 2011

I Am Not Hero



“I’m only a man,
In a funny red sheet.
I’m only a man,
Looking for a dream.
I’m only a man,
In a funny red sheet.
And it’s not easy…
Its not easy to be…me.”
(Five for Fighting - Superman)

For the first time in my whole time blogging, I tried to write a blog in english. Any comments related to grammar mistakes, vocabulary will not be approved (Tssaaaaaah…). Okey, I have Oxford dictionary and little help from Google Translate. This writing begins after watching The Green Hornet, the weirdest superhero movie I've ever seen.

If I had allowed to rate this movie so I can surely say that if Superman, Batman, Spiderman, X-Men includes superhero class A  then The Green Hornet is superhero class B.
Superheroes are heroes who make even bigger splashes. I grew up watching movies, following the exploits of Superman, Batman, Spiderman, the X-Men, and others of their ilk. When I was a kid, I wanted to be a superhero. Superman was my favorite (still is), but others were good too. I used to wore praying sarong at my back so as Superman costume .

Jubah Sarung (Ilustrated by ~inderkmprt)
Perhaps being superhero is impossible, but there are plenty of real-world superheroes. Firefighters and police officers are heroes. Doctors, nurses, and other medical professionals are heroes. Teachers are heroes. 
The thing that has always stuck with me about superheroes is the lonely life they lead. Both in movies and the real world, superheroes are often alone. Dedicated to their work, dedicated to humanity as a whole, they sacrifice their personal relationships and friendships. They love the whole world, which prevents them from getting too close to individuals.
Do you think the Superman ever gets lonely? Do you think, in the darkest night, he reaches his hand out, searching for a lover that has never been there? Do you wonder if he misses having grandkids to bounce on his knee, or just a friend to sit on the front porch and drink black coffee with? 
Ilustrated by : crypt-orchid.blogspot.com
It must be lonely to be a superhero, even an enlightened one.
I think that’s why I identify with superheroes, both in comic books and in real-life. I feel their pain. I know what it means to be lonely, to be different, to be an outsider. I know what it means to be misunderstood, to be taken for granted. I know what it means to be excluded, to be on the outside looking in on life. Oh yes, I know these things intimately. It’s just about the only thing I have ever known in my life.
And I think, maybe I’m just meant to be lonely. I’m not a superhero, but maybe, like them, I am meant to love humanity as a whole instead of individually. Maybe I should give up on romantic love, and just share spiritual love with all my brothers and sisters around the world. To spread the love of the divine through teaching or spreading loving kindness or doing good deeds for people in need. To show people that we are all children of the same Universe.
Maybe that’s what I’m supposed to do, but I lack the courage and the strength to be a superhero. I don’t want to be alone anymore. I’m tired of being isolated, of being excluded. I’m tired of being left behind and watching everyone else having fun from a distance.

Love Always

-= Yudie =-

Related Post :


Minggu, 05 Desember 2010

Dibalik Cita Rasa Nasi Goreng “Inovatif”

Rangkaian acara Lustrum IX (45 tahun) Teknik Kimia UNDIP kemarin sudah berasa seru semanjak pagi hari, ketika itu diadakan jalan sehat bersama seluruh mahasiswa, dosen, karyawan, laboran, dan alumni-alumni yang datang pada pagi itu. Kebanyakan dari mereka khususnya kita mahasiswa punya satu tekad, niat, dan semangat yang sama : doorprize. Lumayan lah ada sepeda, modem, TV, printer, dan masih banyak lagi. Ada juga ember, seperangkat alat mandi dan cuci, paling gak yang dapet setelah dapet punya motivasi lebih untuk mandi 2 x sehari dan gak lagi mengenakan baju kuliah yang sama 4x berturut-turut selama seminggu. 

Acara kemudian diselingi dengan lomba membuat nasi goreng. Dosen dan alumni banyak yang memberi andil dalam lomba ini, tak terkecuali siapa lagi kalau bukan dosen fisika dan PAP kita, dosen pembimbing penelitianku, salah satu guru besar teknik kimia, dosen dengan basis penggemar di semua segmen angkatan, siapa lagi kalau bukan Prof. Dr. Ir. Bakti Jos, DEA *terdengar tepuk tangan dan teriakan histeris mahasiswa*.


























Pak Jos bikin nasi goreng?? Waow. Sejak awal beliau sudah mencuri banyak perhatian mahasiswa. Sedikit-sedikit dari cara beliau membuat nasi goreng sudah membuahkan tepuk tangan dan decak kagum. Jika dilihat nasi goreng buatan beliau begitu merah merekah, that’s looks so hot!! Bibir angelina jolie yang bengkak terus dilipstik-in merah pun kalah hot sama nasi goreng ini.

-= It’s Time to Show =-
Setelah dosen dan alumni selesai berlomba membuat nasi goreng, tiba-tiba ada pengumuman untuk lomba membuat nasi goreng ini juga diikuti tiap angkatan, dan namaku disebut… Oh GOD!! *suara petir diikuti gempa bumi terdengar dari kejauhan*.
Aku maju dengan ragu tapi temen-temen meyakinkan aku,
“Udah Yud maju aja, tinggal nyampur-nyampur aja kog..”
Huahaha…aku langsung PD maju ke depan tanpa menyadari bahwa nasi goreng buatanku nanti sangat boleh jadi akan membahayakan nyawa juri dan orang-orang yang ikhlas merelakan lidahnya dimasuki benda asing yang jauh dari enak *lebay*.
Waktu lomba pun dimulai.
Aku : (Minyak goreng kutuang)
Temen-temen : Yudiiiiii kebanyakan!!…
Aku : (Kubuang minyaknya di bawah meja begitu saja)
Temen-temen : Yudiii…masukin bumbunya!
Aku : (Kuturuti kemauannya)
Temen-temen : Kurang banyak..!
Aku : AAAARGGGGGGGGHHHHHH!!! (Mulai gak sabaran)
Temen-temen : Yudiiii….Iris bawangnya!
Aku : (udah mulai kikuk campur bingung nurutin apa yang mereka bilang)
Temen-temen : Yudiiii…bumbunya gosoooongg, cepetan!! Arrhh…udah! gak usah ngiris bawangnya! Masukan nasi cepet!
Aku : (keringetan dan mulai panik)
Temen-temen : kasih kecap dan saos, awas kebanyakan!
Cahyo : Dirasain dulu Yud….
Aku : (mencampur nasi dan mengaduk-aduk dengan sedikit emosi..tanpa memperdulikan apa yang Cahyo bilang)
Temen-temen : Sekarang masukin telurnya, yudiii…
Aku : (kupukul telurnya…langsung PECAH berantakan, penonton histeris melihat atraksi berbahayaku. Kucoba lagi, akhirnya berhasil meski diikuti dengan tawa penuh kenistaan mereka)
Temen-temen : (pada kerja bakti membantu bikin hiasan dari tomat, timun, dan sayuran lainnya. Harusnya sih gak boleh, tapi mereka sudah gak ikhlas kalo aku yang lagi-lagi harus buat hiasannya juga)
Aku : (mencetak nasi goreng ke mangkok)
Juri : Tinggal 2 menit lagi!!
Temen-temen : Ayo, taruh di piring! (semua berebut ngasih hiasan, Alfin menyisipkan uang 5.000 di hidangan dengan maksud untuk menyogok juri, tapi ternyata ide-nya gak berhasil)

Voiilllaaa!! 
Nasi Goreng "Inovatif"



















Nasi goreng “Inovatif”-nya akhirnya jadi.
 Sebelum dihidangkan kita berfoto dulu. Tak lupa aku berdoa agar juri tetap mendapatkan kesehatan setelah mencicipi nasi goreng kami. Kita gak berani mencicipinya lhoo…baru setelah juri yang mencicipi baru aku berani mencicipi karena penasaran sama nasi goreng buatanku itu. Dan sodara-sodara sebangsa dan setanah air…tahu gak rasanya??!
H.A.M.B.A.R!!
Dan ternyata gak beracun lhoohh! hahaha… Sedikit menyesal tadi kenapa aku gak mencicipi dulu tadi biar tahu apa saja bumbu yang kurang.

Dari pengalaman kemarin, bagi siapa saja yang pengen aku buatin nasi goreng, aku akan mendemokannya buat kalian for free!! Hohohoho… 
SELAMAT ULANG TAHUN KE-45 TEKNIK KIMIA-ku!!
MAJULAH SELALU.


Related Post :


Jumat, 22 Oktober 2010

Ketidakberuntungan Hari Ini

Menurutku, Hal paling males dalam hidup adalah ketika harus kehilangan kunci. Mau kunci motor, kunci kamar, kunci pagar *kunci kulkas kalo sedang lapar barangkali?!*  semuanya menjadi menyebalkan ketika aku bener-bener lupa terakhir kali dimana itu kunci adalah gak keren. Serasa hidup ini berubah menjadi kelabu karena being stuck mondar-mandir ngelacak kemungkinan kunci itu tertinggal atau terjatuh.
Peristiwa ini terjadi setelah aku selesai piket jaga laboratorium dan berniat pengen pulang. Sore itu di kampus hujan dan aku nekat hujan-hujanan lari menghampiri motor kesayanganku. Sampai di motor baru kusadari aku tidak mendapati kunci motorku di kantong celana belakang dimana biasa aku letakkan kunci itu. Akhirnya aku balik ke lab mungkin tertinggal disana dan hasilnya nihil. Posisi sekarang aku sedikit panik tapi aku mencoba stay cool. Aku cari di kantin, mungkin saja waktu makan siang tadi. Ternyata gak ada yang nemu. Kemudian nanya ke Pak Kari penjaga kampus juga gak nemu. Aku cari di kelas juga gak ada. Gak kerasa sudah jam setengah enam, kampus mulai gelap, hujan masih turun. Dalam keadaan sedikit kuyup dan kelelahan mencari itu aku menjadi semakin paniiiikkk!!!
Things turns worst ketika kunci motor itu jadi satu sama kunci kamar. Lengkap berarti sudah gak bisa pulang, kalo pulang pun gak bisa masuk kamar…AArrrrrgghhhh!! Untung masih ada Willy yang juga jaga lab hari itu praktikan, aku minta tolong dia untuk nyari tukang kunci yang bisa bantuin bikinin kunci yang ilang itu. Unfortunately, semua tukang kunci sudah tutup. Aku pergi ke bengkel motor ternyata pada gak bisa benerin. Kepanikanku sekarang berubah semakin histeris. Dihadapanku sekarang tersedia 2 pilihan :
1. Pulang ke kost karena sudah capek dan meninggalkan motor yang terparkir bebas tanpa ada yang ngawasin. Resikonya cuman sangat boleh jadi hilang kalau-kalau ada maling yang kurang beruntung dan gak ada kerjaan lain selain maling *ada gitu maling yang jadi dosen?!*  nyasar ke kampus dan mengambil motor tak bertuan itu.
2. Gak pulang dan menginap di kampus sambil ngawasin motor dengan resiko sakit flu yang sedang aku derita makin parah ditambah masuk angin.
Akhirnya aku mengadaptasi kedua pilihan itu dengan menghubungi Pak Kari untuk minta ijin motorku bisa dimasukkan ke dalam gudang bahan kimia di kampus. Setelah selesai memindah motor aku akhirnya bisa sedikit tenang pulang ke kost.
Di kost, tugas nyusun makalah dan presentasi belum juga selesai. Aku harus ngebut nyelesain makalah pada malam itu juga di ruang tengah. Namun, karena aku sudah kelelahan malam itu, aku pun mau mengistirahatkan badan dulu sebelum ngelanjutin nyelesein makalahnya. Kost disini bagian balkon dan ruang tengah tidak ada pintunya, jadi angin dingin malam mengalir dengan bebasnya masuk ke ruang tengah. Aku tidur di ruang tengah sementara angin dengan dinginnya masuk ke ruang tengah. Awalnya aku menggigil dan hidung mulai meler, aku takut ini penyakit makin bikin keadaan makin parah *kog jadi serem gini ya ceritanya…* Tapi karena saking kelelahannya, aku pun pulas tertidur sampai adzan subuh membangunkanku.
Menuju Balkon
Pagi itu jadi hectic karena makalah masih belum selesai maski sudah dikerjakan secara kelompok. Meski badan sedikit menghangat, tapi mau gak mau makalah dan powerpoint sudah harus selesai. Soal nanti pas maju presentasi gak tahu apa yang dipresentasikan itu urusan nanti, yang penting kelar. Emergency soalnya. Akhirnya makalah selesai tapi powerpoint belum kelar dan kita harus maju. Aku, Cahyo, dan Agung karena kita sudah terbiasa berorganisasi dan bericara di depan orang, kita presentasi seperti orang kalap entah temen-temen ngerti apa gak tentang apa yang kita utarakan. Kita ngomong dengan tempo cepat seolah-olah kita seperti sudah expert, padahal pengetahuannya cethek abis.
Hari ini batas terakhir pengumpulan PKM. Untungnya urusan proposal sudah minta tolong Yudha buat ngurus semua. Tapi ternyata semua belum berjalan seperti yang diharapkan, format cover PKM-ku masih salah. Artinya aku harus benerin cover dan menjilid kembali proposalnya. Huuuuuuuuaaaaakhh…kerja 2X itu sangat melelahkan. Belum lagi sudah mepet sholat Jum’at. Aku bergegas pergi ke tukang fotokopi menggunakan motor yang udah dibikinin kuncinya pagi harinya. Tapi motor…motorku…ban depannya bocor! Kyaaaaa!!
Bodo amat dah, meski masih sedikit ada angin di bannya, aku paksakan buat berangkat jilid PKM sambil nambal motor sekalian sholat Jum’at. Peribahasanya sekali dayung 2-3 pekerjaan terlampaui dan akhirnya…Alliswell…Alliswell..semuanya berjalan semestinya dan sepulangnya dari kampus, aku manggil tukang kunci yang tadi benerin kunci motorku. Selesai, aku ambruk di kasur busa di kamar dan ngulet-ngulet dengan senyum dengan najongnya… :). Muuaahahahaa…Room Sweet Room!
Rasanya lega banget sudah melewati semuanya hari ini.
Alhamdulillah… ^,^

Jumat, 18 Juni 2010

Visiting Surabaya

Sebagai mahasiswa tingkat tiga macam diriku ini sudah saatnya disuruh melek tentang terapan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari di kampus dalam kehidupan nyata. Sebelum benar-benar terjun ke lapangan seperti Kerja Praktek (KP) sebagai pemanasan ada yang namanya Studi Industri dimana kita akan melihat dan belajar langsung alat dan proses yang ada dalam pabrik. Di angkatanku, kita mengadakan Studi Industri di kawasan Surabaya dari tanggal 8-11 Juni kemarin. First excited thing that i’ve got, bisa menelusuri jalan pantura dari Semarang-Surabaya, artinya aku akan melihat pantai di sepanjang jalan Rembang-Tuban. Pasti view-nya bagus. Inilah akibat terlalu kebanyakan menempuh perjalanan ke suatu daerah lewat jalan selatan. 
 
Bad luck-nya, bus-nya sumpek gila. Bus pariwisata yang manusiawi kapasitasnya paling banyak 44 orang, itu saja sudah susah selonjor apalagi ini diisi 48 orang jadi makin SUUUSYYAAAAAh selonjoor bung! Apesnya lagi dapet nomor kursi dimana posisi kursinya tepat di depan pintu belakang bus. Maaanttaaaafffh! Aku bisa jadi kenek sambil melambay-lambay keluar jendela jika bus pengen minggir atau nyalip dan tentunya dapat komisi dari travel, hehehe... Tapi beruntunglah dari semua kursi, punyaku lah yang bisa selonjor karena tepat di bawah undakan kalo mau naik bus. Sinting. Karena perjalanan berangkatnya malam, alhasil pas sampai Rembang-Tuban aku cuma bisa melihat bias sinar rembulan yang dipantulkan oleh riak pantai *hasyaaah, bahasanya!* Kamu tahu, aku orang yang susah sekali tidur kalau dalam perjalanan. Jalanan tidak pernah membosankan buatku, apalagi kalau tengah malam, jadi makin kelihatan rapuh *Uuuukkhhh...langsung muka dibedakin pake semen*

image 
Setan-setan penunggu kursi belakang

 
Dan inilah rangkaian acara yang aku dan teman-temanku ikuti :

1. Kunjungan PT Petrokimia Gresik
image 
Sebelum keliling liat pabrik

PT Petrokimia Gresik adalah industri yang yang bergerak di bidang pengadaan pupuk di Indonesia. Jangan salah perusahaan ini menjadi salah satu penyokong bagaimana Indonesia menjadi swasembada pangan. Ratusan ribu ton pupuk berbagai jenis dihasilkan perusahaan ini dan anak perusahaan ini ternyata banyak sekali, tidak hanya pabrik pupuk saja misalnya pestisida, benih (seed), dan banyaklah. Setelah disambut di Balai Diklat Petro kita diajak berkeliling pabrik dan ternyata pabrik ini besar sekali. Mereka punya dermaga pelabuhan sendiri sehingga kapal-kapal pembawa bahan baku ini langsung berhubungan langsung dengan pabrik. Dari kapal bahan baku dibawa dengan belt conveyor untuk padatan dan pipa untuk cair dan gas. Gak tanggung-tanggung conveyor yang ada di sana bisa mencapai berkilo-kilo meter, puaanjaaaaang banget .

image
Pasokan bahan baku dari kapal dibawa dengan conveyor ini (warna kuning)

2. House of Sampoerna
image
Cover Boy Tertunda

Dari kawasan industri Gresik kita lanjut ke Surabaya dan mengunjungi House of Sampoerna. Kita murni main-main aja disini. Yang keren disini adalah ketika kita diperlihatkan bagaimana ratusan ibu-ibu disana melinting rokok Dji Sam Soe (hanya Dji Sam Soe, kalau rokok filter pakai mesin tentunya) dengan kecepatan supersonik *lebay*. Kita seperti diperlihatkan sebuah video bagaimana ibu-ibu ini melinting rokok dengan Fast Play Speed alias dipercepat beberapa kali, padahal kita melihat langsung bukan lewat video. Sayang, kita gak diperkenankan mengambil foto disana. 

Malemnya kita mengadakan acara Malam Keakraban bersama dosen dan para alumni yang sukses. Di acara itu menjadi kesempatan kita bisa berkumpul satu angkatan dalam satu ruangan, karena maklumlah mahasiswa yang tergolong mau lulus tahun depan ini *Amiiiiiiiinnnnn!!!* sudah susah kalau mau berkumpul apalagi mata kuliah yang diambil juga sudah berbeda-beda tergantung nilai dan minat. 

Setelah serangkaian sambutan, diawali dengan karaoke. Aku, Reza, Cahyo (anak-anak Melata) sudah merencanakan mau ber-featuring dengan Kepala Jurusan kita Pak Abdullah. Kajur kita akan menyanyikan lagunya Chrisye – Damai Bersama-Mu dan kita diminta menghafal nada dan liriknya. Voila! saat kita maju ke depan kita sukses menodai lagunya Chrisye, kita dan Pak Abdullah gak ada yang hafal lirik, tempo, dimana intro, reff, interlude, everything! Padahal sudah ada contekannya, tapi tetep ancur, bubrah, malah jadi ger ger an yang nonton. Ada yang cekikikan, ada yang ketawa lebar meliat kita berempat meratapi contekan yang ada di tangan tanpa tahu kapan kita nyanyinya. Eeewww….

Itu adalah 3 menit penuh siksa buat kita, dimana sebagai karaoke penutup kita malah menghancurkan suasana malam itu. Kita nyanyi sambil terbata-bata dan suara kami bertiga mengaburkan suara Bapak Kajur kita. Kita saling berpandangan seolah tidak percaya apa yang terjadi dan tidak  berani melihat Bapak Abdullah yang mungkin juga menahan malu karena tidak hafal juga lagunya. Huhuuhuhuhu…Akhirnya lagu berakhir dan Bapak Abdullah berkata,
“Sudah selesai lagunya ya…??”
“Mohon maaf ya, gak ada yang hafal…”
Krik…krik…krik!
p.abdullah-reza-cahyo-yudi
Ada contekan, tidak bisa nyanyi. Ada yang lebih aneh dari ini??

3. PT Tjiwi Kimia Tbk
First impression ketika tiba di pabrik ini adalah areal yang ditempatinya mungkin sama luasnya dengan satu kelurahan. Waktu menuju ke gedung serbaguna pun harus muter-muter mengelilingi pabrik. Setelah sampai kita disambut sama pihak Humas disana dan dipresentasikan profil perusahaan mereka.  Ternyata perusahaan ini skalanya sudah internasional, 80% produksi di ekspor ke luar negeri dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketika aku bertanya pun komentar yang utarakan adalah betapa perusahaan ini memiliki integritas yang tinggi, semua bidang menjadi konsern perusahaan. Satu contoh, pedagang yang sering berjualan disana pun diberi seragam dan mereka hanya bisa masuk lokasi pabrik ketika jam istirahat.

Kemudian kita diajak melihat pengolahan limbah khususnya kertas disana. 60% areal pabrik dikhususkan untuk pengolahan limbah mengingat limbah industri kertas pada umumnya masih menjadi masalah lingkungan. Disana limbah dilakukan treatment tiga tahap mechanical, chemical, dan biological (microorganism). Foto dibawah ini adalah proses aerasi pada limbah untuk memberikan suplai oksigen kepada bakteri untuk memecah limbah organik agar aman ketika dibuang ke lingkungan.
 DSCN0124
Aerasi pada pengolahan limbah

4. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Kata orang WBL ini bisa dibilang Dufan-nya Jawa Timur, dan benar kalian bakal tidak menyesal pernah datang kesini. Ada lebih dari 50 wahana permainan dan rekomendasiku datanglah dari pagi hari jika ingin benar-benar puas dan mencoba semua wahana disana. Pokoknya seru disana dan WBL jadi kunjungan terakhir kita. Malam harinya kita pulang kembali ke Semarang.
Foto dulu sebelum main

Unjuk gigi, siapa yang menang??

Cah Olo minta nomor togel

Related Post :
Visiting Surabaya The Pics 

Jumat, 02 April 2010

Tentang Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh dan Antek-Anteknya

Tentang Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh


Sepertinya humor Indonesia baik di TV maupun buku-buku yang dipajang di toko buku sekarang memiliki satu kejangkitan yang sama. Di layar kaca, acara komedi sekarang berbau rusuh, penuh timpuk-timpukan, seperti orang mabuk, dan semua berantakan. Ada lagi yang bikin aku sedikit kurang menyukai komedi di TV kita sekarang, main ngatain orang seenak udhel-nya (baca: pusar). Ya, begitulah...jurus ampuh membuat lelucon adalah “menyerang”. Orang akan tertawa melihat satu orang bisa menyerang dan menjatuhkan lawan mainnya. Dan memang cara ini memang cara yang paling mudah dan aman dalam berkomedi, gak perlu susah-susah mutar otak bagaimana membuat lelucon yang benar-benar lelucon. Seolah tidak ada cara lain melakukan komedi selain menyajikan adegan-adegan yang saling serang dan saling mengacau satu sama lain. Misalnya :
“Eh, muke lu udah kaya gaplek!”
“Biji kedondong, diem lo! Balik aja lo ke neraka sono!
“Eh kampret, sakit gila lo!”


Dan itu pula lah yang terjadi ketika kita baca-baca buku komedi, penulis memasukkan adegan-adegan timpuk-timpukan, mukul, jitak,dll untuk menegaskan bahwa disana ada adegan konyol yang penulis ingin ceritakan disana. Seolah penulis-penulis komedi sekarang sudah tak mampu menahan diri mereka untuk mbanyol karena mereka pengen sesegera mungkin pembaca langsung tertawa dari halaman pertama. Ada panci melayang dari kejauhan, menampar wajah orang dengan setrum nyamuk atau saling cakar atau lempar, pokoknya adegannya rusuuuuuuuuh aja. Kejangkitan yang sama pada buku-buku komedi kita yaitu dengan mudahnya para karakter didalamnya menjatuhkan, mengolok-olok orang lain. Lucu sih emang lucu, tapi buatku efek komedinya hanya sementara dan setelah itu, dalam hatiku : “kog kasar banget ya?! menohok banget ejekannya?!“. Lalu, rasa lucu itu hilang dan setelah itu lupa.



Kadang juga diceritakan adegan-adegan yang menurutku kurang masuk akal. Mungkin (ya mungkin, karena aku juga gak tahu maksud penulisnya) biar semakin lucu dan variatif dalam berkomedi, tapi sekali lagi yang ingin kutanyakan, “Apa iya mereka benar-benar melakukan hal konyol seperti itu?? Apa ini ada di kehidupan nyata??”. Kadang aku membacanya masih berpikir adegan ini gak masuk akal. Meskipun di cover, kata pengantar, endorsement, jelas tertulis bahwa apa yang ditulis disini 100% berasal dari pengalaman sehari-hari penulis, buatku ini muskil untuk dimasukkan ke logika. Aku ambil cuplikan dari bukunya Raditya Dika, Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang (2008) :
 
“Ada juga kepercayaan yang tidak menganggap anjing itu binatang haram. Contohnya saja, kepercayaan tetangga Tabib yaitu agama bernama Jipay, yaitu kepercayaan yang menyembah biji pepaya. Ritual keagamaannya simpel banget, taro biji pepaya di atas papan lalu sembahlah. Tabib pernah suatu waktu ngelewatin rumah tetangga Tabib itu eh malah disembah. Monyet, Tabib dikira biji pepaya!”


Bukan ingin mendiskreditkan Raditya Dika, banyak teman-teman disini termasuk aku sendiri juga menyukai buku-bukunya. Di blog-nya dia sebenarnya sudah meng-image-kan dirinya seperti itu, hal-hal absurd adalah image yang ingin dilekatkan pada dirinya. Tapi, bukankah gaya-gaya tulisannya banyak dipakai oleh penulis komedi saat ini?? Seingatku setelah kemunculan buku-bukunya yang best seller itu, mulai menjamur buku-buku yang bergenre sama yang ada bau-bau : Dodol, Gokil, Stupid, Bego, Bodoh, Lebay, Konyol, dll. See??! Jadi terkesan monoton dan gersang akan kreativitas. Dari penerbit juga seolah mereka ingin cepat melempar buku-buku komedi yang sedang laris manis saat ini, jadinya mungkin kualitas yang ingin ditunjukkan jadi seolah kurang diperhatikan disini.



Semua sepakat bahwa lelucon yang benar lelucon itu membutuhkan kecerdasan logika. Meskipun komedinya absurd tapi semuanya haruslah bisa masuk logika. Dan logika itu paling punya sarat makna dan hikmah dari lelucon yang ingin ditampilkan. Lihat saja Kesenian-kesenian lokal yang bertema komedi, mereka melucu untuk mengkritik kehidupan sosial, politik, membeberkan hal yang bukannya membiasakan kebenaran tapi malah membenarkan kebiasaan, dll dimana disitu ada pesan yang ingin mereka sampaikan diantara tawa penonton.



Dan ternyata satu kenyataan yang baru kusadari bahwa hal ini sebenarnya gak hanya buku atau acara komedi saja, tapi juga industri perfilman negeri ini dimana sekarang semakin monoton saja genre film yang nampol di bioskop kalo gak film horor ya film tentang cinta-cintaan. Apakah sebenarnya kita itu miskin ide? Sampai muncul ide-ide cerita yang sekarang makin monoton ini? Kalau gak seperti itu apakah jalan pintasnya dengan mengkloning ide cerita dari negari lain? Semoga saja tidak.

Kamis, 28 Januari 2010

Dasanama

Hello...maap...maap lama gak nongol lagi. Baru akur sama penyakit flu yang aku derita beberapa hari ini. Bisa dibilang cukup parah, berawal dari bersin-bersin, mulai dari bersin ngeluarin bakso, ballpoint, textbook, dan pernah bersin yang keluar kulkas *catet, ini fitnah!* Lanjut sakitnya mulai nyerang tenggorokan, terus batuk, dan pilek diikuti demam.

Aku orangnya sedikit respek yang namanya obat, aku lebih percaya kalau antibodi dan kekebalan tubuhku lebih hebat daripada virus-virus ini. Tapiiii...sehari dua hari kog nampaknya bukannya baikan malah makin dibuat parah. Orangtua sudah pada ngeyel untuk segera ke dokter, tapi yang namanya mahasiswa kadang idealismenya teguh bagaikan karang di samudra *halah!*, aku tetap pada prinsipku. No Sick No Game. *terus hubungannya sakit ma idealisme?? eehhmm...buat PR di rumah!* Intinya aku gak akan nyentuh obat apalagi resep dokter.

Dua hari kemudian...
Makin demam, panas tinggi sampai-sampai bisa bikin telor mata sapi di jidat *lebayatun*.
Batuk sampai suaranya bisa bikin burung tetangga kabur *lebayyun*
Hidung makin meler dan "umbel"nya menjuntai penuh nista *lebayyinah*

Aku nyerah...


Akhirnya beli juga deh tuh sirup obat batuk di warung deket rumah. Daaaan, alhamdulillah...udah agak mendingan. Ternyata menjadi mahasiswa idealis itu gampang-gampang susah. Huhuhuhhuhh...

Sekarang aku lagi rehat bentar pulang ke Solo setelah ujian dan menunggu untuk nilai keluar *please do'ain aku jadi orang yang beruntung dari semua temen-temenku*. Mulai musim libur panjang seperti ini adalah waktu yang tepat buatku sedikit mencerahkan kulit. Karena lenganku sepertinya lebih item daripada biasanya, dan gak tahu kenapa. Aku jadi inget dulu waktu jaman SMA, ketika masih jadi junior di paskibra sekolah, senior dengan biadabnya suka memanggang kita di pagi, siang, sore, di lapangan sekolah. Tahu-tahu item aja nih kulit, dan naas-nya sepertinya gak balik lagi. Pernah dulu sampai dijuluki Danker, ada dari kalian yang tahu?? *habis ini kalian mungkin akan tahu, mungkin*

Hmm...dari sinilah aku mau bercerita tentang sebutan-sebutan apa saja yang pernah nampol dari seorang Yudie.

-= Jaman SD =-
Aku pernah dijuluki "kancil", karena aku terkenal gesit ketika banyak temen-temenku yang jadi preman kecil dan tengil itu mau berniat malak, nyiksa, dan kadang ngajak berantem. Julukanku itu cukup terkenal di kalangan preman-preman kecil dan tengil di sekolah. Bukannya pengecut, tapi ngapain juga punya urusan dengan mereka, gak ada untungnya. Itu juga yang membuat kenapa mereka males punya urusan denganku.

-= Jaman SMP =-
Waktu aku SMP, aku termasuk laki-laki dengan tinggi di atas rata-rata dari semua temen-temen sekelasku. Makanya sahabat-sahabatku kadang memberi julukan "jerapah" atau kalau gak ya "genter" (baca=batang pohon bambu) karena dulu aku berbadan tinggi kurus, simbah putri atau kakung kadang nyebut cucunya ini dengan julukan "tiger" akronim dari tinggi gering (baca=tinggi kurus).

-= Jaman SMA =-
Ada yang masih ingat tahun 2003-2004 ada sinetron yang berjudul "Dan", pemeran utamanya sampai sekarang aku lupa. Kisahnya seorang pemuda yang bernama Dan mempunyai kekuatan bisa membuat dirinya menghilang jika memakai cincin sakti. Jadilah dia tampil sebagai seorang superhero bernama Danker.

Anak-anak paskibra terutama cowok pasti imej yang keluar adalah cowok-cowok yang tinggi, gedhe, item, mirip satpam kampus. Temen-temen sekolahku kadang memberi julukan Danker, filosofinya adalah karena item, gedhe, kalau malam nih orang gak bakal kelihatan. Ketika ketemu sama temen-temen di sekolah, ada yang nyeletuk ke aku,
"Waaah, ada baju terbang!" rasanya pengen aku acak-acak mukanya, biar kusut *lha apa emang pakaian?!!*

Yep, julukan-julukan itu mungkin yang masih aku ingat, yang lain?? tahu deh...temen-temenku sendiri yang tahu. Lha wong mereka yang ngasi julukan, bukan aku dan kita juga punya nama julukan masing-masing. Impas lah. Kalian juga dari kecil sampai sekarang punya julukan dari temen-temen kalian.

Nah, mates! how many nickname do you have??

Sabtu, 07 November 2009

Kejutan Tambah Tua Ini

Sebelumnya kuucapin selamat buat Lita, Septi, Nurul, Egy, Lae, Cahyo, Willy, dan temen-temen lainnya karena BERHASIL mengerjai saya. Beneran gak nyangka. Kamis, 5 November aku kira sudah tidak ada selebrasi lagi karena kemarin ultahnya. Jadi hari itu aku bersikap seperti biasa lagi (bukan, tanggal 4 November bukanlah hari dimana aku berubah jadi bayi gorilla). Tapi ternyata dugaanku salah.

Awalnya aku merasa dipojokan sama temen-temen karena mereka menilai aku kurang dewasa dan profesional menjalankan organisasi di kampus. Klimaksnya aku dicerca abis-abisan terutama Lita, sekretaris departemenku. Habis itu Septi, temen stafku sendiri juga ikut-ikutan. Waduh...waduh...apa-apaan ini??!! Seburuk itukah aku dimata mereka?! Aku dibuat pusing dan hampir gelagapan menjelaskan ke mereka.

Cukup lama aku menjelaskan kesana kemari, temen-temen lain tiba-tiba melempariku dengan air+tepung+sedikit telur. AAARRRGGHHH!! mereka bagai jemaah haji yang sedang lempar jumroh. Begitu yakin dan gempita. Mereka melempar dengan senyum kepuasan dan kebiadaban. Dari rambut sampe sepatu, kotor penuh tepung cair (Hoek!) Tinggal mendidihkan minyak goreng, tinggal lempar, Aku siap disajikan. Yudex Goreng Special Tulang Lunak. Atau tambahkan soda kue sedikit, masukkan oven, dan roti daging manusia siap dipotong kecil-kecil. Apes.

Hhh...Hhhh...Hhhhh...Congratulation for me!

Lita ngomong, "Kalo mau ngerjain kemarin takutnya terlalu mencolok Yud, makannya kita ngerjain kamu hari ini..." sambil meringis setan. Huuuaaaaakkhhh! rasanya pengen menelan dia bulat-bulat.

Padahal sore itu aku harus bertemu dengan anak-anak 2009 yang tertarik dengan kelompok studi jurusan CESTR dan mengagendakan membuat susu dari kacang hijau (apakah terdengar seperti ibu-ibu PKK, membuat susu? definetely not) Dan aku mimpin technical meeting itu dengan badan FULL CREAM penuh tepung. Perfecto!

Oh ya, aku juga mau bilang terima kasih untuk ratusan ucapan selamat di facebook (haha, i'm so excited) beberapa di twitter, multiply, dan SMS. Aku cukup bingung membalas satu demi satu. Tapi pokoknyah aku bener-bener matur tengkyu aja buat semuanyah...hehe

Heran juga yah, udah makin tua, makin berkurang jatah hidup, makin bau tanah. Eeeehhhh...dikasih selamat. Atau mungkin agar aku yang sudah makin bau tanah ini merasa terhibur. :))

Once again, meski sekarang sudah 3 hari berlalu, aku sangat menghargai tinggi atas semua yang terjadi kemarin. Kalian luar biasa.

Thanks GuyS

P.S : Foto-foto nyusul yak!

Selasa, 03 November 2009

Ujian Mid Semester dan Sepatu Kets


Update! Update! lagi pengen ngelampiasin betapa anehnya hari kemarin. Apa saja itu? Ok, this is my recent update :

Kemarin ada dua ujian, Teknologi Separasi 2 dan Dinamika dan Pengendalian Proses. Untuk materi 2 ujian itu yang cukup cucyah buatku itu, aku udah prepare jauh-jauh hari sebelumnya dan jum'at sampe minggu kemarin itu taksempetin buat belajar (hey, kalian baca ini gak usah pake kagum-kagum gitu tho! biasa aja ). Bagian paling cucyah adalah yang soal itung-itungan, beuuuhh! sampe aku relain puasa makan sandal! Hehehe gak ding! Okeh the point is aku ngerelain ngebut belajar, fotokopi buanyak bahan, tanya temen-temen supaya bisa ngerjain tuh soal-soal. Dan ketika pukul 10:30 ujian Separasi 2 pun dimulai...

*Jeng Jeng Jeng!!*

Jabang bayi!! Aku lemes ketika megang soal yang isinya teori semua itu. Pahit Pahit! Pahit! yang aku pelajarin hampir gak ada yang keluar! Dengan terpaksa aku mengeluarkan seluruh jurus dan tenaga dalamku untuk MENGARANG. Sumprit deh ah, aku bener-bener gak ikhlas ngerjainnya tadi. Usahaku bener-bener banyak yang meleset. Soal itu sukses mempecundangiku.

Semuanya aja yang nyangkut di kepala aku tuliiiiiiiiiiiis semua disitu. Bodo amat, mau salah, mau ngewur, mau ngaco, mau keliatan cemen abis jawabannya, terserah! Yang penting lembar jawabku bisa penuh. Meskipun kalo mau diresume lagi tuh, bakal pusing ni jawaban pengennya kemana, muter-muter gitu maksudnya. Pahit bener deh!

Lanjut, singkat cerita aku gak bisa ngarepin ni ujian dapet bagus. Tapi kabar baiknya, ternyata hampir semua temen-temenjuga ngalamin hal yang sama sepertiku. Semua pada kecewa dan ada yang sampe mau mogok belajar buat ujian selanjutnya pukul 15:30. Cukup menghibur.

Abis ujian aku nyoba belajar lagi. Aku takut ujian ntar sifatnya Tutup Buku, makanya buat jaga-jaga aku ngapalin langkah-langkah soal itungan, karena sering banget tuh kaya ujian tadi yang tahun-tahun sebelumnya kebanyakan soal itungan dan merancang. Udah selesai aku dan anak Melata pada berangkat ke kampus. Ujian Pengendalian Proses pun dimulai...

*Jeng Jeng Jeng*
(suara angklung mengalun dari jauh)

Aaaarrrraaaggghhhh!!
&#@$%*?+_(*&%!!!!!!!!


Teori lagi! Aku gak punya persiapan, aku gak punya bahan gituan. Sifat ujiannya Buka Buku sih, tapi lha wong gak ada bahan yang nyambung apanya yang mau ditulis?! Aku dipecundangi dua kali! Ohhhh tidaaaaaakkk!

Nih ya, masa' ujian soalnya TEORI, boleh BUKA BUKU apapun, tapi GAK BISA?!!! Geblek. Alhasil, mengarang indah lagi sodara sodara...

Nih ujian juga gak bisa aku jagain buat bagus. Kabar baiknya, ada temenku yang punya semua bahan dari soal ujian tadi dan dia ngasih tahu ke temen-temen ketika lembar jawaban dikumpulin. Hmmmmffff.....tuh orang pengen ngajak berantem kali ya! Sial!

Satu lagi betapa kacrutnya aku hari ini, waktu mau berangkat ke kampus dan mau niat pake sepatu (ya iyalah masa mau cekeran). Aku baru inget, kalo tempo hari aku nyuci tu sepatu kets-ku dan aku jemur di depan kontrakan. Aku cari tuh sepatu kets yang bersih itu di depan. Gak ada. Aku celingukan dan muterin kontrakan buiat nyari sepatu kets yang bersih itu. Tetep gak ada. Aku mulai panik, eh gak ada men!

Aku langsung kebayang kejadian yang sering dialamin kontrakan Melata adalah kemalingan. Waduh, masa sepatu juga dicuri, apa gak ada barang yang berharga lain apa?? Akhirnya aku celingukan nyari sepatu yang gak kepake dari anak-anak Melata. Huhuhu...

Sampe balik dari kampus, aku tetep nyari lagi sepatu kets yang termasuk masih baru itu. Tapi hasilnya nihil. Haduuuh, sepatu satu-satunya lagi! Aaarrggghhhh! Mau nyeker ke kampus besok-besok?! Hell No!

Yang tersisa dari sepatu kets-ku itu cuman tali sepatunya doang. T,T aku kangen kamuwh sepatukuwh...Kembalilah kau Nak?! Pulang...pulang...Bapak pengen kamu pulang...

Pesan Moral :
Sepatu kalo udah kotor, disempetin buat dicuci ya (agak ngaco')

Senin, 12 Oktober 2009

Kemalingan Lagi dan Lagi

Duh, lama gak blogging :(. 24 jam sehari rasanya gak cukup kalo inget "To Do" list yang harus aku lakuin hari ini. Di calendar handphone-ku udah penuh dengan note dan appointment tiap harinya. Dan note buat blog sampe lupa ditulis. Okey, hari ini lagi pengen nulis yang ringan-ringan aja coz perasaan akhir-akhir ini baca recent post blog-ku tulisannya sedikit berat (okey, yang ngerasa tulisan-tulisanku cethek berat, kalian kumaafkan).

Pengen cerita kontrakan kita, Wisma Melata.  Minggu lalu, again again dan again, rumah kita disatronin maling. Biasa aja ya?! Oke aku dramatisir, KITA KEMALINGAN!! Tercatat udah empat kali terjadi pencurian di rumah ini, kurang dramatis?! aku ulangin, EMPAT KALI KEMALINGAN!!

Monyetnya, yang ini gak tanggung-tanggung barang yang ilang, satu laptop acer dan HP 3G. Sebelum cerita kenapa maling demen mampir ngambil barang disini, empat kasus pencurian ini riwayatnya sbb :

1). Aku, yang pertama kali kecolongan, hape yang baru sebulan aku beli dari temen kampus ilang di kasurku sendiri, waktu aku nonton tv di kamar depan. Ajaib.
2). Ari, nasibnya sama sepertiku, hape juga. Ilang di kamar dia sendiri, padahal cuma ditinggal bentar.
3). Cahyo, PS 2-nya ilang. Hiburan kita satu-satunya tuh.
4). Cahyo lagi, ya itu tadi laptop dan hape.

Entah apa karena kita terlalu lengah atau kali aja maling-maling sekarang udah profesional dan bersertifikat. Kita selalu kecolongan di waktu semua anak-anak ada di rumah, bukan pas kita tinggalin waktu kuliah.

Kita semua langsung syok karena tahu kita kemalingan lagi dan ini gak nanggung-nanggung barang yang ilang. Sesaat setelah itu, kita langsung mengadakan rapat terbatas guna membahas tindakan penyelamatan dan preventif. Aku dan teman-teman ngerasa kasihan melihat cahyo yang paling banyak menderita kerugian. Keputusan sementara, kita berusaha patungan buat ngeganti PS 2-nya yang ilang karena semua manfaatin itu buat refreshing. Selain itu kita juga bakal mematikan salah satu pintu di rumah ini, buat meminimalisir maling yang mau nyatronin lagi.

Semoga aja ada maling di luar sana yang sedang khilaf baca blog ini, dengan penuh kerendahan hati kita pengen bilang :
"Mas balikin dooooongg, pliiiiiissss...kita mahasiswa papa, tak punya apa-apa, satu barang yang dikembalikan dari anda sangat berarti bagi korban-korban anda, huhuhu"

Senin, 24 Agustus 2009

Under Mosquito's Attack

Kalo bulan Ramadhan tiba suka gak suka aku harus mengeset ulang aktivitas harian. Terutama waktu tidur. Jam 11 adalah waktu dimana aku seharusnya sudah berada di atas kasur (catet ya, kasur! bukan WC) karena jam 3 pagi harus sudah melek buat sahur. Pada malam tadi seharusnya aku sudah sampai di Kepulauan Bahama buat jadi juri pada malam pemilihan Miss Universe 2009 (ngarep). Tapi kepergianku di sabotase oleh sekawanan nyamuk yang tidak tahu untung dan gak ikhlas liat orang seneng.

Satu hal yang paling aku benci ketika pulang ke rumah, disini nyamuk populasinya unlimited. Tidak seperti kontrakan di Semarang, mau berbalut celana pendek dan kaos daleman, nyamuk gak ada selera dengan darah segarku, kalaupun ada aku yakin mereka khilaf melakukannya. Aku berpikir sebanyak itu nyamuk-nyamuk itu kamu bunuh, sebanyak itu pula mereka masuk rumah. Gak ada habisnya. Ada beberapa diantara mereka yang mungkin saja menyambut selamat datang kepadaku. Mereka sudah tak sabar dengan aroma darahku. Dengan mengikat celemek dan mengasah mulut runcing yang menyebalkan itu, malam itu mereka menunggu makan malamnya terlelap.


Aku yang sudah hafal dengan situasi ini biasanya sebelum tidur harus cukup bersiap diri sebelum tidur. Yang wajib pakai biasanya sarung dan sweater lengan panjang. Oh ya, satu lagi kaos oblong putih buat nutupin kepala (Hmmm?!!). Justru yang satu itu penting karena sasaran empuk nyamuk-nyamuk itu buat gangguin tidur adalah sekitar kepala, khususnya kuping. Kain yang kupilih putih warna putih karena nyamuk demen banget sama warna-warna gelap apalagi hitam. Waktu tidur aku pastikan posisi hidung tidak dalam jangkauan nyamuk-nyamuk keparat itu karena gas karbondioksida yang kita keluarkan mengundang perhatian nyamuk. Ribet gila gak tuh?! Well memang begitu keadannya.


Buat aku sendiri, aku sangat selektif terhadap posisi tidur yang enak plus tidak dihabisi nyamuk. Pengen sih niru posisi tidurnya Rasululloh dengan posisi lambung berada di bawah, tapi nyamuk-nyamuk itu yang menghancurkannya. Hmmff...Allah Maha Melihat dan tahu derita apa yang dialami hamba-Nya ini.




Mesti pada bilang, kenapa gak pake lotion atau obat nyamuk bakar atau kipas angin?? Kujawab, aku gak doyan ama yang begituan. Pernah sekali nyoba, hasilnya sukses buat aku gak bisa tidur semaleman. Sepertinya aku memang dari alam suruh beradaptasi pada langkungan bernyamuk seperti ini, No Lotion No Obat Nyamuk Bakar No Kipas Angin. Bener-bener tradisional.

Ketika nyamuk-nyamuk itu mulai menyerang, aku mencoba cuek dengan dengungan sayapnya. Tapi, kalau dirasa begitu dekat, tanpa ba bi bu lagi...
PLLAAKK!!
Nyamuk itu metong gepeng di jidat.
Lagi...
PPLLLAAAAK!!
Satu lagi nemplok di pipi.
Lagi aaah..
PUUCCKK!!
Jidatku sakit karena tamparanku gak ngenain sasaran.

Dan seterusnya, aku gagal buat gepengin mereka. Yang ada malah aku gak tidur-tidur dan rasa sakit di sekitar kepala. Kuputuskan untuk mengakhiri perburuan. Aku khawatir bangun-bangun sekeluarga kaget melihat anaknya punya wajah bengkak dan memerah.

Udah jam 1, dua jam lagi sahur. Cukuplah buat microsleeping, pikirku. Satu dua menit...setengah jam...AAAAARRRRGGGHHH....Gak bisa tiduuurrr!! Damn. Akhirnya aku ikhlas melepaskan kebahagian tidurku pada nyamuk-nyamuk keparat itu. Aku mengibarkan bendera putih kepada mereka, aku menyerah.



Lalu sahur, sholat subuh. Tadarus dikit. Daaaaaaan molooooooorrr....

Bangun-bangun udah adzan dzuhur.
Huuuaaaaaakh....Tidaaaaaak!!
Apa dosaku??!!
kenapa ini terjadi di kehidupanku??!!

Sabtu, 18 Juli 2009

Calo Tiket Harry Potter

Kamis kemarin, film Harry Potter and the Half Blood Prince tayang premier di Semarang. Berhubung kita besok juga selesai ujian mereka ngebet mau lihat premiernya hari itu. Mereka minta tolong aku buat ngantriin tiket. Why Me?! Technopreneurship abis ngadain kegiatan try out kemarin defisit, artinya kita muter otak gimana caranya buat nutup kerugian itu. Mereka mau dukung kegiatan dana usaha kita. Salah satunya dengan usaha ini, jualan tiket bioskop. Harga per tiketnya sebenernya 15.000, tapi mereka mau deh kalo aku jual 18.000. 

Pagi jam 10 aku ke Citra21 Mall Ciputra, niatnya kalo pagi kemungkinan bisa dapet kursi belakang. Nyampe disana, Buussseeet antriannya...!! sampe keluar studio. Akhirnya sama satpam antrian diputer-puter kaya ular biar muat banyak jangan sampe mbludhak keluar. Oke bagus, aku paling belakang dan aku gak tahu aku dapet kursi apa kagak! Bener-bener saat saat yang nyiksa, berdiri ngantri dan bakalan berjam-jam. Untung di tengah aku ngantri, ketemu Galih temenku. Dia bersedia ngasi antriannya ke aku sedangkan dia ngikutin pacarnya yang juga ngantri dan udah keliatan bakal dapet tiket. 

Aku ngeliat sekelilingku, antrian gak susut sedikitpun. Aku ngelirik belakangku, udah pasang muka gak sabar. Jadi ngerasa gak enak, hihihihi...tapi mau gimana lagi. Memang dunia kejam kawan! hahaha...Kawan, asal kau tahu, aku ngemban tugas maha berat, ngebawa 23 orang yang ngebet nonton Harry Potter hari ini ( mode lebay diaktifkan! ).

Mas yang di belakangku itu ternyata belum abis naasnya. Muncul temen kampus juga yang pengen liat hari ini, dia pengen nitip ke aku, jumlahnya 11 orang. Aku gak masalah, tapi mungkin jadi bencana buat Mas belakangku dan orang-orang di belakangnya. Aku jadi pengen berpidato : 

Sodara Sodara Sebangsa dan Setanah Air...
Dari Miangas sampe Pulau Rote...
Dunia ini Memang Kejam!! hohoho...

Dari jam sepuluhan aku ngantri, jam setengah satu aku baru bisa berdiri di depan mbak loket. Sebentar kujumlah dulu ya, berapa yang ikut : 
23 + 11 = 44
Dengan percaya diri tinggi, inget buanyaknya tiket yang kubeli, aku sama temenku yang nitip tadi berkata pada mbak loket di seberang meja,

Aku : Mbak Harry Potter jam 18.10
Mrs. Loket : Bentar ya Mas...
sesaat setelah komputer loading, dan nampilin denah tempat duduk
Mrs. Loket : tinggal kursi depan, tuh
Aku : Coba yang midnight mbak..
loading komputer lagi, keliatannya masi cukup buat 44 orang.
Mrs. Loket : Mau berapa orang Mas??
Aku : empat empat mbak...
Mrs. Loket : empat orang J, empat orang K gitu ya?!
Ngerasa aku dan mbak loketnya salah paham, aku malu-malu tapi napsu, aku jelasin ke mbaknya,
Aku : empat puluh empat orang mbak...Heeeee!
Mrs. Loket : Haaakh???? apa?? 44 orang??
Orang di Citra21 : APA??!! Ngawur! 44?!!
Aku pengen nutup kuping sebenernya
Aku : Aduuh, bentar ya...
  Kursi J,K,L gimana? 
Aku : Gak apa apa mbak (aku udah pengen buru-buru cabut dari situ)
Lima menit kemudian,
Mrs. Loket : Okey mas, 44 orang Harry Potter jam 21.00. 
  660.000 semuanya Mas...
Aku : (ngerogoh dompet) Loh kog, duitnya kurang ya?!
Temenku yang nitip : Masa kurang?! Bawa duit berapa?!
Aku : Pinjem 200.000 dong, kurang nih...
Temenku yang nitip : Nih (sambil ngeluarin duit 2 lembar seratus ribuan)
Aku : Nih mbak 660.00 (nyerahin duit sambil bertanya-tanya kenapa bisa kurang)

Setelah transaksi yang penuh misteri itu, tinggal rintangan terakhir yang musti dilewati :
Orang-orang yang udah menyimpan dendam karena aku udah nguras abis tiket nonton premier.

Aku dengan muka tembok ninggalin mereka, yang MUNGKIN bakal kecewa karena kursinya udah abis. Sekarang, yang perlu diselesaikan adalah urusan duit. Aku sama temenku tadi nyoba ngitung lagi. Aku nyoba berhitung lagi,
23 + 11 = 44 kan?!
44?!
44...
44!!!!!!!!!

Aaaaaaaarrrrrggggghhhh....!! Kyaaaaaaaaaaa....!! (High lebay explotion)
Harusnya khan 23 + 11 = 34!!
Geblek!
Berarti lebih sepuluh tiket dong??!!
10 x 15.000 = 150.000
Aku bisa makan bakso 20 porsi lebih!!

Temenku nyaranin buat ngejualin ke orang-orang yang lagi ngantri. Mungkin aku bisa berdamai dengan mereka dengan ngejualin beberapa tiket ini. Okey, akhirnya kita di dalam bioskop mendadak jadi "Calo Tiket Harry Potter". Itulah sebutan yang gak berlebihan buat kita. Ternyata agak susah juga, kita cuman dapet mangsa 3 orang yang mau beli tiket kita. Akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri perburuan penonton film hari itu. Aku janji bakal ngembaliin duit 200.00 yang kupinjem tadi. Sebenernya tadi banyak yang pengen ikut nonton, tapi berhubung duitku dan duit temenku cuman nyukup buat 23 orang, ya aku cuman bisa beliin segitu. Tapi, berhubung sekarang ada tiket berlebih, gantian aku yang ngajakin mereka buat mau nonton bareng. Akhirnya tiket-tiket ini ada yang beli juga.

Teater main jam sembilan dan selesai jam setengah 12 malem. Kita pulang berkonvoy di jalan, karena banyak cewek yang ikut dan takut pulang sendirian. 

NB : 
Seumur hidup baru pertama kali aku naik motor matic, kemarin waktu berangkat nonton, aku boncengin temenku yang pake Vario, sukses aku kaya orang prasejarah karena gak tahu gima cara ngidupin motor. Sekarang aku tahu kalo mau ngidupin motor matic itu pake rem dan pencet starternya. Daaaaaaan, gak ada perseneleng disini, cuman main gas doang. Hahaha...kacrut sumpah, tapi enak kog ngendarainnya. Hehe...


Jumat, 03 Juli 2009

Pemilu dan Penghinaan Buat Indonesia

Halo semua! Pemilu tinggal 5 hari lagi dan tahu apa yang terlewat?? Aku belum tahu satupun visi misi atau program kerja yang mereka kampanyekan...KPU bakal menghela napas dan ngeliat dengan penuh iba kalo tahu aku gak pernah nyetel saluran TV pemilu yang sebenernya banyak nayangin debat-debat Capres dan Cawapres. Apalagi sekarang kampanye udah kelar, akhirnya aku masih bingung milih siapa. Ya ampuuun...

Ini gara-gara TV jarang difungsikan buat nonton Capres dan Cawapres berkampanye, kalo gak buat main WE, Need For Speed, ya Naruto. Awal mulanya pada nonton acara di TV, tahu ada acara debat Capres, mereka langsung ngidupin PS. Semua penghuni wisma Melata (wismaku) masih pada ngeblank kalo udah ada yang nanyain, mau milih sapa pas Pemilu entar...?!

Kompak kita jawab, 
Mari kita tanya galileo...
Jeng Jeng Jeng! (keinget kuis Indosat Galileo jaman dulu)
Seteleh benerin kacamata dan meresapi pertanyaannya..Galileo menjawab,
Bertanyalah pada rumput yang bergoyang? atau biarlah waktu yang akan menjawab...Huhuhu...

Itulah yang menjadi alasan kuis Galileo itu dihentikan tayangannya.

Honestly, aku condong milih antara JK dan SBY. JK punya background pengusaha , sedangkan SBY latar belakangnya militer. Keluargaku semuanya fanatik abis sama pak SBY. Bapakku yang notabene lahir di Pacitan, sama dengan tempat kelahiran SBY ngerasa punya jiwa daerahisme Pacitan bakalan dukung habis-habisan. Dan itu diamini oleh ibu, dan 2 adikku meski yang paling kecil, Rita masih kelas 4 SD dia udah ngefans abis sama SBY.

_________________________________

Satu lagi, temen-temenku sekarang pada ribut-ribut ngebahas tentang adanya blog yang memaki dan menghina habis-habisan tentang negara kita Indonesia. Idiot, sakit, edan, kurang ajar, isi tulisannya bener-bener menjatuhkan bangsa kita, banyak sekali yang diplesetkan dan berita yang sebenernya cuman dikutip sepotong-potong lantas dikritisi dan dicaci habis-habisan. Misalnya :

Semboyan Bhineka Tunggal Ika diplesetin
Pancasila dijatuhkan
Lagu Indonesia Raya diplesetin
Indonesia ditulis INDONESIAL
Tokoh-Tokoh Bangsa dihina.
dan masih banyak lagi...

Beberapa yang aku kutip disini :

Cogan kata: "Bhinneka Babi Tunggal Ikat" (Bahasa Jawa Kuno) 
"Bertatu dalam kemiskinan" 

Ideologi: Pacat yang silap 

Lagu: Indonesia Miskin 

Ibu negara miskin 
(dan bandar raya terbesar) Jakurta 

6°10.5′S, 106°49.7′E 

Bahasa rasmi Bahasa Indonesial 
(Di curi dari Bahasa Melayu) 

Kerajaan Republiko Tamak 

- Presidento 
Susilololo Bodo Yudhoyonoi 

- Naib Presidenty 
Jusuf Selalu Kalah Perang 

Kemerdekaan 
- Diisytiharkan 17 Ogos 1945, sebelumnya: DiHina Belanda 
(Hindia Belanda = Dihina oleh Belanda) 
- Air (%) 4.85 
Penduduk 
- Anggaran 2005 222,781,000 (semua budo) 
- Banci 2000 206,264,595 
KDNK (PPP) 
Anggaran 2005 
- Jumlah US$977.4 bilion (tiada wang mahu beli kapal perang) 
- Per kapita 
US$4,458 (amat terlalu miskin) 
HDI (2004) 
▲ 0.711 (sederhana) (108) 

Mata wang 
Rupiah (IDR) ( 1 juta rupiah = 300 ringgit) 
Matawang diambil daripada RUPEE India 
Rupiah Indonesial ditiru daripada RUPEE India 
Indonesial Maling, nama mata wang pun mahu ditiru 
Maling sungguh Indonesial ni, memang sial. 
Hina Sungguh Matawang Rupiah Indon ni 

Zon waktu pelbagai (UTC+7 to +9) = WAKTU KIAMAT 

Internet TLD .id (indonesia dungu dol)

                                                                    *****

Tolong bagi yang ngebaca posting ini, masuk ke situs http://indonesiasukarno.blogspot.com/ dan silahkan dikomentari sendiri-sendiri. Kalo perlu kasi tahu blogger lain, tentang ini. 

Dilihat dari tatabahasanya sih seperti bahasa orang Malaysia, keliatan juga dari isi kontennya juga ngebangga-banggain negara Malaysia. Beberapa tulisan yang ngebahas tentang hubungan dua negara ini misalnya, daerah ambalat, TKI, Ganyang Malaysia, dll.

Bener-bener sakit yang bikin tulisan itu!!. 


Minggu, 21 Juni 2009

Swasembada Gombal

Hari minggu waktunya bersih-bersih kamar setelah berminggu2 (berminggu2 what?!!) kamarku gak pernah tersentuh sapu atau kemoceng sekalipun. Hari ini harus diniatin meski niatnya kemarin malem dan baru bisa dilaksanain sore-sore begini. Hehehe...Dazar Keledai!

Ketika bersih-bersih beres dan siap-siap mau ngebuang sampah, aku bener-bener takjub ngeliat di sekeliling teras kontrakan beberapa pakaian yang teronggok lemas dan kotor (ceileh bahasanyo?!!). Aku baru sadar, ini pakaian anak-anak Melata yang kemarin-kemarin dijemur tapi lupa diangkat dan akhirnya kehujanan lalu karena angin, jatoh ke lantai dan kehujanan lagi (busyeeet menderita amat tuh baju!).

Gak sampai disitu, karena udah kotor dikirain anak-anak itu gombal. Ya udah, akhirnya tuh baju nasibnya berakhir di kaki-kaki anak-anak kontrakan. Jadi keset anak-anak kalo mau masuk rumah. Pada hari itu juga si pakaian-pakaian itu ditakdirkan ama anak-anak Melata tuk jadi gombal rumah.

Owh...andaikan aku malaikat gombal...
(yaelah yud, cethek banget sih permohonanmu, masa malaikat gombal, bagusan dikit knapa? malaikat kolor kan mentereng, heee...)
Once again, andaikan aku malaikat gombal, aku akan mengangkat derajat gombalisti (istilah buat kaum gombal) agar gak lagi diinjak2. MERDEKA!!

Wuiihh gila Bo'..yang awalnya pakaian yang bagus dan mahal itu biasa dipake di badan, sekarang langsung banting stir jadi kain gombal. Macemnya pun buanyak banget, ada gombal dari kemeja, kaos oblong, kolor, sarung, handuk, kaos dalem, kancut (what kancut??! Sejak kapan kancut naik jabatan jadi gombal??!)

Yang jelas nih ya, itu semua jelas bukan punyaku. Punya anak-anak Melata yang orangnya seneng nyuci dan jemur tapi males ngangkatin dari jemuran (orang yang aneh!).

Hooreee...Hoooreee...(lebay kumat, gara-gara keabisan obat mencret)
Sebagai Presiden Melata, dengan ini saya nyataken...

Bulan ini kita mencanangkan swasembada gombal!!
LANJUTKAN!!
Dan bulan depan kita akan ekspor gombal!!
LEBIH CEPAT, LEBIH BAIK!!
Hahaha...Salam Pramuka!!




_____________________________



SELAMAT HARI AYAH...!
I love U Dad...
(Makasih atas kiriman duitnya kemarin,hehe...tahu aja lagi bokek)



Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers