Pages

Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

The Random Stuff

Semuanya berbalik, seakan tak normal, you get me paralyzed. Merasakan sesuatu yang asing namun ingin terus merasakannya. Saat aku bersamamu, mendengar suaramu, aku merasa berani sekaligus takut, aku merasa kuat sekaligus tak berdaya, merasakan perasaan lega namun juga dihinggapi perasaan mencekat, dan merasa sempurna dan tak pantas dilihat pada saat yang bersamaan.

Dan, saat aku mencoba menyadari apa yang membentang diantara kita, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi suatu saat nanti genggam erat tanganku dan buat dunia cemburu. Seakan tak ada yang merasakan hal yang sama. Anggap saja aku itu kita. Karena pasti dia merasakan hal yang sama, bukan?! Tentu saja, kami satu hati.

Please answer, the faster you attempt to heal from something painful, the more frequently it tends to haunt you? Everything seemed to happen in slow-motion, yet it all happened so fast, I barely had time to think. A hundred trains of thought raced through my heart.

Saat ini aku hanya ingin menangkap apa yang pernah aku rasakan waktu itu. Aku berdiri dan bertahan di tempat itu, segala hal menjadi tak pasti, tak nyaman, ini berat, ini perjuangan, ini pengorbanan, ini kisah, ini kenangan, ini buruk. Komunikasi yang terjadi tak lebih dari tatapan mata dan bahasa tubuh…and I’d be a total liar if I said I wanted to let go. But I knew I had to. I am you and you are me, of course we are one heart.

Night Empty Street


Kamu bilang, kenapa mencari kekurangan dari hal yang telah kita syukuri dimana kita bisa bersama. Aku sedang berusaha menjernihkan pikiran. Ini seperti membuang pahit sisa yang manis. Dan aku duduk dan berpikir, tapi aku tak mampu berpikir tentang sesuatu seperti ini sehingga aku bisa saja mengabaikannya. And it actually works, I feel better already. Life is way too short to worry about the past, and I for one, don’t have time for anxiety.
"We are the perfect couple, we’re just not in the perfect situation"

-Joey Rivett-





Related Post :

Selasa, 16 Februari 2010

Like A Reed

Sepertinya aku masih dipihaki ketidakberuntungan setelah apa yang aku dapat di periode waktu kemarin. Another failure? Mungkin. Aku baca lagi postinganku yang “Kenapa Ya Beberapa Hal Jadi Berat Buatku” dan bagaimana merasa lebih baik setelah baca “At least Aku Mencoba Ngeyakinin Beberapa Hal”. Aku setengah hati masih belum meyakini ternyata kegagalan-kegagalan ini sudah terjadi dan berulang. Jadi begini polanya, gagal --> bercermin diri --> semangat lebih baik, begitu kan?? Tapi ironisnya yang terjadi padaku bukannya fast forward to be better tapi malah rewind to be fail. Jadilah beberapa waktu belakangan adalah dimana aku menikmati lelahnya diriku tentang tidak mudahnya kehidupan ini. Kawan, nilai kuliah semesterku kemarin keadaannya sekarat.

Seketika di pikiranku berputar film berupa flashback apa-apa yang telah aku lakukan selama ini, begitu tergambar disana. Lalu, menjelma menjadi perasaan kecil, tak berguna, lelah berharap, kehilangan mood dan semangat untuk berjuang lagi. Seperti yang terjadi pada Ikal di novel Sang Pemimpi, aku telah mengecewakan ayahku. Aku kembali pulang ke rumah dan belum bisa memberi sesuatu yang membanggakan mereka. Rasanya sesak sekali, udara semakin terasa menusuk, ingin aku sembunyi, tapi aku tahu sifat lemah ini hanya sementara. Cukup kunikmati kelemahan ini sebentar dan tetap ingat untuk segera bangkit.

Aku sadar bahwa akulah satu-satunya orang yang bertanggungjawab terhadap diriku sendiri. Aku tidak bisa menyalahkan awan mendung jika hujan datang mengguyur dan aku kuyup oleh penyesalan. Pada akhirnya aku yang harus mengubah ceritaku dan semoga dunia pun kan berubah dan mengubah perilakunya untukku. Caranya? simpel, sepertinya aku harus melebihkan usahaku, ibadahku, doaku dan mengurangi perilaku yang tidak menunjukkan rasa pengormatan dan kesyukuran akan kualitas-kualitas terpuji (terdengar seperti ucapannya Mario Teguh?? Hmm...yah sedikit mendapat influence dari beliau). Mungkin terlihat terlalu general ya, detail-detail mengenai caraku diatas cukup aku tulis di otakku saja.

Lalu...seperti rumput liar, ia gemulai diterpa angin dan badai, tegar bertahan. Aku ingin jadi lebih kuat dan bereaksi anggun ketika masalah menghadang. Kemarin dunia tak seperti yang kumau, tapi tidak untuk seterusnya. Keyakinan-keyakinanku yang telah kutulis sebelumnya masih tetap kupegang, Sebagaian besar hal yang ditakutkan itu tidak pernah terjadi dan kebanyakan hal yang didengar tentang keburukan itu tidak pernah terwujud. Suatu saat nanti aku hanya tinggal mengingat rasanya mendapat masalah beginian, tanpa harus mengalaminya. So, ngapain dipikirin terus.
Keep spirit and take the best action!

Wah...sudah lama aku gak merasakan tulisan yang begitu mengalir seperti ini. Aku temukan lagi titik di dalam rumah ini yang bisa buat aku cozy seperti sekarang, ruang tamu. Seperti ngobrol dengan seseorang yang paling membuat kita nyaman untuk berbicara lugas dan meluapkan segalanya. Aku tersenyum.

Better feel today, friends. Now, i wanna be reed if the wind blows.

Minggu, 25 Oktober 2009

Something About You That Makes Me Love

Lagi pengen nulis tentang cinta. Tapi ajaib, hasrat itu justru dateng di saat aku lagi serius ngerjain laporan praktikum. Aku baru sadar, gak perlu kesunyian untuk membuatmu merenung, gak perlu didahului dengan baca-baca tulisan-tulisan cinta untuk memberimu inspirasi. Pikiran itu mengalir, bergetar, dan menggoda untuk diungkapkan (Hwaaa! lebay ternyata, ) Aku sekarang, meskipun tangan lagi sibuk nyalin masteran praktikum, pikiranku malah berkeliaran melayani hal-hal yang gak ada sangkut pautnya dengan apa yang kutulis.



Ada yang bilang, cinta itu adalah persahabatan yang menggelora. Waktu pertama kali aku mendengar ungkapan itu, aku tersenyum. Klop banget dengan apa yang terjadi denganku. Teman seperjuanganku sejak masih menjadi mahasiswa baru kini menjadi orang yang paling sering mendengar keluhanku, obsesiku, keabsurdanku, menerima semua kekonyolanku, mengingatkan agenda penting yang harus datang, membantu mengkopi bahan untuk kuliah, dan dia selalu membuatku membutuhkannya.


Ya, aku harus mengakuinya bahwa pepatah jawa itu sangat masuk akal. "Witing tresna jalaran saka kulina", cinta itu tumbuh karena terbiasa, dibiasakan, membiasakan, atau apapun kau bisa menambahkan imbuhan dengan kata itu. Kita sudah terbiasa dekat, kita sudah dibiasakan untuk bersama, dan sekarang kita tahu dengan apa yang kita punya ini kita harus membiasakan lagi untuk bekerja bersama (dalam arti bukan untuk cinta).

Namun, terbesit juga pikiran, apakah dia...orang yang kamu cintai?? For now, i make it sure yes! There's something about the way you smile and the way you care about your family i like most from you. When i asked her, does she have a kind of strong feeling about this person she love? Her answer made me proud.

Karena biasanya cewek punya insting kuat, semacam radar (jangan dibayangin cewek itu punya antena di kepalanya) tentang siapa laki-laki yang akan dicintainya. Memang itu kodratnya, laki-laki mencintai dan perempuan dicintai. Laki-laki itu kodratnya memberi, sedangkan perempuan itu menerima.

Kopi yang aku buat tadi sudah dingin, langsung aku habiskan .
Nulis laporan berasa jadi pekerjaan yang menyenangkan untuk saat ini.
Mungkin benar, cewek itu adalah sumur inspirasi (agak ngaco)

Minggu, 06 September 2009

Falling In Love Doesn't Make You Telephatic

Judul di atas terinspirasi dari Quantum Learning. Apa yang ditulis disana rasanya ada yang klop dengan sebagian dari apa yang aku pikirkan.

I'm in love right now and we're hoping connected each other. But, I won't be telepathic unless i fall in love.

Apakah kamu percaya hukum tarik menarik kawan? Hukum aksi reaksi dimana aksi yang kita lakukan pasti mendapat reaksi dari lawan kita. Kadang itulah yang membuat chemistry itu tercipta. Alangkah lucunya ketika komunikasi hanya bermedia ekspektasi masing-masing tanpa menggunakan bahasa verbal. Tapi susah direalisasikan ternyata, haha...

-= Love is about telepathy =-

I have noticed that sometimes I hope and wait for, in this case "she" (note that, "she" not "he", dare you!) some of it, i expect sometimes it could be too hard to her to know what i want. 

Misalnya, ketika kita sedang berdua di kampus dan orang-orang melihat suatu kedekatan yang tak biasa itu membuatku tak nyaman. Dan aku tak mampu mengatakan kepadanya, sungguh memutus begitu saja pembicaraan yang enak kemarin rasanya begitu berat. Aku mulai gelisah, sedikit-sedikit merubah posisi duduk begitu intensif untuk memberikan sinyal kepadanya untuk menutup pembicaraan hari itu. Syukurlah, hal ini bekerja begitu lambat 

-= Empathy is not telepathy =-

In some stages of a relationship it seems we’re so much in tune we can almost read each other’s minds. I think it’s possible to build this quality into a relationship. It means to become so connected, so open that we are able to read each other. It’s not telepathy but a quality of mutual empathy and understanding. 

Ini terjadi ketika aku dulu pernah punya pacar selama hampir empat tahun. Yang terjadi adalah kita saling memperhatikan perasaan masing-masing karena saking lama dan intensnya kita saling terbuka terhadap pemikiran masing-masing. Tapi apakah itu sebabnya? Atau hanya aku yang nyambung-nyambungin konsep diatas?whatever lah  

Nah kalo kita sekarang? Well, that way is on my own way. Somehow we still hope ;-)

Kamis, 04 Juni 2009

"Luka" itu Udah Kering Dek

Rasanya percakapan dengan Dede udah lama banget gak berlangsung lagi. Dede adalah mantan pacarku. Kemarin percakapan itu dimulai lagi, meski cuman pake pesan singkat. Waktu aku lagi pusing ngejar deadline, dia ngirim pesan singkat itu. Aku tergelak, sebenernya ini jeweran buat aku. Akhir-akhir ini sebenernya beberapa kali dia ngirim SMS, tapi sedikit sekali aku ngebalesnya. 
Dan bener, dia rada ill feel karena SMSnya lama banget dibales atau gak kubales sama sekali. Dia jadi mikir2 ulang kalo mau SMS ke aku. Kalimat penghakiman itu bikin aku agak senewen.

Aku harus flashback setahunan yang lalu untuk bisa ngebalesnya dimana kita saling cerita kehidupan seperti apa yang akan kita jalanin ke depan setelah kita pisah secara baik2. Aku pikir dia udah paham tentang pilihanku sekarang untuk hidup menjomblo. Untuk saat ini aku lebih pengen ngejar cita-cita dan bagaimana bisa ngembangin diri dan kepribadian. Hidup tak hanya mikirin cinta...masih banyak yang harus kupikirkan. Tapi lewat pesan singkatnya kemarin tercermin bahwa, dia belum mengerti...

"...Itu merupakan pilihan untuk mengembangkan diri atau untuk melupakan sesuatu?.."

Aku hanya mereka-reka apa yang ada di otaknya. Mungkin dia berpikir karena dia sekarang udah punya pacar lagi, ngebuat aku terluka. Honestly, it was true. But time was show me that..you aren't looking for a way to cure your pain, you are looking for a way to deal with your pain.... Hasilnya, aku malah bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang. Kurang lebih begitu aku balesnya.

"...Dede tahu telah membuat sebuah luka dan Dede menyesali itu...
...Dede pengen bisa nyembuhin luka itu, bisa ajarin caranya? Apa yang mesti Dede lakuin?.."
"...Mas gak tahu rasa kebingungan Dede, sama halnya, Dede gak pernah tahu rasa sakit Mas..."


Aku geli ngebacanya. Hati orang khan gak mungkin konstan, dan aku rasanya hehehe...agak lupa gimana rasanya. Lha wong, udah gak ngerasa sakit, malah pengen nyembuhin. Ini seperti ngobatin luka yang sebenernya udah kering. Jadi, aku juga bingung gimana ngobatinnya. Lama-lama aku jadi sedikit kesel, ini anak sepertinya ngajak aku ngenang gimana sedihnya ketika ngerasa kehilangan. Dan hari itu, aku sedang males-malesnya ngebahas itu.

Sebenernya gak ada masalah dengan statusku sekarang, dimana orang lain mungkin ngerasa kesepian karena statusnya itu dan malah terkadang terlalu buru-buru untuk memutuskan apa yang dirasakannya saat itu adalah cinta. Kalo orang lain malam minggu mungkin banyak yang jalan sama pacarnya, tapi buat aku, weekend adalah anugerah karena aku bisa sedikit lepas dengan hecticnya senin-jum'at dan bisa sepuasnya menikmati "me time". Percayalah, aku jago kalo urusan wasting time! hahaha...

P.S : De', gak ada yang perlu diubah, selain mengenang semuanya sebagai suatu cerita yang bisa bikin kita tersenyum, tertawa, dan aku harap jangan ngebuat kita menjadi sedih.

Kamis, 21 Mei 2009

Deal With My Pain

Hari ini, di facebook aku baru nyadar kalo seseorang beberapa waktu yang lalu udah nge-add aku. Wow, aku terhenyak sesaat karena gak tahu kenapa aku hampir melupakannya. Seseorang yang dulu pernah membuat aku tertarik. Hanya tertarik, karena pada momentum yang tepat waktu itu aku begitu tahu kalo ketertarikanku itu lead me nothing at all. Dan hampir sebagian besar hipotesisku itu selalu mencapai konklusi yang mendukung dugaan tersebut. What a suck prediction!!


Sampe sekarang, aku belum bisa mempercayai cewek. Walau sebaik apapun, tapi kalo udah nyangkut di perasaan, aku bercermin pada hipotesis awalku tadi...Ini bakalan membawaku ke keadaan yang gak ngasilin apa-apa. Sorry, aku bukan cowok GR-an, aku juga bukan tipe perasa, tapi hal ini terkadang butuh suatu kesadaran akal untuk menyikapinya. Takut nanti kalo emang bener2 nyangkut, aku bisa aja sampe nyabutin bulu ayam depan rumah kontrakan sambil meraung-raung gak karuan (hehehe..yang ini bercanda)


Hahahaha!!...aku tertawa geli. Gara2 ngeliat namanya di facebook, aku hampir lupa ama kehidupan nyataku sekarang. Harus kuakui ini pilihan, saat ini aku lagi interest ama yang namanya kuliah (Subhanalloh, ini mah namanya gak tertarik, tapi dipaksain kudu tertarik kalo gak mau IP semester ini bakalan terjun bebas). Kedua adalah pengen buat proposal penelitian sebanyak2nya, lolos PKM, maju PIMNAS (Amien). Ketiga adalah organisasi, dua tanggung jawab yang sekarang ini sangat gak enteng sebenernya. Huuuuft....!


What a colorful life! Aku terexplore dan terforsir ama yang menjadi konsernku sekarang. Hidup dikejar2 dosen, orang tua murid les, deadline tugas, laporan, jobdesk, program kerja, tapi itu semua sampe sekarang belum bisa membuat aku jengah. Dan kuyakin sampe kapanpun itu...


I'm not looking for a way to cure my pain, but I'm looking for a way to deal with my pain....

Hihihi...sebenernya aku lagi nyusun latar belakang ama perumusan masalah buat proposal penelitian yang mau aku ajuin ke dosen minggu depan, tapi nyambi dengan nulis ini.

Senin, 04 Mei 2009

Secangkir Kopi Kental di Pagi Buta

Pengen banget mengawali tulisan ini dengan kata-kata yang mengekspresikan kelelahan seperti "Fyuuuuh...!", "Huuuft....!" "Huaaaakh....!" "Hmmmmmfff...." atau apapun itu. Setelah seminggu kemarin berusaha berjibaku dengan diktat, handout, dan fotokopian soal2. Tapi setelah itu bukannya bisa santai weekend ini , malah menjadi semacam luapan2 yang sebelumnya selama ujian ini mencoba ditahan dan diredam.

Paginya ada acara tatsqif pengurus harian Forum Studi Teknik Undip sampe hampir maghrib. Itupun aku harus ngecancel janjian sama rekan praktikumku buat ngerjain pembahasan laporan praktikum yang harus segera diserahin ke dosen. Habis maghrib ketemu sama mas Eri teknik mesin '03 yang mau ngejalin kerjasama dari English Singapore Course. Abis isya' ada liqo' tapi akhirnya gak jadi karena temen2 pada gak bisa. Besok aku harus ngelarin pembahasan laporan terus rapat terus liqo'.

Huuuuft...!

Rasanya ni badan terjadi akumulasi rasa capek sangat. Jum'at kemaren juga kacrut tuh. Aku ditabok dengan dengan jadwal ujiam yang ngejadwalin aku kalo hari itu aku harus ngikutin ujian 3 mata kuliah sekaligus. Pikirku, toh ini hari terakhir ujian, aku harus total nih, akhirnya aku sengaja begadang buat bisa mempelajarin semua, dengan segelas kopi tentunya. Jam 3 pagi, ini otak udah mau meletus aja. Rasanya aku pengen jedotin ni kepala biar bisa kembali encertapi mungkin cuman dapet pusingnya doang dan ada perubahan bentuk permukaan jidatku (benjol-red). Atau pernah kepikiran mau ngelarutin semua kertas ini pake air terus diblender lalu disaring sarinya abis itu diminum 3 X sehari satu kilo. Niatnya biar tuh materi bisa masuk ke tubuh dan gak harus melajarin ini semua tapi jelas gak mungkin, pinter gak mabok kertas iya.

Sekarang disinilah aku, di kamar, kembali nuangin uneg2 ditemani dengan secangkir kopi kental disampingku. Inilah salah satu waktu yang sempurna buatku untuk menumbuhkan kesadaran yang lantas membuahkan sebuah gagasan2, angan2, mimpi2, dan lebih sering menjadi target2 yang harus dicapai sehari, seminggu, sebulan, sesemester, setahun, lima tahun, sapuluh tahum mendatang.

Aroma secangkir kopi ini begitu menyerbak. Meskipun kopi instan ini cuman sachet-an bikinan tangan sendiri bukan dari seorang barrista, ini udah lebih dari cukup buatku untuk nyebut kopi buatanku ini sangat nikmat. Temen yang pernah nyoba (waktu itu kehausan karena air galon kosong) bilang kalo kopi buatanku ini manis (ya iyalah manis! Mau kucampur dengan pasir? biar nyahok! hehe..). Bukankah kata nikmat itu subjektif kawand?! (sebuah konklusi yang gak nyambung). Hmmmm....^_^

Pengen juga ketika aku tergila-gila sama minuman hitam ini, langsung masuk Starbucks atau Cooffee Beans dan order disana. Tapi kayanya gak ada deh di Semarang, karena sampe sekarang aku belum nemuin. Padahal pengen banget tuh ngerasain suasananya. Tapi paling mentog juga coffee shop yang ada di sekitaran kampus, itupun tergantung dompet saat itu lagi gemuk atau gak. Huhuhu...maklumlah harga2 untuk secangkir kopi disini sungguh menggelikan kalo dibandingin dengan harga kopi tubruk made ini angkringan, kucingan atau orang Solo bilangnya HIK. Makanya mahasiswa rantau seperti aku ini lebih berasa di "habitat"nya dengan beli kopi rumahan daripada berusaha seolah mampu dan mantap nongkrong disana sambil ber-wifi ria.



Aku hampir lupa sama cangkirku ini...Buru-buru aku menyeruputnya sebelum kenikmatan kopi selagi hangat belum hilang melekat..


Seruputan pertama..
Aku baca2 citizen journalism di kompas. Capek baca aku tiduran...dan pikiran2 gak jelas inipun muncul tanpa instruksi.
Beberapa temen bilang kalo aku orangnya selalu ceria, temen2 sekontrakanku bilang aku hyperlebay. Rasanya seperti gak punya beban atau masalah. Aku hanya bisa senyum. Hati kecilku pun berceletuk : Men!...tahu apa loe tentang hidup gue?! Kalian tu cuman tahu permukaannya doang. Aku juga pernah depresi dan down banget sampe2 mau nyakar tembok kamar sendiri. Aku penganut paham Rodaisme (emang ada paham begitua, ngasal lu Yud!) yang bilang hidup itu seperti roda, kadang ngerasa di atas kadang juga di bawah sekaligus nginjek kotoran pula.

Seruputan kedua...
Pengen nih bisa lepas dari ketergantungan kiriman uang dari ortu. Aku sekarang lagi sibuk nanya2 kiranya pekerjaan apa yang cocok dengan keadaanku sekarang selain ngelesin tentunya. Meski udah bisa ngasilin duit sedikit, tapi aku bakalan resah kalo saldo rekeningku kog minggu ini belum nambah2.
Aku ngerasa kog makin lama aku semakin nge-judge kalo aku ini makin jadi bebban buat mereka. Harus punya tambahan lagi karena gaji yang aku dapet dari ngelesin ini belum mencukupi. Malunya diriku ketika pas pulang ke rumah, sepertinya aku belum bisa ngasih berita yang bisa ngebuat mereka bangga kepada anak laki2 satu2nya ini. Pulang adalah menikmati weekend, lebih banyak wasting time dan berusaha untuk tidak produktif. Damn.

Seruputan ketiga...
Kayanya ini gelas kopi terakhir, aku mau puasa minum kopi untuk seminggu ke depan. ujian kemaren maksa aku untuk minum kopi ini sebagai stimulan buatku semalaman belajar biar gak ngantuk. Aku pengen ngebersihin darah dari kafein2 yang selama ini beredar di darahku. Aku pengen menetralisir semua. Jantung berdebar dan mata ngejreng terus gara kopi ini akan aku singkirkan semua.

Seruputan selanjutnya aku lebih tertarik menikmati kopi kental ini. Sudah hangat, tidak panas lagi. Sengaja segera kehabiskan. What a nice coffee!

Good Pagi Selamat Morning Everyone!

Senin, 20 April 2009

At least Aku Mencoba Ngeyakinin Beberapa Hal

Sedikit mengupdate aja tentang bagaimana aku agak begitu kurang bisa berbahagia beberapa hari ini. Malem minggu kemarin, ketika cuman aku sama Anam aja yang bisa ikut mentoring, aku mencoba mengutarakan sedikit ”beban” pada kawanku ini. Aku ngutarain kalo beberapa hari ini aku ngerasa punya tanggungan yang berat, dan buat aku jadi gak seceria biasanya.

Pementorku, mas Nanto tak luput dari sikap penasaranku tentang beberapa hal dari masalahku ini. Aku bertanya, ”Apa iya kalo rasa sedih dan bahagia, optimis dan pesimis, tertawa dan menangis itu ditakar sama? Berarti ketika kita bahagiaaaaa banget suatu saat nanti kita bakalan sediiiih banget? Ketika kita tertawa terbahak-bahak suatu saat nanti kita akan nangis darah?”

Dan pementorku ini pun gak bisa menjawab. Mas Nanto Cuma bilang kalo hidup ini seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Kurva grafik kehidupan manusia itu kadang menukik turun kadang membumbung ke atas. Dia Cuma nyaranin kalo kita jangan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, sesuai kadarnya aja. Jujur, aku masih belum menemukan jawaban yang buat aku bungkam untuk bertanya2 lagi.

Dan disaat yang gak diduga, dimomen yang gak ditunggu-tunggu, hal sederhana yang aku dapet ketika aku seperti biasa setiap malem, radio hampir selalu nemenin aku ngerjain tugas2 maupun persiapan buat mid semester minggu depan. Bahwa masalahku, masalah kita gak lebih berat dari masalah orang lain. Simpel banget, tapi bikin aku sedikit rileks terhadap masalahku.

Lagunya Jason Mraz yang “Details In The Fabric” cukup bikin aku berbesar hati. Ngedengerin lagu itu, aku berbicara ma diriku sendiri kalo everything will be fine and help is on the way...



…..
“If it's a broken part, replace it
But, if it's a broken arm then brace it
If it's a broken heart then face it

And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your own name
And go your own way

And everything will be fine
Everything will be fine”
…..

Rob Thomas juga nyaranin aku lewat lagunya Little Wonders



…..
Let it go,
Let it roll right off your shoulder
Don't you know
The hardest part is over
Let it in,
Let your clarity define you
In the end
We will only just remember how it feels
…..

Yeeaaah, kita suatu saat nanti hanya tinggal ngerasain dulu gimana rasanya dapet masalah beginian. So, ngapain dipikirin terus!!

At least but not the last dari beberapa hari ini aku mencoba meyakini beberapa hal :

• Ngapain kamu cemasin hari esok, kalo kamu dapat memperbaiki keadaan hari ini, akan menjadi baik pula keadaan hari esok kamu dengan sendirinya. Gak penting banget kali mikirin hal-hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan, mending ngelakuin hal-hal yang terbaik buat dirimu di hari ini.

• Jangan biarkan diri kamu hancur oleh hal-hal yang tidak berarti. Jangan kamu menilai suatu problem dengan penilaian yang lebih besar daripada bobot yang sebenarnya. Jangan sampai membesarkan masalah dan menanggapi berbagai peristiwa dengan sikap yang berlebihan.

• Prediksikan kemungkinan yang terburuk saat kamu menghadapi kejadian-kejadian yang menakutkan, kemudian kuatin pendirian kamu untuk menghadapinya, percaya deh kamu akan mendapat ketenangan dan kemudahan dalam menangulanginya.

• Dan semoga ini beneran : Sebagaian besar hal yang ditakutkan itu tidak pernah terjadi dan kebanyakan hal yang didengar tentang keburukan itu tidak pernah terwujud.

Whaaaaaa...katanya sedikit Yud, kog bejibun gini??!
Buat siapapun yang ngebaca ini, aku pribadi pengen bilang : SORRY, NYAMPAH...

Jumat, 17 April 2009

Kenapa Ya Beberapa Hal Jadi Berat Buatku

Kenapa ya beberapa hal terkadang berat buatku. Masalah kecil seringnya jadi masalah besar buat aku dan masalah besar ya tetep aja besar. Ketika masalah datang, pengennya sih bisa dapet penyelesaian yang sempurna tapi jika gak bisa selesai kadang malah jadi penyakit buatku. Atau ketika masalah selesai tapi gak tepat pada tujuan, pada akhirnya aku gak bisa pura-pura kalo sebenarnya masalah itu belum sepenuhnya berlalu. Sebuah anugerah sekaligus musibah bagi seorang atau mungkin secara gak sadar mau menjadi seorang perfeksionis.



Masalahnya aku tahu buanyak masalah yang selesai dan berlalu begitu saja, sedikit sekali yang bisa ngena di diriku. Masalah yang bisa menjadikan aku lebih dewasa dan lebih bijak. Tapi apa, yang jadi adalah penyakit yang kian menggerogoti semangatku.

Saat masalah datang, aku kadang naluriah langsung bercermin dan bertanya apa ada yang salah dengan diriku. Aku jadi flashback apa kesalahanku kemarin2. Dan selalu berakhir dengan penyesalan (ya iyalah namanya juga penyesalan, kalo duluan tahu namanya kesadaran). Aku seolah terlalu sibuk dibuatnya. Apakah aku bodoh, teledor, terlalu berimajinasi dengan skenario seenak hati?? Padahal belum tentu semua aku penyebabnya.

Sebenarnya keadaan ini ada bagusnya juga yakni memberi semangat buatku untuk berubah. Aku sering beranalogi sendiri. Karena aku lebih dulu bercermin diri ketika masalah datang, aku mencari-cari hubungan masalah2 yang aku hadapi dengan dosa2 yang kuperbuat kemarin2. Kalo emang gara2 kesalahan2ku kemarin itu yang bikin masalah ini datang, aku harus berubah agar masalah itu gak terulang lagi. Tapi mungkin emang dasarnya aku "ndhableg" (baca = keras kepala) masalah2 yang sebenarnya sama itu jadinya datang terus. Lalu menyesal dan menyesal lagi...

Huuuuft...aku tahu hidup itu sendiri adalah masalah dan teman2ku banyak yang nyaranin untuk menerima ini selayaknya hadiah. Hey, aku juga tahu itu, tapi ini gak sesederhana itu kawand!!. Aku berusaha gimana caranya untuk memperbaiki diri dan aku lebih sekuat tenaga berusaha untuk berubah secara revolusioner. Aku sekarang menganggap kalo masalah yang datang adalah ujian untuk menaiki tangga kualitas hidup yang lebih tinggi. Kalo aku bisa melaluinya, aku berarti udah mampu untuk menjadi pribadi yang mungkin menurut Alloh "agak lebih baik" daripada sebelumnya.




Lalu aku berpikir jika masalah gedhe datang, aku analogikan itu adalah jurang yang menganga lebar, apa aku harus melompat lebih tinggi dan jauh untuk bisa menghadapinya?? Gak mungkin kan hanya dihadapi dengan melangkah satu, sepuluh, atau seratus kali pun untuk melewatinya?? Aku bisa mampus.

Yah, inilah pertanyaanya...
Apa aku butuh suatu lompatan yang revolusioner??

Huhuhu...coret-coret tanpa arah!

Selasa, 24 Maret 2009

Pengen Blogging tapi...

Aaah semrawut...semrawut!! Alarm hape gak pernah bisa bantuin aku buat bangun pagi. Ketika alarm berbunyi dengan bodoh dan gilanya (karena gak punya kesadaran) bangun terus lari dan langsung ngabisin nyawa sang hape dgn nge-shutdown tanpa kesadara. pula. Abis itu dgn linglung melemparkan diri kembali ke kasur dan ngelanjutin mimpi yg tertunda. Aku baru tersadar lagi ketika anak2 pada bangunin aku buat sholat subuh. Emang dasarnya aku kebo binal yg selalu kurang belaian kasur, tanda2 kesadaran aku pun segera lenyap seabis sholat, kadang aku bisa tidur di atas sajadah. Parah!!

kesemrawutan pun berlanjut tatkala kuliah yg selalu jam 07:30 dgn pede-nya aku bangun jam 07:20. Sepuluh menit lagi kuliah dimulai. Aku langsung ngambil pakaian, ngambil peralatan mandi dgn jurus kodok mabok menahan nafsu aku berjalan ke kamar mandi seperti lunglai dan lemah gemulai sambil makan gulai! (Klothaak!! seseorang ada yg nimpuk aku pake gayung dan berkata, Apaaaan sih loe?!!)

Aku pontang panting ngeraih tas dan ngacir menuju kampus. Telat sepuluh menit. Aku ninggalin kamarku, berantakan gila! Sisa keberingasan semalam (emang ngapain aja mas ??!!). Sampe sekarang aku masih belum sempet ngeberesin semuanya.

Tadi waktu kuliah Matematika Teknik Kimia II, mata ini masih merah sisa kelelahan semalam ngerjain proposal PKM. Asli pedes banget. Aku selama kuliah tadi ngucekin mata mulu sampe berair. Temen2 bilang aku kaya abiz diputusin gitu. Putus nenek moyang loe, pacaran aja kagak!

Hari ini aku pengen banget blogging. Siang tadi abis kuliah 3 sks tadi, aku masih sempet bisa pulang ke kontrakan. Kurasa waktu yg sempurna buat nulis. Ketika mau nulis, alamak...aku nge-blank!Rasanya pengen bget nge-blog tapi gak ada yg mau ditulis. Di kepala itu ide2 sebenernya meletup-letup berebut pengen bget ditulis. Tapi yg bener2 pengen banget ditulis itu gak aa. an dgn begonya aku ketiduran pula. Gagal sudah.

Abis dhuhur, aku bangun. Balik lagi ke kampus. Ada kuliah Metodologi Penelitian jam 2 siang ini. Aku masih penasaran kog bisa aku nge-blank tadi. Sampe2 di dalam kelas tadi aku mikirin itu mulu. Maklum masih pemula di dunia blog, jadi perasaan kaya gini ditanggapi secara serius. Aku sukses bengong aja di kelas. Apa yg dosenku bilang di kelas pun sama sekali gak ada yg nyanthol di otak.

Giliran dosen nanya ke kelas, ada penjelasan yg mungkin kurang jelas, aku tersadar dari lamunan. Sontak karena aku ngerasa bersalah karena gak ngedengerin apa yg dosen bilang di kelas tadi aku dgn sok toy gak tahu bahaya yg akan aku hadapi, aku ngacungin tangan hendak bertanya. Hehehe...cari muka dikit seolah aku merhatiin pelajaran terus dari tadi. Ketika semua mata tertuju padaku dgn pede-nya aku bertanya tentang ribetnya bikin penelitian. Tapi pertanyaan tadi entah akunya yg salah ngomong atau dosenku yg gak begitu paham omonganku, ngejawab dgn kalimat yg sama sekali gak nyambung dg apa yg aku tanyain. Aku nanyanya kesana beliau jawabnya kesitu. Akhh...roaming bget deh! Oke, lengkaplah sudah keanehan hari ini.

Kenapa ya bisa nge-blank gini??

Rabu, 18 Maret 2009

Menemukan Keutuhan Hatimu

Aku mulai denger makin banyak dari temen2ku yg sekarang udah pada punya pacar. Sedangkan di sisi lain dgn statusku yg masih belum berubah hingga sekarang jadi jojoba (jomblo-jomblo bahagia). Kadang aku pengen sekali tahu motif apa yg membuat mereka mau ngejalanin hubungan yg dekat secara emosi itu. Apakah mereka menemukan keutuhan hatinya bersama kekasihnya? atau hanyalah ingin membunuh rasa bosan karena terlalu lama kesepian?! Pengen baget aku nanyain ke mereka, tapi aku tahu pasti ada yg akan merasa terusik jika pertanyaan ini bener2 aku lempar ke mereka atau kudapati jawaban yg takkan memuaskanku.

Mungkin yg barusan baca bakalan ngatain aku orang yg sok jual mahal, sok ganteng, sok imut walaupun ada benernya. Hahaha...padahal kalo ada yg maupun itu gara2 khilaf dan aku pun langsung tumpengan di rumah. hehehe....Eniwei, bukankah orang itu kudu Pe-De kalo kita banyak kelebihan walaupun minusnya juga naudzubillah buanyaknya. Bukankah semua orang diciptakan tak ada yg sempurna. Di dunia ini manusia sempurna itu ada dua, yg satu udah meninggal dan yg satunya belum lahir. Artinya the perfect person is nothing here!! Ada yg ganteng banget, tapi mukanya idung semua. Ada yg punya betis indah, tapi jari kakinya jempol semua. Kan gak lucu tuh!? Hehehe...walaupun sebenernya juga gak se-exstreme itu sih...

Back to the topic.
Okelah kalo ada yg bilang mungkin aku orangnya terlalu pemilih dan mempersulit diri. Tapi bukankah keberlangsungan suatu hubungan itu tergantung dari kadar cinta yg dimiliki diantara mereka?? Menurutmu, orang itu memilih untuk berpacaran hanya karena igin menghilangkan dahaga karena kesepian itu hubungannya bisa long life?? I don't think so...
Alangkah mengesankan ketika kita menemukan keutuhan hati kita di hatinya?? Seseorang yg sebenarnya adalah kamu yg sebelumnya belum kamu temukan hingga akhirnya dia ada di hadapanmu, disampingmu dan bersamamu saat ini??
Hubungan yg terakhir kali aku jalin bersama cewek berlangsung selama kurang lebih 3,5 tahun. Dulu kita sangat cocok, tapi sekarang she just someone in the past. Hubungan kita berakhir dgn sukses tanpa ada kebencian sedikitpun didalamnya.

Dalam 4 paragraf ini, aku cuma penasaran ajah karena pertanyaan2 itu begitu buat aku terusik dan menyingkirkan textbook "transport phenomena" dan ngepost blog ini. pertanyaan yg ditujukan kepada mereka yg sedang atau mau menjalani sebuah hubungan. Mungkin pertanyaan itu juga buat aku...

Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers