Pages

Tampilkan postingan dengan label achievements. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label achievements. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Annyeong Haseyo Korea!

Korea

Kadang aku keheranan pada awalnya bisa dapet kesempatan terbang sampe Korea. Oh ya, sempet beberapa bulan kemarin aku sudah share tentang aku yang resign dari proyek PT. Krakatau Steel, ternyata dunia karirku sepertinya tidak lepas dari industri baja. Sekarang aku bekerja di PT. Krakatau Posco, joint venture company (JVCo) antara PT. Krakatau Steel dan Posco Korea. That’s the reason why I am here.

Perjalanan menuju Korea cukup seru. Jumat siang setelah dispatch ceremony, aku bersama temen-temen yang lain langsung menuju Bandara Soetta. Boarding jam 00:05 dan sempat transit dulu di Hongkong Intl. Airport. Meski cuma sekitar sejam an kita nunggu buat penerbangan selanjutnya, at least aku bisa ngerasain gimana bisa pipis di Hongkong .



Hongkong International Airport Boarding Lounge


Hongkong International Airport Boarding Lounge


Hongkong Intl Airport Boarding Lounge


Whether you love or hate them, airports are captivating places. It seems like waiting is the only thing anyone ever gets done. With nothing to do and nowhere to go before your zone number is called, you either reread last night’s texts or you just sit there like a vegetable and stare.


On the Iron Bird’s Wings, Hongkong Airport

On the Iron Bird’s Wings


Sekitar jam 10 kita sampe di Incheon Intl Airport. Keluar dari gerbang Arrival, aku baca diatas gate itu tertulis : Incheon Airport Named the Best Airport Worldwide for the 7th Year in a Row. Tapi emang keren sih bandaranya. Sayang, ga banyak yang bisa lakuin buat nikmatin bandara terbaik ini. Dari Incheon kita sudah ditunggu sama Mr. Kim Ju Young dari Posco R&D Center dan kami pun bertolak ke Posco R&D Center di Song-do, Incheon dimana teman2 lain yang pake Garuda Indonesia sudah sampe duluan pagi tadi.


Incheon International Airport

Incheon International Airport

Incheon International Airport



Arrival at Incheon Airport

Arrival at Incheon Airport

Gaya dulu

Perjalanan dari Incheon ke Song-do juga keren, pertama kita harus nyebrang jembatan Incheon Bridge. Keluar jembatan, ada monumen aneh yang menyambut kita. Kalo ini mungkin monumen dirgantara, berarti masih mending punya kita ya…


Incheon Statue


Sesampainya di Posco R&D Center, kita disambut sama Miss Jenny Chang dan makan siang di kantin disana. So, this is the first time I eat Korean food, and guess what…I found Kimchi. Ouch! Rasanya….dingin, asem, kecut, tapi agak pedes. Kombinasi rasa yang aneh yang pernah nyampe di lidah. Dan nantinya…pagi-siang-malam, pasti kalo makan mesti dihidangkan kimchi. Setelah makan kita menuju Posco Hall dan dapet materi tentang Korean Culture.

Posco Global Education Center


Posco Global Education Center



Posco Global Education Center

Meja Kamar dengan background Live Music (krik..krik)




 Kamar 615



Hari minggu pagi, kami yang ditempatkan di Gwangyang Steel Works, diantar kesana menggunakan bus. Gwangyang (광양시) adalah sebuah kota di Jeolla Selatan (전라남도) dimana terdapat Steel Works terbesar di dunia. Perjalanan menuju Gwangyang memakan waktu 6 jam. Selama perjalanan, mungkin berbeda dengan di Indonesia, jalanannya itu lengang banget dan jalannya itu luruuuus doang sampe banyak sekali kita ngelewatin channel (terowongan) kalo jalannya dihadang sama bukit atau gunung.

Korea Bus


Foto sama busnya dulu



Korea Channel

Terowongan kaya gini banyak di Korea



Dan setelah sampe, di Songjuk Apathe Gedung 3 (3 송죽아파트) inilah kita tinggal untuk 3 bulan ke depan.

송죽 Apartment


Masih pake seragam


Udah kepanjangan ini kayanya

Aku tiap hari sebenernya diminta untuk bikin semacam logbook yang isinya aktivitas sehari-hari disini. So, semoga aku juga bisa update blog-ku sendiri juga. Kata pepatah, sambil menyelam makan kimchi. Ga nyambung.

See Ya!



반갑습니다!

bangabseubnida! 
Nice to Meet You!

Sabtu, 18 Februari 2012

Zero Reformer Process PT. Krakatau Steel


Where was I for 6 months old??

Kalau boleh aku cerita sedikit, di bulan Oktober aku akhirnya diwisuda. Kurang lebih 3 tahun 11 bulan aku mengenyam pendidikan Teknik Kimia UNDIP. Saat itu aku sudah bekerja untuk PT. Grand Kartech di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta dan aku mengajukan cuti untuk menghadiri upacara sakral ini yang terjadi sekali seumur hidup itu.

Grand Kartech (GK) adalah perusahaan engineering and contracting (kontraktor) spesialis fabrikasi Boilers, Heat Exchangers dan Pressure Vessels standar internasional (ASME, API, Lloyds, dll). Aku langsung diterjunkan ke project terbesar dari perusahaan yakni Project Zero Reformer Process 5.800 ton/day di lokasi New Direct Reduction Plant Krakatau Steel. Kita membuat CO2 Absorbtion System berdasar spesifikasi dan standard code yang sudah ditentukan.















Dan gambar berikut adalah bentuk nyata dari gambar 3D diatas dan alasan mengapa aku menghilang selama 6 bulan lebih.











I learned many things and I am very grateful to be part of this project.
See You.


Related Post :

Minggu, 26 September 2010

Great August in Chevron Pacific Indonesia Part 1

Masih segar dalam ingatanku ketika hari-hari libur semester kemarin aku melakukan kerja praktek (KP) di PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI). Sebuah kebanggan dan Kenangan tak terlupakan ketika aku dan Alfin untuk pertama kalinya naik pesawat *hahaha…suer! gak bohong* dan mendulang ilmu sebanyak-banyaknya di perusahaan pemroduksi minyak mentah terbesar buat Indonesia itu (40% crude oil Indonesia diproduksi oleh Chevron).

Chevron Rumbai, Riau
Pose dulu di depan gerbang

















Disana aku juga ketemu dengan anak-anak yang KP dan Internship Program juga dari ITB, ITS, UI, UNRI, UPN, dan UNAND. Kita tinggal di mess selama menjalani training sebulan itu dan tantangannya selama 3 minggu kita training sambil menjalankan puasa Ramadhan. Sayang banget sebenernya karena fasilitas yang ada disini cukup komplit dari mulai voucher makan di foodcourt sampai tempat-tempat olahraga seperti pool, billiard, bowling, fitness, golf, dll. Dan berhubung puasa, tiap hari bawaannya pengen cepet balik ke mess dan menanti dengan sabar waktu berbuka puasa.
Simpang Raya, Chevron Minas
Simpang Raya, Chevron Minas

Ada Bowling Center

Ada Billiard Center













































Oh ya ngomong-ngomong soal waktu, di Riau dan Semarang beda waktunya hampir 45 menit (Semarang lebih awal). Jadi ketika di rumah buka puasa jam setengah 6-an, di Chevron hari masih sore menyengat. Namun, paling suka pas sahur, imsaknya jam 5 jadi bisa langsung siap-siap masuk kerja *meski akhirnya tetep tidur habis sahur, ;p*.
Kita mendapat training selama sebulan di Chevron, 3 minggu di beberapa bagian perusahaan yakni:

1. HES (Health, Environment and Safety)

HSE Chevron Minas Indonesia















2. Gathering Station IV (stasiun pengumpul crude oil dari reservoir minyak Minas area IV

Gathering Station Chevron Minas Indonesia















3. Welltesting facility ( pemeriksaan reservoir minyak)

Welltesting Facility Chevron Minas Indonesia
















4. Chemical Engineering Process and Treatment ( demulsifier, corrosion inhibitor, reverse demulsifier, scale inhibitor)

Laboratory Chevron Minas Indonesia 














5. Wellwork Operation ( pemeliharaan sumur minyak)

Wellwork Operation Team Chevron Minas Indonesia
















6. Submersible Pump System ( berhubungan dengan pompa minyak)

Photo dulu di kantornya






















7. Wellsite ( bikin program yang berkaitan dengan pengeboran minyak)


















8. Technology Support Laboratory


Technology Support Laboratory Chevron Minas Indonesia
















9. Minas Project Surfactant (big project-nya Chevron untuk lapangan minyak Minas menggunakan teknologi surfaktan)


Surfactant Polymer Project Chevron Minas Indonesia

















10. Reservoir management team ( kita berkunjung ke RMT Area 123, dan Kota Batak dan Petapahan), disana kita ketemu sama alumni Tekim UNDIP juga, Mas Ficky ‘99


Main Office Chevron Minas Indonesia
Foto dulu sama alumni

















Banyak ilmu yang kita dapet selama menjalani Practical Training di Chevron, khususnya disiplin ilmu di luar teknik kimia yaitu Geologi, Geofisika, Perminyakan,dll sesuai dengan sektor usaha PT. CPI yaitu exploration company. Selain ilmu akademik yang kita dapet, kita juga banyak dapet ilmu motivasi yang berhubungan dengan karir kita nanti setelah lulus. Mereka adalah contoh sebuah pencapian karir yang sukses. 

Mereka suka sharing pengalaman kerja mereka sebelum mereka settle menjadi pegawai disini. Mereka juga suka ngasih masukan ke kita ketika nanti setelah lulus tentang what should and what shouldn’t to do in our carreer.

Apa saja itu??

[Nyambung ke part 2…]

Jumat, 28 Mei 2010

LKTI SEJAWA FILM SIM BEM UNS 2010

Atau terjemahan dalam bahasa orang pinter *Suer, awalnya aku kagak tahu singkatan itu artinya apa* adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Jawa Festival Ilmiah Mahasiswa Studi Ilmiah Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2010. Aku Alhamdulillah kemarin diumumkan menjadi salah satu dari 10 finalis yang karyanya wajib dipresentasikan di hadapan reviewer (info pengumumannnya finalisnya disini). Dari 217 karya tulis yang masuk ke panitia lomba, aku bersama tim-ku menempati peringkat 5, sebuah modal awal yang aku pikir bagus untuk dekat kepada juara karena penilaian tidak tergantung dari karya tulisnya saja tapi juga dari presentasi yang dipaparkan. Finalis yang maju presentasi berasal dari IPB, UNY (2 tim), UNDIP (3 tim), UI, UNIBRAW, STAIN Purwokerto, dan UNS. Setelah DegDegSer maju presentasi dan harus berjibaku menjawab pertanyaan-pertanyaan reviewer kemarin, akhirnya hari ini akan diumumkan siapa yang terbaik.

Keikutsertaanku mengikuti lomba karya tulis ini awalnya berniat untuk mengisi waktu setelah stress setelah ujian mid semester, mumpung belum banyak materi yang disampaikan. Kesempatan ini kugunakan untuk membuat karya tulis terlepas dari hingar bingarnya kuliah. Dari facebook group Forum Studi Teknik aku membaca ada sebuah lomba karya tulis yang diadakan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertemakan tentang kearifan lokal (local wisdom). Tema yang diangkat adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya manusia Berbasis Kearifan Lokal untuk  menghadapi Era Globalisasi”. Kedengaran sama sekali tidak ada kaitannya dengan bidang ilmu yang aku tekuni sekarang, Teknik Kimia, tapi aku pikir tak ada salahnya mengikutinya karena memang waktunya cukup buat kami menyusun konsep dan karya tulisnya. Deadline pengumpulan karya tulisnya tanggal 15 Mei 2010 dan aku membaca pengumumannya itu tanggal 1 Mei 2010, artinya dua minggu kami harus berhasil menyusunnya.

Kalau konteksnya membicarakan kearifan lokal, banyak ide yang ingin aku sampaikan lewat karya tulis apalagi di kotaku sendiri, Solo, banyak menyimpan warisan kearifan yang bisa dijadikan materi dibanding Semarang yang menurutku nilai-nilai budayanya sudah tergerus oleh obsesinya untuk menjadi kota metropolitan.  Namun, diantara kearifan lokal yang aku tahu ada satu kearifan lokal yang menarikku, bukan di Solo tapi justru ada di Pulau Bali. Nyepi, banyak orang Jawa mungkin melihatnya tak lebih seperti hari libur atau tanggal merah. Tapi lain suasananya ketika kamu ada di Bali. Satu pulau serempak tenggelam dalam keheningan, kontemplasi, tanpa suara, tanpa listrik dan tanpa keluar kemana-mana.  Dan dari sana ternyata masyarakat Bali telah mengurangi emisi karbondioksida sebesar 20.000 ton, sebuah angka yang tidak sedikit. Kita tahu bahwa gas karbondioksida menjadi salah satu penyumbang besar adanya peningkatan suhu bumi dan dari global warming ini ada efek domino yang ditimbulkan disana dan ini tidak bagus untuk bumi (baca The Coming Global Storm atau nonton film The Day After Tomorrow).

Kembali ke konteks kearifan lokal Nyepi, bayangkan ini menjadi sebuah gerakan global dengan melepaskan aspek teologis dan mengambil esensinya untuk kepentingan ekologis. Kami tidak harus melakukan Nyepi seperti mereka, tapi yang dilakukan adalah selama beberapa jam tertentu untuk tidak menggunakan kendaraan, listrik, barang elektronik, intinya berhenti berasap. Dari konsep tersebut sebenarnya sudah ada kelompok pemerhati lingkungan di Bali yang menyuarakan ini, mereka menamakan gerakan ini adalah “World Silent Day”. Namun, sampai sekarang gerakan ini masih kurang masif dan mengglobal karena mungkin masih banyak tabrakan kepercayaan dari agama selain Hindu. Oleh karena itu dari permasalahan ini kami angkat dan kami coba memberi masukan.

Syukurlah ternyata karya tulis kami lolos menjadi finalis. Pengumuman finalis diumumkan tanggal 23 Mei lewat pesan singkat dan website. Kami diundang dan diwajibkan untuk mempresentasikan karya tulis kami di hadapan juri di Auditorium UNS tanggal 27 Mei. Cuma lima hari kami diberi waktu. Di grand final kami akui cukup kelabakan menjawab pertanyaan reviewer mengenai kemungkinan adanya “kepentingan” kelompok tertentu yang memanfaatkan gerakan ini untuk memberikan keuntungan kelompoknya. Sesi tanya jawab adalah momen yang paling membuatku berdebar-debar dan cukup membuat ciut nyali, meskipun aku berusaha keras untuk mengalihkan perasaan ini agar aku masih bisa jernih menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. But finally, we did.

Setelah acara presentasi malam harinya finalis diajak untuk jalan-jalan ke kota Solo menikmati wisata kuliner Galabo dan melihat wayang orang di Sriwedari. Akhirnya pengumuman juara dilakukan hari ini. Sayang, kami tidak bisa menjadi juara pada kompetisi ini. Juara pertama dipegang UI, juara kedua dan ketiga dari UNDIP (syukurlah ada dua wakil dari civitas kami yang menang). Walaupun kalah, tapi buat aku ini pengalaman berharga karena aku bertemuu dengan orang-orang yang pemikirannya sungguh tidak biasa.

Sepertinya tulisanku ini aku sambung lagi di posting selanjutnya. Cukup banyak pengalaman dan perasaan yang timbul setelah LKTI ini, dan nanti akan aku posting lagi. Sampai detik ini aku sangat bersyukur mendapat pengalaman emosi seperti ini dan aku berharap semangat ini akan terus ada dan membuatku terus berkarya. Buat teman-teman finalis, panitia terimakasih dan aku harap kita akan berjumpa lagi di kompetisi lainnya di tempat dan waktu yang spesial.

Amin.


Happy Couple

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers